Kemenkop UKM Terus Dorong UMKM Naik Kelas

BOGOR (Pos Sore) — Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik mengakui, bila mengacu pada pertumbuhan aset dan omzet sesuai UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, target usaha mikro, kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas memang tidak terlihat secara signifikan.

Namun, jika ditelisik lebih dalam, terjadi pertumbuhan signifikan dalam skala usaha dari UMKM tersebut. Pada jumlah usaha mikro terus meningkat sekitar 2 juta unit pertahun. Terlihat perkembangan bisnis startup yang sangat besar. Dari tidak ada usaha menjadi ada, yaitu usaha mikro.

Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kota Bogor, Rabu (9/10), Damanik lantas menunjuk Pada 2014 tercatat ada sekitar 52 juta unit dan sekarang mencapai 63 juta unit. Artinya, ada peningkatan jumlah usaha mikro sebesar 11 juta unit.

Begitu juga di dalam usaha mikro itu sendiri tercipta pengembangan skala usaha. Dari yang tadinya beraset Rp10 juta meningkat menjadi Rp40 juta. Memang, belum naik kelas menjadi usaha kecil, tapi dia naik kelas di dalam skala usaha mikro,” jelas Damanik.

Tidak berbeda dengan usaha kecil, yang terus meningkat skala usahanya, baik dari sisi aset dan omzet, namun belum masuk ke dalam level usaha menengah. Menurut UU 20, kategori usaha mikro memiliki aset kurang dari Rp50 juta dan omzet kurang dari Rp300 juta. Untuk usaha kecil, memiliki aset antara Rp50 juta sampai Rp500 juta dengan omzet antara Rp300 juta sampai Rp2,5 miliar.

Damanik menjabarkan, pembinaan yang dilakukan Kemenkop UKM juga tergambar dari kondisi UMKM yang semakin lebih bagus, stabil, dan sehat. Dari yang tadi informal, menjadi formal karena sudah berbadan hukum melalui program Izin Usaha Mikro dan Kecil atau IUMK yang sudah diterapkan di seluruh Indonesia.

“Kami berharap klasifikasi terkait UMKM naik kelas sudah harus diubah dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Karena berdasarkan fakta di lapangan, ada pertumbuhan skala usaha dari UMKM, namun belum bisa menembus untuk naik kelas ke level di atasnya sesuai dengan UU 20,” tandasnya.

Menurutnya, adanya pertumbuhan skala usaha UMKM menjadi bukti kongkrit berkembangnya UMKM di Indonesia. Aspek naik kelas UMKM tidak harus selalu berdasarkan pada peningkatan aset dan omzet saja. Legalitas dan seluruh perijinan juga bisa.

“Atau, tadinya tidak bankable menjadi bankable, yang tadi tidak memiliki sertifikasi menjadi tersertifikasi, dan yang tadi tidak e-commerce menjadi e-commerce. Bahkan, sudah banyak juga UMKM yang melakukan ekspor,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, akademisi Universitas Bakrie Jakarta Dr Suwandi berharap pendampingan bagi UMKM bisa menjadi sebuah gerakan nasional. Dengan begitu, melalui UU Nomor 20 akan ada penciptaan iklim usaha yang kondusif untuk pengembangan UMKM di Indonesia.

Untuk itu, Suwandi menekankan pada fungsi dan peran dari seluruh stakeholder dari mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat dunia usaha. Pemerintah bisa memfasilitasi UMKM dari mulai proses produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan SDM. “Pendampingan UMKM bisa dilakukan oleh korporat melalui program CSR. Yang utama adalah sinergi pendampingan UMKM harus terus ditingkatkan,” kata Suwandi.

Suwandi menyebutkan, strategi pendampingan UMKM tersebut harus fokus pada tiga sektor. Yaitu, fokus pengembangan daya saing, pengembangan akurasi merek, dan pengembangan ekspor dengan mendorong pada penerapan teknologi dan platform.

Hal senada dikatakan Founder Fokus UMKM Samsul Hadi. Pria yang akrab disapa Cak Samsul itu mengatakan, bila definisi naik kelas UMKM mengacu pada UU 20 tidak akan pernah ketemu. “Kita juga harus melihat pada prosesnya dan fakta pertumbuhan di dalamnya. Yaitu, menjadikan UMKM yang tangguh dan handal,” ucap Cak Samsul.

Karena itu, Cak Samsul berharap ada optimalisasi dari program KUR agar UMKM bisa naik kelas. Selain itu, harus ada gerakan nasional dari bawah, hingga harus juga ada regulasi yang kuat dan database UMKM terpadu. Pembinaan dan pendampingan UMKM terus diperkuat, dan adanya monitoring dan evaluasi (monev) yang terukur dan berkelanjutan. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!