Jaksa Agung Malaysia Pastikan Kasus Adelina Dibuka Kembali

Pertemuan antara Menaker RI, M Hanif Dhakiri dengan Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas membahas putusan pengadilan Tinggi Pulau Penang yang dinilai tidak adil. (Foto : Humas Kemnaker)

JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah Indonesia memprotes keras keputusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang yang memutus bebas murni terdakwa M.A.S Ambika yang diduga terlibat langsung pada kematian Pekerja Migran Indonesia, Adelina Lisao.

Dalam pertemuan dengan Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, Menaker M Hanif Dhakiri menyampaikan protes keras pemerintah Indonesaia atas persidangan kasus Adelina dan meminta untuk dibuka kembali persidangannya.

Menanggapi hal itu pihak Kejaksaan Agung Malaysia memastikan akan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang tertsebut. “Kami akan buka kembali kasus kematian Adelina Lisao. Kami akan ajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang,” kata Tommy kepada Menteri Hanif di sela-sela kunjungan kerjanya ke Malaysia terkait peningkatan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja migran Indonesia.

Menurut Jaksa Agung malaysia, Tommy, dalam melakukan banding, pihaknya tidak mengajukan dakwaan baru, melainkan tetap menggunakan dakwaan awal, yakni pembunuhan.

Jaksa Agung Tommy memastikan gugatan banding akan disertai bukti bukti yang lebih kuat, yang menunjukkan keterlibatan M.A.A Ambuka atas kematian Adelina. Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Menaker Hanif atas perhatiannya pada kasus Adelina.

Menaker juga mengapresiasi Kejaksaan Agung Malaysia yang berjanji akan mempercepat pengadilan banding kasus Adelina.

Biro Humas Kemnaker dalam sjaran persnya, Minggu (12/5) menyebutkan, kedua pejabat sepakat harus ada efek jera bagi para majikan di Malaysia yang tidak memperlakukan pekerja migran Indonesia secara manusiawi dan sesuai ketentuan hukum.

Ke depan, kedua negara bertetangga bersepakat untuk meningkatkan kerja sama perlindungan kepada pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Sebagaimana diketahui pada 18 April 2019, Pengadilan Tinggi Pulau Penang Malaysia membebaskan M.A.S Ambika (majikan Adelina – Red) dari dakwaan pembunuhan Adelina.

“Protes sudah saya sampaikan sejak awal putusan kasus Adelina melalui perwakilan Indonesia dan jaringan Diaspora Indonesia di Malaysia. Alhamdulillah hari ini bisa sampaikan langsung dan mendapat respon positif”, kata Hanif.

Adelina adalah pekerja migran Indonesia asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT yang meninggal dunia diHospital Bukit Mertajam pada tanggal 11 Februari 2018 karena diduga dianiaya majikannya, Ambika.

Tak hanya menganiaya, majikan berusia 61 tahun itu juga tega membiarkan Adelina tidur di teras trumah bersama anjing piaraannya. Berita kematian Adelina sempat menjadi pemeritaan media Internasional.

Pemerintah Indonesia mendesak pengadilan Malaysia memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. Namun, kabar mengejutkan tersiar pada 18 April 2019 setelah Pengadilan Tinggi Pulau Penang ternyata memutus bebas Ambika.

Untuk itu melalui persidangan banding yang akan diajukan Kejaksaan Agung Malaysia, diharapkan majelis hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya atas kematian Adelina. (sim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!