KH Said Agil Siraj: NU Bukan Semata Berdakwah

Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj (dok PBNU/Nur)

PURWAKARTA (Pos Sore) — Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi kemasyarakatan, didirikan bukan hanya untuk semata-mata mendakwahkan nilai-nilai keagamaan yang ramah ala ahlussunah wal jamaah. Namun lebih dari itu.

“Yang tidak kalah penting adalah NU sesungguhnya dilahirkan dalam rangka mengimplementasikan amanat kebangsaan (wathoniyyah),” kata Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA.

Hal itu disampaikan KH Said Agil Siraj pada Rapat Pleno PBNU 2019 di Ponpes Al Muhajirin 2, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat, 20 September 2019. Rapat membahas mengenai Konsolidasi Nahdlatul Ulama Menuju Muktamar ke-34.

Menurut KH Said Agil Siraj, peran keagamaan (Amanat Dinniyah) dan juga peran kebangsaan (Amanat Wathoniyyah) dijalankan secara bersama-sama dalam satu tarikan nafas dan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

KOMITMEN NU

Dalam hal mengimplementasikan amanat diniyyah dan juga amanat wathoniyyah tersebut, NU terus berkomitmen mengupayakan berbagai hal. Disebutkan antara lain:

Pertama, Bidang Agama: melaksanakan dakwah islamiyah dan meningkatkan persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dan perbedaan.

Kedua, Bidang Pendidikan: menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Ketiga, Bidang Ekonomi: mengusahakan kesejahteraan rakyat dan kebudayaan sesuai nilai-nilai islam dan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan dengan mengutamakan perkembangan ekonomi kerakyatan serta mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA. (dok PBNU/Nur)
Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA. (dok PBNU/Nur)

Pada periode ini, kata Ketum PBNU, ada tiga bidang prioritas amanat Muktamar 33 Nahdlatul Ulama yang meliputi pendidikan, kesehatan dan ekonomi, diwujudkan dengan beberapa penguatan.

Antara lain, penguatan dan pendirian 31 Universitas Nahdlatul Ulama, pelayanan kesehatan dan pemenuhan fasilitas kesehatan yang berwujud Rumah Sakit, Rumah Sakit Bersalin serta bidang ekonomi dengan titik tekan pengutan UMKM.

Dengan berlandaskan tujuan-tujuan tersebut, kata KH Said Agil Siraj, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyelenggarakan Rapat Pleno PBNU pada 20-22 September 2019 di Pesantren Al Muhajirin 2 Purwakarta.

Adapun tema yang diangkat dalam rapat pleno adalah “Konsolidasi Nahdlatul Ulama Menuju Muktamar ke-34”, dibuka langsung oleh Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruf Amin. Hadir seluruh jajaran pengurus harian PBNU, Lembaga dan juga Banom.

Sesuai dengan tema, dalam rapat pleno kali ini, konsolidasi organisasi menjadi titik perhatian utama. Juga sejumlah hal yang akan menjadi materi pembahasan antara lain: persoalan tata tertib, laporan kinerja badan otonom (Banom) serta lembaga PBNU.

Selain itu, evaluasi program Muktamar ke-33 Muktamar Nahdlatul Ulama, sekaligus mengumumkan tempat diselenggarakannya Muktamar ke-34 NU tahun 2020. (NAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!