Politeknik Negeri Media Kreatif Dipercaya Kemnaker Berikan Pembekalan Calon Instruktur BLK Komunitas

JAKARTA (Pos Sore) — Politeknik Negeri Media Kreatif (PoliMedia) dipercaya oleh Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) untuk memberikan pembekalan dan pelatihan kepada 79 calon instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas selama dua bulan.

Dipilihnya PoliMedia karena lengkapnya sarana dan prasarana bidang industri kreatif yang menjadi fokus pelatihan. Tidak ada perguruan tinggi lain yang memiliki program studi lengkap bidang industri kreatif yang selengkap di PoliMedia. Jelas ini menjadi satu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi PoliMedia.

Di PoliMedia sendiri memang program studinya fokus di bidang industri kreatif yang sejalan dengan program Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada 11 tahun silam. Adapun program studi di politeknik ini yaitu di antaranya Desain Grafis, Penerbitan, Teknik Grafika, Fotografi, Seni Kuliner, Multimedia, Animasi, dan Penyiaran.

“Bagi PoliMedia ini menjadi suatu kehormatan dipercaya untuk melatih calon-calon instruktur di bidang industri kreatif dan teknologi informasi dan komunikasi,” tutur Kepala Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Negeri Media Kreatif, Dra. Heni Suprihatin, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2019)

Pelatihan dan pembekalan ini dibuka oleh Direktur Bina Instruksi dan Tenaga Pelatihan Kementerian Tenaga Kerja Fauziah. Ia menyebutkan pembekalan ini fokus pada bidang TIK dan Industri Kreatif dan ia menyakini pembekalan ini sesuai pada tempat dan ahlinya.

Dikatakan, Kemnaker berencana pada 2020 akan menambah sekitar 2000 BLK Komunitas. Jadi, sebagai persiapan dibutuhkan banyak instruktur BLK untuk berbagai bidang yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. BLK Komunitas ini menjadi solusi masih adanya sekitar 6 juta usia produktif yang menganggur.

Meski angkanya hanya 1,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia, namun tetap saja menjadi persoalan jika tidak dicari jalan ke luarnya. Dan, BLK bisa menjadi jawaban atas persoalan ini karena di BLK, masyarakat dilatih berbagai keterampilan untuk bisa membuka lapangan pekerjaan, setidaknya untuk dirinya sendiri.

Akses masyarakat untuk mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja milik pemerintah masih terbatas. Di sisi lain, infrastruktur Lembaga Pelatihan Pemerintah berupa gedung workshop, peralatan dan mesin saat ini juga masih terbatas. Dampaknya, masih minimnya pencapaian target peserta yang mengikuti pelatihan.

Karenanya, Kementerian Ketenagakerjaan yang dipimpin M Hanif Dhakiri, ini terus berkomitmen membangun Balai Latihan Kerja (BLK). Jika pada 2019 membangun 1000 BLK dengan membidik peserta di pesantren dan komunitas keagamaan lainnya, tahun depan membidik berbagai komunitas lainnya. Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia.

Di BLK Komunitas ini para instruktur memberikan bekal keterampilan atau keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja dan bagi komunitas masyarakat sekitarnya sebagai bekal untuk mencari kerja atau berwirausaha. Dengan keterampilan khusus ini para peserta dapat tampil sebagai agen pengembangan ekonomi kreatif.

“Penyiapan angkatan kerja terampil melalui BLK Komunitas ini dinilai sebagai langkah yang sangat efektif serta menghasilkan pelatihan yang lebih baik. Apalagi para calon instruktur ini kita ajak praktek langsung di lapangan. Untuk bidang boradcast misalnya, kita ajak melihat langsung bagaimana produksi Mata Najwa. Dan, mereka begitu berkesan karena bisa mengetahui lebih jauh bidang broadcast,” tambah Heni.

Kasubag Kerjasama Iis Kandar, SE, MM, menambahkan, alasan pemerintah membangun BLK ini antara lain untuk memaksimalkan bonus demografi pada 2025 hingga 2030 sehingga bonus demografi bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia. Karenanya, dengan adanya pembangunan BLK ini diharapkan dapat memperluas akses kesempatan pelatihan kerja bagi masyarakat.

Selain itu, dapat mempercepat pencapaian pembangunan daerah dan nasional melalui peningkatan kompentensi kerja dan sertifikasi. Upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan di balai latihan (BLK) milik pemerintah, kerja sama dengan asosiasi pengusaha, serta pelatihan di lembaga pelatihan masyarakat lainnya diharapkan dan mencetak tenaga terampil yang mengglobal.

Pembangunan BLK Komunitas ini sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan tahun 2019 sebagai tahun pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Menurut Presiden, untuk menghadapi persaingan global, investasi sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk bersaing dengan negara lain. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!