Pemilu Usai, Sultan Yotama Imbau Bangsa Indonesia Tetap Jaga NKRI

JAKARTA (Pos Sore) — Para raja dan sultan se-Nusantara yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) mengajak seluruh komponen bangsa untuk merajut kebhinnekaan dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka menolak segala bentuk aksi yang berpotensi memecah belah anak bangsa.

Sultan Bubohu XII, Yosep Tahir Maruf

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara halal bihalal yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta beberapa hari lalu.

Dalam acara ini hadir ratusan raja, sultan, pangeran, ratu, dan permaisuri dari seluruh nusantara.

Terkait dengan imbauan itu, Sultan Bubohu XII, Yosep Tahur Ma’ruf yang akbab disapa dengan sebutan Yotama dari Kedaton Kesultanan Bubohu di Gorontalo, Rabu malam (26/6) mengeluarkan titahnya kepada bangsa Indonesia, khususnya kepada warga Kesultanan Bubohu dan Gorontalo umumnya agar tidak terprovokasi dengan situasi apapun yang terjadi.

“Tetap menjaga ketertiban dan keamanan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Sultan Yotama.

Sama dengan seruan sultan dan raja seluruh Indonesia lainnya, Yotama mengatakan, dengan selesainya pemilu 2019, kita ingin menyatukan kembali komponen bangsa yang terpolarisasi. Pemilu sudah selesai, mari kita hadapi ke depan untuk bersatu kembali, ujarnya.

Sebab bagaimanapun, bangsa Indonesia ini terdiri dari beraneka suku bangsa, yang para leluhurnya ingin bersatu. Oleh sebab itu sebagai bangsa yang beradab, sepantasnyalah kita tidak mengkhianati cita-cita leluhur yang sudah membentuk NKRI.

“Tetap menjaga ketertiban dan keamanan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Sultan Yotama.

Perhelatan akbar Pemilu 2019, terutama Pilpres menyisakan cukup banyak pekerjaan rumah kepada para pemimpin bangsa Indonesia. Panjangnya masa kampanye dan ketatnya persaingan politik membuat masyarakat terpolarisasi menjadi dua kubu dari masing-masing pendukung capres.

Saat ini, sengketa politik sedang berlanjut di Mahkamah Konstitusi (MK) dan rencananya keputusannya diumumkan pada 27 Juli. Akibatnya tidak sedikit masyarakat yang merasa khawatir akan terjadinya gelombang demonstrasi lanjutan.

Oleh sebab itu Sultan Yotama meminta aparat keamanan untuk menjalankan tugas dan fungsainyua dengan baik dan tidak semena-mena dalam mengatasi gelombang unjuk rasa. (sim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!