Era Digital, Saatnya Tingkatkan Kontribusi Ekonomi UMKM

JAKARTA (Pos Sore) — Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan, target pertumbuhan ekonomi pada 2020-2024 antara 5,4%- 6,0%. Diharapkan UMKM bisa menjadi rohnya pembangunan ekonomi nasional. Karenanya, pelaku UMKM yang saat ini ibarat ‘raksasa yang tengah tertidur’ perlu terus disadarkan betapa besarnya potensi yang bisa dioptimalkan.

Meski sektor ini memberikan kontribusi yang sangat besar dalam jumlah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan, namun dalam hal penguasaan aset masih sangat kecil dibandingkan dengan usaha besar yang jumlahnya hanya mencapai 5 atau 6 ribu pelaku.

“Demikian juga dengan kredit, UMKM hanya mendapat maksimum 20% dari total kredit perbankan,” ungkapnya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Lakpesdam NU bertema ‘Infrastruktur Kebijakan dalam Meningkatkan Kontribusi Ekonomi UKM Melalui Pemanfaatan Ekonomi Digital’, di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Prof Rully memaparkan dengan jumlah pelaku mencapai 63 juta dan menyumbang 97 % total tenaga kerja, 99 % lapangan kerja, 60,34 % total PDB dan14,3% total ekspor, seharusnya UMKM bisa berbuat lebih banyak lagi dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Namun harus diakui banyak hal yang membuat itu tidak atau belum terjadi. Ketimpangan sistem ekonomi dan distribusi aset ini yang sedikit banyak membuat Indonesia terjebak dalam 5% growth trap atau jebakan pertumbuhan ekonomi di sekitar 5% saja,” tuturnya.

Karena itu, Rully sepakat, kontribusi UMKM harus terus ditingkatkan dalam perekonomian nasional. Namun, perlu dibarengi dengan keberpihakan, perlindungan dan pemberian kesempatan lebih besar pada UMKM. Dan, era digitalisasi saat ini bisa dijadikan salah satu jalan untuk membesarkan UMKM melalui berbagai regulasi maupun peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU Mohammad Maksum Machfoed, mengatakan, Indonesia telah mengalami beberapa krisis ekonomi dengan sistem ekonomi sekarang yang dibuktikan dengan banyak tergantung impor dan penguasaan oleh segelintir pengusaha.

Menurutnya, UMKM adalah pelaku ekonomi yang cocok dalam menjaga stabilisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, dengan jumlahnya yang besar dan tersebar di berbagai daerah, UMKM juga solusi untuk desentralisasi pertumbuhan perekonomian secara merata di berbagai wilayah tanah air.

“Lha ini mumpung ekonomi digital mulai tumbuh pesat, pemerintah harus lebih tanggap dalam memasarkan UMKM melalui berbagai regulasi, jangan sampai lagi lagi era 4.0 ini dikuasai oleh segelintir pengusaha saja,” katanya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!