24.2 C
New York
06/08/2020
Aktual

Juleha Edukasi Tata Cara Sembelih Hewan Secara Halal

JAKARTA (Pos Sore) — Menjelang Idul Adha yang identik dengan menyembelih hewan kurban, Masyarakat Juru Sembelih Halal (Juleha) pun mengedukasi masyarakat Indonesia terkait tata cara menyembelih hewan secara halal.

Salah satu inisiator Juleha, Alwi Mahir, mengatakan Juleha dibentuk atas inisiatif para pelaku penyembelih. Dengan harapan, masyarakat bisa menjalankan tatalaksana penyembelihan hewan.

Entah itu hewan kurban seperti domba, kambing, unta dan lembu atau sembelihan halal lain seperti ayam, yang hukum dari kehalalannya tergantung dari tata laksana penyembelihannya.

“Juleha diketuai oleh Ustadz M. Ali Subarkah. Saat ini, berbagai kegiatan dilakukan untuk merumuskan tatalaksana penyembelihan halal. Kami juga sedang mencoba membuat media komunikasi berupa buku panduan maupun media lainnya untuk menyosialisasikan tatalaksana penyembelihan halal,” katanya.

Juleha juga secara rutin melakukan pelatihan dari masjid ke masjid untuk melatih para penyembelih. Bahkan saat ini mulai dikembangkan audit di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di sekitar lingkungan basecamp Juleha.

Alwi mengaku sampai saat ini ruang gerak Juleha masih terbatas pada dana swadaya sehingga masih sedang mencari satu media yang lebih aktif dan masif untuk informasikan tentang organisasi.

Fokus dari Juleha adalah melakukan pelatihan dan sertifikasi terhadap para pelaku penyembelih agar dapat melaksanakan tatalaksana penyembelihan sesuai dengan syariat dan keilmuannya yang digarisbawahi pada pedoman “ASUH” (Aman Sehat Utuh Halal).

“Seiring waktu dan perlahan Juleha sudah beranggotalan 450 orang di Jabodetabek, mulai juga ada di Surabaya, Malang, dan Solo,” katanya.

Juleha ingin menyuarakan dan mengedukasi masyarakat tatalaksana penyembelihan halal di Indonesia yang dianggapnya masih belum sesuai dengan kaidah maupun syariat agama.

Menurut dia, tatalaksana penyembelihan baik di RPH yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah maupun tempat penyembelihan hewan kurban lainnya masih jauh dari pedoman asuh (aman sehat utuh halal).

Ia mencontohkan penyembelihan yang dilakukan di atas selokan air atau di galian tanah. Itu akan mudah sekali terjadi cross kontaminasi bakteri antara bakteri di selokan, bakteri tanah yang bisa mencemari hewan sembelihan.

“Sehingga daya simpan hewan sembelihan tersebut menjadi turun drastis menjadi sangat singkat karena tercemar bakreri negatif,” jelasnya.

Terkait tatalaksana menyembelih dengan halal, ada syarat mendasar yang masih banyak belum dilakukan di antaranya penyembelih harus suci dari hadast kecil maupun besar.

Sementara dari sisi isu “animal welfare”, konsep ibadah kurban seringkali menjadi salah kaprah karena persepsi yang keliru. Padahal, kurban merupakan ibadah sebagaimana sabda Rosul “sembelihlah dengan rahmat”.

Karenanya, penyembelihan harus dilakukan dengan baik atau menyembelih dengan tidak memperlakukan kasar ternak sembelihan, tidak mempertontonkan sembelihan satu dengan lain, tidak di area terbuka yang dapat ditonton anak-anak di bawah umur.

Menurutnya, kondisi-kondisi tersebut masih tidak bisa tertata dengan baik sehingga pelaksanaannya cenderung mendapatkan konotasi negatif. Ini yang membuat ibadah kurban terkesan suatu kegiatan negatif yang mencemari lingkungan, kekerasan terhadap hewan kemudian edukasi negatif terhadap generasi anak sekolah.

“Ini harus dihapuskan. Bukan ibadahnya yang salah tapi yang salah tata laksananya ibadah kurban adalah sunah, menjaga kebersihan wajib. Jika hal itu dikelola dengan baik sebenarnya tidak sulit hanya butuh pelatihan, informasi dan edukasi tentang cara menyembelih dengan baik,” tambahnya.

Ia menganggap perlunya memberikan solusi terkait peralatan yang digunakan untuk melakukan kurban di sarana umum. Juleha sendiri menyediakan meja potong hewan dan tahun ini sudah berkomitmen akan membagikan 100 meja potong gratis.

“Dengan harapan akan disebarkan ke masjid, sekolah, dan panitia kurban di Jabodebatek dan sekitarnya. Harapannya, Jakarta menjadi sentra informasi yang bisa dicontoh oleh kota lain di seluruh Indonesia,” katanya.

Sebagai pendiri Juleha, ia aktif merumuskan tatalaksana kurban penyembelihan halal disinkronkan dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia dan Kementan yang kini sudah mulai terbentuk dengan utuh.

“Dan ke depan, kami harapkan Indonesia bisa menjadi kiblat sertifikasi juru sembelih sehingga Juleha bisa sertifikasi juru sembelih halal di Indonesia,” katanya.

Pihaknya berharap pemerintah mendukung perizinan baik dari sisi organisasi dan mengeluarkan sertifikasi sekaligus memfasilitasi kerja sama dengan lebih banyak pihak agar Juleha bisa diakses lebih banyak masyarakat. (tety)

Related posts

Kemristekdikti Bantu Siapkan SDM Dalam Pembangunan Blok Masela

Tety Polmasari

Isra Mi’raj: Banyak Bersujud Dinaikkan Derajatnya

Tety Polmasari

Menpan RB Tegaskan Akan Ada Sanksi Bagi Lembaga Kearsipan Berkinerja Buruk

Tety Polmasari

Leave a Comment