Pemuda Harus Tetap Berperan Sebagai Agen Perubahan

JAKARTA (Pos Sore) — Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober menjadi momentum untuk memberikan perhatian dan mendorong para pemuda untuk melakukan aktivitas positif dan produktif sebagai kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara.

“Pemuda memiliki peran dan catatan gemilang dalam perjalanan sejarah Indonesia,” kata anggota DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati, saat berbicara dalam acara Talk Show bertema “Peran Pemuda yang Berintegritas Sebagai Penggerak Fungsi Legislatif”, di Kampus Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, Jakarta, Sabtu (26/10).

Di acara yang dimoderatori oleh entrepreneur muda Edo Aga Siswanto, ini Anis mengemukakan, sejak zaman pra kemerdekaan, pemuda memiliki peran sebagai agen perubahan. Pemuda menjadi pelaku sejarah dari peristiwa-peristiwa penting yang dialami bangsa ini.

“Dalam setiap pergantian masa dan perubahan zaman, pemuda menjadi sosok yang mampu menginspirasi dan mengiringi proses transisi yang terjadi. Perjalanan panjang bangsa ini terbentuk melalui semangat dan pengorbanan para pemuda pejuang bangsa,” urainya.

Anis menjelaskan, sejak tahun 1908 para pemuda telah berperan menjadi penggagas dan perintis kemerdekaan dengan mendirikan organisasi Budi Utomo yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Berlanjut pada 1928 dengan digelarnya kongres pemuda kedua dan diakhiri oleh ikrar sumpah pemuda.

Ikrar sumpah pemuda itu dirumuskan oleh Muhamad Yamin yang saat itu berusia 25 tahun. Dan puncaknya pada 1945 di saat para pemuda menekan Bung Karno untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Karena perannya yang konsisten dari masa ke masa, maka pemuda memiliki eksistensi dan legitimasi serta menjadi tumpuan harapan masyarakat,” tuturnya di hadapan para mahasiswa Poltekes.

Adapun potensi yang dimiliki para pemuda hari ini di antaranya 24,27% penduduk Indonesia atau sejumlah 63,36 juta jiwa adalah pemuda (data BPS tahun 2017), jumlah organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) terus meningkat yaitu sebanyak 276.787 dari tingkat nasional sampai kelurahan/desa.

Selain itu, peran pemuda dapat diandalkan sebagai agen perubahan, kontrol sosial dan kekuatan moral, kapasitas dan kualitas pemuda dapat dikembangkan sebagai penentu masa depan bangsa, pemuda pengemban misi dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Adapun masalah yang dihadapi para pemuda saat ini di antaranya rendahnya tingkat partisipasi sekolah dan pendidikan, tingginya tingkat pengangguran pemuda, terbatasnya sarana, prasarana dan anggaran pembangunan kepemudaan.

Permasalahan lainnya yaitu rendahnya tingkat daya saing kepemudaan, aktivitas pemuda lebih banyak di kota daripada di desa, program kepemudaan yang tidak terintegrasi, serta beban pemuda yang seringkali berperan ganda termasuk sebagai tulang punggung keluarga,

Menanggapi potensi dan masalah yang dihadapi oleh pemuda saat ini, Anis berharap agar para pemuda mampu menyelesaikan tugas dan kewajibannya dengan baik, berusaha menjaga nama baik bangsa dan negara, mampu memupuk keunggulan.

Pemuda juga harus peduli terhadap lingkungan, menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing, peduli terhadap problematika bangsa dan negara serta membantu mencarikan solusi-solusinya.

Bagaimana dengan peran pemuda masa kini? Anis menegaskan pemuda harus tetap berperan sebagai agen perubahan. Menjadi pionir dalam setiap proses perjuangan. Dengan karakternya yang khas yaitu enerjik, dinamis, kreatif, inovatif dan berani, pemuda harus terus melakukan kontrol sosial.

“Kontrol sosial yang dilakukan pemuda terhadap kehidupan masyarakat, kebijakan pemerintah, problematika dan masa depan bangsa, sangat penting untuk masa depan bangsa dan negara kita,” tegasnya.

Anis berharap, berbagai masalah yang dihadapi pemuda saat ini seyogyanya menjadikan pemuda lebih bersemangat untuk lebih produktif terutama dalam ikut serta memajukan bangsa. Pemuda perlu menyadari bahwa mereka menjadi tumpuan harapan masyarakat di masa depan.

“Spirit sumpah pemuda yang digagas para pemuda 91 tahun lalu harus terus hidup di dalam ruh dan di tengah jiwa para pemuda. Karena para pemuda hari ini adalah para pemimpin masa depan,” pungkas Anis Byarwati.

Berdasarkan pasal 1 angka 1 UU no. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memiliki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!