Kematian Petugas Pemilu Tak Bisa Langsung Disimpulkan karena Kelelahan

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), Anwar Santoso mengatakan, kematian mendadak karena penyakit kardiovaskuler 85 persen biasanya terjadi di rumah. Penyebabnya banyak faktor, seperti abnormalitas arteri koroner.

Menurutnya, terkait kematian mendadak petugas pemilu, tak bisa langsung disimpulkan hanya karena kelelahan. Karena berdasarkan penelitian di Inggris pada 1992, kesimpulannya tidak ada hubungan antara kelelahan dan kematian karena penyakit jantung saat itu.

Ia menilai ada gangguan kesehatan yang sebelumnya sudah diderita petugas pemilu yang wafat. Ditambah lagi dengan tekanan mental saat menjalankan tugas menyebabkan beban kerja jantung meningkat.

“Tekanan berat dengan punya bawaan penyakit jantung koroner akhirnya bisa meninggal. Kelelahan bukan faktor tunggal. Ada rasa emosi, stress. Apa petugas pemilu kerja dalam kondisi seperti itu?” ujarnya.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam ‘Diskusi Publik Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan’, di kantor PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Jakarta, Senin (13/5).

Ahli penyakit dalam Prof Zubairi Djoerban Sp.PD, KHOM yang juga menjadi narasumber dalam diskusi itu menyebutkan faktor kelelahan, dehidrasi, dan stress dapat memicu terjadinya serangan jantung dan stroke yang bisa menyebabkan kematian. 

Namun Prof Zubairi menegaskan hal tersebut bukanlah faktor tunggal, melainkan ada faktor-faktor lainnya yang memperparah penyakit. Karena itu, diperlukan penelitian lebih mendalam untuk memastikan apa penyebab kematian petugas KPPS.

“Kelelahan sebabkan kematian mendadak kalau jam kerja banyak dan ditambah pola hidup tidak sehat. Penyebab bisa serangan jantung dan strok. Ini perlu otopsi, toksikologi,” ujarnya.

Zubairi menyarankan perlu dilibatkan unsur medis secara lebih komprehensif untuk pemilu ke depan. Sebab, kerja petugas pemilu ternyata banyak dikeluhkan. “Demi pemilu yang lebih baik IDI punya instrumennya, periksa saja fisik dan tes kejiwaan,” ucapnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!