May Day Aman, Petanda Buruh Makin Matang Berdemokrasi

Penyusup yang mengenakan pakaian hitam-hitam mengotori kemurnian demo buruh di Bandung. (Foto : Istimewa)

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengapresiasi buruh Indonesia yang telah merayakan May Day 2019 dengan aman.

Dalam perayaan May Day tahun ini, menurut Menaker Hanif, Buruh telah menyampaikan ekspresi dan aspirasi dengan tertib. Ini adalah indikasi bahwa pekerja dan serikat pekerja di Indonesia makin dewasa dan matang dalam berdemokrasi.

Biro Bumas Kemnaker dalam siaran persnya, Kamis (2/5) menyampaikan keterangan tertulis yang isinya selain mengapresiasi demo buruh di Ibukota Negara, juga memberikan pengharhaan kepada kaum buruh yang menggelar aksi demo di seluruh Indonesia.

Kepada buruh di Bandung yang tidak terpengaruh provokasi dari kelompok tertentu, yang menyusup di tengah massa aksi untuk berbuat rusuh. Menaker menyampaikan penghargaan dan apresiasinya. “Sekali lagi, saya mengapresiasi sikap buruh dan serikat buruh yang dengan tegas menolak provokasi dari kelompok tertentu yang akan mengganggu ketertiban dengan menunggangi isu buruh.”

Sebagaimana diketahui, aksi May Day di Bandung sempat disusupi oleh kelompok massa berpakaian hitam-hitam. Mereka berusaha membuat buruk citra gerakan buruh dengan membenturkan buruh dengan aparat kepolisian. Mereka juga melakukan aksi vandalisme dan merusak fasilitas umum.

“Terimakasih atas kesigapan dan ketegasan polisi dalam menindak massa non buruh yang telah memprovokasi buruh, sehingga May Day berlangsung aman. Usut tuntas hingga aktor intelektualnya,” Tegas Menaker.

Menaker mengajak pekerja, serikat pekerja, pengusaha dan semua pihak untuk bersinergi, bekerja sama, dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan pasar kerja di masa mendatang. Perubahan iklim ketenagakerjaan global yang kian dinamis, harus direspon secara cepat. Dengan demikian daya saing dan produktifitas pekerja Indonesia bisa diandalkan.

Diantara isu ketenagakerjaan yang harus segera direspon adalah masalah perbaikan ekosistem ketenagakerjaan, pembangunan SDM pekerja, perlindungan tenaga kerja, perluasan jaminan sosial, peningkatan kewirausahaan, serta penguatan dialog sosial dalam hubungan industrial. (sim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!