Sarapan Sehat Tak Harus Makan dengan Menu Berat

JAKARTA (Pos Sore) — Kesadaran masyarakat akan pentingnya sarapan pagi sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan nutrisi harian semakin membaik. Meski di sisi lain juga karena berbagai faktor, kegiatan sarapan kerap terabaikan.

Padahal sarapan tidak harus makan dengan menu berat. Bisa dengan menu atau jenis makanan yang simple atau sederhana tetapi memenuhi kebutuhan nutrisi harian kita.

“Sarapan dengan menu yang simple tentu tidak merepotkan, tidak memakan waktu kita untuk menyiapkan,” kata Hamid Jan, Anggota Dewan Penasehat Nutrisi Herbalife.

Menurutnya, sesibuk apapun aktivitas seseorang, sebaiknya jangan mengabaikan sarapan. Terutama sarapan dengan menu yang sehat. Karena aktivitas pagi tanpa diawali dengan sarapan bisa tidak berjalan optimal.

“Lemas, mengantuk, lesu, kehilangan mood adalah efek dari rasa lapar akibat tidak sarapan,” jelasnya pada acara media brief seputar hasil Healthy Breakfast Survey 2019, Kamis (9/5), yang didampingi Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Andam Dewi.

Hamid pun memberikan beberapa tips kebiasaan sarapan sehat yang perlu kita lakukan setiap hari. Pertama, bangun 15 menit lebih awal. Sebab rahasia membuat sarapan sehat sangat berguna bagi kita adalah konsumsi 2-3 jam setelah bangun pagi.

“Mulai bangun 15 menit lebih awal untuk mempersiapkan sarapan. Minum shake seperti Herbalife F 1 Shake cukup mudah disiapkan. Atau ambil energy bar untuk memulai sarapan dengan cepat,” jelasnya

Kedua, mulailah kegiatan sarapan dengan hal-hal kecil dan ringan. Permudah kebiasaan sarapan sehat dengan memilih porsi kecil makanan yang mudah dicerna serta dilengkapi nutrisi yang cukup.

“Kita bisa mencoba dengan protein shake atau telur rebus yang dilengkapi buah dan sayur,” ujarnya.

Ketiga, jangan lupa masukkan protein pada menu sarapan kita. Memasukkan protein seperti telur atau bubuk protein ke dalam sarapan kita, akan membantu mengurangi konsumsi kalori sepanjang hari.

Hamid menyebutkan beberapa manfaat sarapan sehat yang harus dipahami masyarakat. Sarapan dapat memenuhi kebutuhan protein untuk mendukung kesehatan otot.

Selain itu, menstabilkan kandungan gula dalam darah dan mencegah lapar, membantu memenuhi kebutuhan energi bagi tubuh dan otak serta menjaga tetap kenyang hingga jadwal makan berikutnya.

Survey yang dilakukan Herbalife di Indonesia menunjukkan, telur dan susu adalah kombinasi sarapan sehat yang paling disukai masyarakat Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Untuk Malaysia orang lebih suka telur dan teh, dan Singapura susu dan oatmeal, Taiwan Saoy Milk dan telur, Australia air putih dan buah, Jepang susu dan roti, serta Korea lebih suka air putih dan nasi.

Hamid menyarankan agar dalam kegiatan sarapan, kandungan karbohidrat dibatasi. Sebaiknya komponen protein lebih diperbanyak karena selain untuk energi, protein penting untuk pembentukan otot.

“Karbohidrat yang berlebihan justeru akan membuat kita cepat lapar dan kekurangan asupan vitamin D dalam darah,” tambahnya.

Berdasarkan survey yang digelar Herbalife pada Maret 2019 dengan 5.500 responden berbagai kalangan, di 11 negara yakni Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam diketahui waktu ideal melakukan sarapan.

Mayoritas responden (75 persen) adalah dua hingga tiga jam setelah bangun tidur di pagi hari. Sementara untuk lokasi melakukan sarapan mayoritas responden Indonesia (71 persen) memilih melakukan di rumah sebelum berangkat beraktivitas.

Sedang terkait pentingnya sarapan sehat, 77 persen responden Indonesia menjadikan faktor makanan sehat sebagai faktor utama dalam menentukan pilihan menu sarapan khasnya dibanding 52 persen responden yang lebih memilih rasa sebagai pertimbangan utama. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!