Air Oksigen Tidak Terbukti Perbaiki Status Hidrasi Lebih Cepat dari Air Biasa

JAKARTA (Pos Sore) — Untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh, Air Minum Dalam Kemasaan (AMDK) menjadi salah satu pilihan masyarakat. Dari berbagai jenis air minum yang dipasarkan di Indonesia, ada 4 jenis air minum dalam kemasan yang dikenal masyarakat, yaitu air mineral, air demineral, air oksigen dan air alkali (pH tinggi).

Di lihat dari segi proses pembuatan, air mineral bersumber dari mata air dari alam yang mengandung mineral. Sementara air demineral adalah air yang tidak mengandung mineral.

Air jenis ini diperoleh melalui proses pemurnian seperti destilasi (pemisahan zat-zat kimia), deionisasi (menetralisasi ion positif dan negatif), reverse osmosis (pemurnian) atau proses setara namun tetap aman untuk diminum.

Adapun air beroksigen berarti AMDK (mineral atau demineral) yang diberi tambahan oksigen dan air alkali diberi tambahan garam atau elektrolisis.

Dengan banyaknya jenis AMDK yang dijual di pasaran saat ini, tidak banyak masyarakat yang memahami perbedaan dan manfaat pada setiap jenisnya. Karena, keempat jenis air minum tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula.

Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK mengatakan, air mineral merupakan AMDK paling mudah ditemukan di pasaran. Air mineral mengandung mineral-mineral dalam jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral, sesuai dengan yang diatur dalam SNI yang berlaku.

“Dalam air mineral terdapat kandungan natrium, kalsium, zinc, florida, magnesium, kalium, dan silica yang dibutuhkan oleh tubuh,” terang dr. Diana dalam Hydration Talk bertajuk ‘Pahami Jenis dan Manfaat Air Minum Kemasan Untuk Pemenuhan Hidrasi Sehat’, di Jakarta, Rabu (14/5).

Selain manfaat dari tercukupinya kebutuhan hidrasi, untuk jenis air demineral, air dengan pH tinggi, maupun air dengan tambahan kandungan oksigen, masih memerlukan dukungan kajian ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui jenis-jenis air tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan lain, misalnya detoksifikasi, menyembuhkan kanker, tumor dan sebagainya.

“Pemahaman di tengah masyarakat bahwa air dengan pH tinggi dapat menstabilkan kadar pH tubuh, menangani tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, serta mencegah penyakit kanker, hingga saat ini klaim tersebut masih perlu dibuktikan secara ilmiah,” tandasnya.

“Air oksigen tidak terbukti memperbaiki status hidrasi lebih cepat dari air biasa. Tingkat kepercayaan tentang manfaatnya tidak terbukti meningkatkan kesehatan fisik,” lanjutnya.

Ia menyayangkan, masyarakat cenderung mempercayai komunikasi yang beredar dengan klaim yang berlebihan meski tidak memiliki sumber dan kredibilitas yang jelas.

Penting diingat, dalam memilih air minum untuk memenuhi hidrasi sehat, mengonsumsi air mineral biasa saja sudah cukup bermanfaat untuk mendukung upaya menjaga kesehatan tubuh.

Air minum kemasan yang layak dikonsumsi memiliki kemasan atau botol yang bersih, label dan tanggal kedaluwarsa yang jelas, serta kode produksi yang sama pada bagian tutup dan botolnya.

“Setelah itu, pastikan air dalam kemasan berkualitas baik, dengan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebelum diminum. Dan pastinya tidak mengandung bahan berbahaya,” tambahnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!