Optimalkan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB Tingkatkan Sinergi dengan Tiga Stakeholder

JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus berkomitmen untuk mendorong koperasi dan UMKM nasional berkembang. Salah satunya melalui dukungan pembiayaan yang bersumber dari APBN.

Mekanisme pengajuan dana bergulir saat ini terus dilakukan perbaikan dan penyederhanaan proses agar pembiayaan tersebut dapat lebih cepat diterima oleh KUMKM. Untuk menjamin program pembiayaan di tahun 2020 lancar, LPDB-KUMKM menggelar Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Daerah.

Rapat koordinasi (Rakor) ini penting dilakukan untuk mengevaluasi dan memetakan permasalahan yang timbul selama proses penyaluran dana bergulir sepanjang 2019. Dengan begitu, diharapkan masalah-masalah yang timbul selama proses penyaluran dapat diatasi sehingga penyaluran pada 2020 dapat lebih lancar.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo, mengatakan, pihaknya akan terus mengoptimalkan penyaluran dana bergulir utamanya kepada koperasi dan UMKM. Salah satunya dengan melibatkan peran aktif dari Dinas Koperasi dan UKM di seluruh provinsi, perguruan tinggi dan juga lembaga penjamin seperti Jamkrida, Jamkrindo atau Askrindo.

“Sebenarnya hal itu sudah dilakukan di tahun 2019 ini. Namun demi memperlancar proses penyaluran dana bergulir di tahun depan, komunikasi dan sinergi dengan tiga stakeholder tersebut terus ditingkatkan dan dikuatkan,” ujarnya.

Dikatakan, kerjasama dengan 3 stakeholder — Dinas Koperasi dan UKM, perguruan tinggi dan perusahaan penjaminan, sudah dijalankan pada 2019. Tetapi untuk menghadapi tahun 2020 bagaimana mengoptimalkannya, makanya harus ada evaluasi sekaligus bagaimana cara tahun 2020 akan speed up. Tahun 2019 ini diibaratkan sebagai pemanasan.

Di tahun 2020 sendiri, Braman Setyo menyatakan target penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,7 triliun atau sama dengan tahun 2019. Untuk realisasi penyaluran dana bergulir periode 2019, hingga Oktober 2019 sebesar Rp1,024 triliun.

Pihaknya optimis dengan berbagai simplifikasi pengajuan dana bergulir dan juga koordinasi yang kuat dengan tiga stakeholder tersebut, hingga akhir tahun 2019 dana bergulir akan tersalurkan hingga mendekati sempurna yaitu 99,6 persen.

Sejak digulirkan pada 2008 hingga 2019, tercatat LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman/pembiayaan sebesar Rp9,55 triliun kepada 4.338 mitra di seluruh Indonesia.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Rully Indrawan, mengapresiasi inisiasi dari LPDB-KUMKM dalam mengupayakan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Termasuk diantaranya pelibatan perguruan tinggi (PT) dan juga perusahaan penjamin.

Menurutnya, saat ini sering terjadi sinergi dan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah kurang terjalin dengan baik. Akibatnya program-program pemerintah pusat tidak dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.

Dia berharap dengan adanya rakor LPDB-KUMKM ini dapat mendorong sinergi yang lebih baik sehingga program-program LPDB-KUMKM dapat terinformasikan secara cepat dan tepat kepada masyarakat.

“Dengan sistem otonomi daerah seringkali informasi dari pusat tidak terserap oleh masyarakat. Kalaupun terserap kadang lama prosesnya. Kalau upaya koordinasi ini terus kita bangun maka berbagai informasi dan peluang bisa segera direspon masyakarat, bisa segera diketahui oleh masyarakat karena Dinas dan perguruan tinggi berupaya ikut membangun itu,” ujar Rully. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!