5000 Warung Tradisional “SAHARA” Dapat Bantuan Permodalan Rp50 Juta Tanpa Agunan

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 5.000 warung tradisional “SAHARA” atau Sahabat Usaha Rakyat di Ibu Kota mendapat bantuan permodalan sebesar Rp50 juta dalam bentuk barang. Pemberian modal itu diberikan tanpa agunan dan tanpa bunga. Ini upaya yang dilakukan Inkowapi untuk memberdayakan kaum perempuan.

Bantuan modal itu hasil kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bersama Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) dan Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi). Hadir dalam kesempatan ini Irwandi, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat.

Ketua Umum Inkowapi, yang juga pengagas warung “SAHARA” Sharmila, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan warung di wilayah DKI Jakarta untuk mendapatkan bantuan permodalan itu. Dengan kategori mereka sudah memiliki warung selama 3 tahun terakhir dan mempunyai omzet di bawah Rp50 juta per bulan.

Selain itu, warungnya mudah diakses transportasi untuk pengiriman barang. Tentu saja yang mengelola warung itu kaum perempuan yang menjadi sasaran pembinaan Inkowapi.

“Dari 5000 warung itu, sebanyak 1100 di wilayah Jakarta Pusat yang kita fokuskan di GOR Cempaka Putih ini. Ini menjadi pilot project untuk wilayah-wilayah lainnya,” kata Sharmila usai acara Perkuatan Peragenan dan Permodalan 5.000 Warung Tradisional Se-Jakarta, di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

Mereka diberikan bantuan karena ternyata banyak warung di Jakarta yang mati suri. Mereka tertindas akibat banyaknya usaha minimarket. Selain itu, banyak warung yang hanya memiliki omzet tidak sampai Rp200.000 dengan jumlah barang dagangannya yang hanya sedikit.

Inkowapi pun menggandeng BNI. Melalui program kemitraan dengan SAHARA, BNI menegaskan komitmennya untuk memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yaitu dengan menjembatani warung tradisional agar semakin mudah mendapatkan layanan keuangan dari perbankan.

Ketua Umum Inkowapi Sharmila menjelaskan, mitra agen warung tradisional diberi pelatihan oleh “mpok” bagaimana mengelola warung yang meliputi pendataan warung, permodalan, dan IT system baik offline maupun online. Mpok yang dari kalangan ‘milineal’ itu berada di kelurahan yang akan membina langsung warung. Jika di DKI ada 264 kelurahan berarti ada 260 mpok yang membina warung “Sahara”.

“Satu mpok mewakili 25 warung, bertugas membina warung, menyampaikan sejumlah program yang menghasilkan uang seperti nanti membuat bazaar. Say hellolah kepada 25 warung itu lalu memberikan materi bagaimana mempersiapkan diri untuk “bekerja”. Mpok ini lebih kepada pembinaan,” tuturnya.

Melalui penguatan keagenan dan permodalan, Sharmila berharap semua pemilik warung tradisional yang menjadi binaan SAHARA dapat mengelola warungnya dengan manajemen yang baik seperti memiliki administrasi/pencatatan keuangan yang tertib, sehingga usahanya bisa terus meningkat.

“Saya ingin bantuan kepada warung di DKI Jakarta ini bukan hanya berupa pembinaan atau pelatihan, namun juga bantuan yang nyata dalam bentuk permodalan, sehingga kewirausahaan masyarakat bisa berkembang,” katanya.

Ia berharap adanya bantuan modal yang diberikan SAHARA dan BNI, baik dalam bentuk barang maupun uang, dapat dimanfaatkan pedagang dengan baik. “Mpok inilah yang menjadi perpanjangan tangan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Divisi Bisnis usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo menyatakan, warung saat ini masih identik dengan pembukuan yang seadanya, sehingga perbankan kesulitan untuk menentukan besarnya pinjaman modal usaha kepada mereka.

Melalui kerja sama ini, diharapkan warung mulai dapat belajar untuk mengoperasikan pembukuan secara digital, dan mengelola keuangan secara mandiri sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman dan tidak kalah dengan toko retail lainnya.

“Selain itu, Agen SAHARA akan kami jadikan Agen 46 BNI, sehingga memiliki pendapatan tambahan dari komisi yang diperoleh dari setiap transaksi yang diberikan. Kami juga memberikan pinjaman modal kerja dengan bunga ringan untuk mempermudah akses pembiayaan kepada mereka,” jelasnya.

Sampai dengan saat ini BNI telah menyalurkan pinjaman program kemitraan secara nasional kepada 853 mitra binaan sebesar Rp 72 miliar dan mengelola sebanyak 25.924 Agen46 yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Agen46 merupakan kepanjangan tangan BNI dalam melayani masyarakat yang memiliki akses terbatas pada pelayanan perbankan. Layanan perbankan yang dapat diberikan pada sebuah Agen46 antara lain adalah Buka rekening, Tarik/setor tunai dan kemudahan layanan pembayaran PDAM, PLN, BPJS dan lain-lain. Agen46 juga dapat menerima pengajuan aplikasi pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pada pertemuan tersebut dilakukan secara simbolis penyerahan modal usaha berupa barang oleh SAHARA dan pinjaman kemitraan oleh BNI serta penyerahan EDC BNI kepada Direktur Marketing SAHARA, Farah Savira. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!