Ferdinand Hutahaean Sebar Kabar Bohong

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, dikecam Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat Pusat dan Daerah terkait pernyataannya yang dinilai menyimpang dari ruh Partai Demokrat sebagaimana tertuang dalam AD dan ART Partai.

Pernyataan Ferdinand Hutahaean sebagaimana dilansir Detiknews.com, selasa (2/7). menyebutkan dengan gamblang bahwa Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD) yang menggelar konferensi pers dan mendesak agar PD segera melaksanakan KLB hanyalah sekelompok orang yang mengatasnamakan FKPD.

Deklarator Partai Demokrat Jawa Barat, Yan Rizal Usman

 

Kata Ferdinand, mereka yang mengatasnamakan FKPD merupakan orang-orang yang tak punya hak suara untuk mengevaluasi kepemimpinan SBY. Henkcy (Hencky Luntungan – Red) cs disebut hanya memperalat nama ‘Forum Pendiri’ karena yang punya hak suara untuk menggelar evaluasi ialah pengurus DPD dan DPC.

“Forum pendiri ini tidak ada dalam AD/ART,” tegas Ferdinand seperti dilansir Detiknews.com.

Ucapan ini memicu ketersinggungan dari para Pendiri dan Deklarator yang mengetahui denhgan pasti bahwa FKPD memiliki 2 (dua) hak suara dalam Kongres sesuai Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat (ART PD)Pasal 97.

Yan Rizal Usman yang tercatat sebagai Deklarator Partai Demokrat Jawa Barat ketika dihubungi kepada possore.com mengatakan pernyataan Ferdinand Hutahaean itu menunjukkan bahwa dia tidak pernah membaca AD dan ART Partai yang menjadi acuan bagi seluruh pengurus dan kader dalam mejalankan roda organisasi.

“Pernyataan itu menunjukkan kedunguannya dan sangat menyakitkan bagi kami para deklarator di daerah yang sudah bercucuran keringat, menghibahkan harta dan darah dalam membentuk partai demokrat di daerah. Dia bikin apa ? Kader ‘kutu loncat’ yang sekarang bisa menepuk dada,” tegas Yan Rizal.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Deklarator Partai Demokrat Jawa Barat memberikan waktu kepada Ferdinand Hutahaean
3 kali 24 jam untuk meminta maaf kepada FKPD-PD seluruh Indobesia melalui semua media elektronik, media cetak dan media online se tanah air.

“Jika dalam kurun waktu itu Ferdinand Hutahaean tidak berbuat sebagaimana permintaan tersebut, maka kami akan segera membuat laporan ke Polda Jawa Barat,” ujar Yan.

Menurutnya, Ferdinad sudah melanggar UU ITE tahun 2016 dengan menyebarkan berita bohong dan menyesatkan sehingga sangat merugikan dan mencemarkan nama baik para pendiri dan deklarator partai demokrat se tanah air.

Menyitir UU ITE tersebut, Yan Rizal mengatakan salah satu ayatnya berbunyi ‘Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sebelumnya Ferdinad Hutahaean juga menyebutkan bahwa DPP PD sebetulnya tidak ingin menanggapi kelompok FKPD yang mereka kategorikan sebagai ‘kelompok tak tahu diri’. Dia menganggap Henkcy cs hanya ingin mencari perhatian.

“Kelompok yang tak paham aturan dan kelompok yang hanya sedang memanfaatkan situasi untuk mencoba exist di kancah politik. Mereka lupa bahwa mereka bukan siapa-siapa dan tidak punya hak suara. Istilahnya, mereka ini hanya kelompok yang sedang ‘caper’ saja. Tak perlu ditanggapi serius, nanti mekanisme partai akan berjalan untuk memproses mereka ini secara aturan,” tegas dia. (sim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!