DPD RI Temukan Peluang Bisnis Perikanan dan Rempah-rempah di Meksiko

JAKARTA, Possore.com– Delegasi DPD RI yang tengah berkunjung ke Meksiko menemukan peluang bisnis di bidang perikanan, transportasi laut dan rempah-rempah yang dapat digarap pelaku usaha dari Indonesia.

Peluang itu tersingkap dalam pertemuan antara delegasi DPD RI dengan pimpinan Kadin Meksiko menjelang diadakannya pertemuan pimpinan parlemen Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia (MIKTA) di Meksiko City, Kamis (7/11).

Wakil Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin dan Wakil Ketua Badan Kerjasama Parlemen (BKP), Richard Hamonangan Pasaribu melakukan pertemuan dengan Ketua Kadin Meksiko untuk Asean dan Ketua Kadin Meksiko, Jorge Lopez Morton, Rabu (6/11) waktu sertempat mendapat banyak informasi tentang peluang usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku bisnis di Tanah Air.

Saat pertemuan dimulai, Sultan menjelaskan kepada pimpinan Kadin Meksiko lebih dari 500 kabupaten/kota di Indonesia terdapat banyak peluang usaha yang dapat digarap pengusaha Meksiko dan kedua pihak dapat bekerjasama secara lebih luas baik dalam skala besar, sedang, maupun kecil.

Pada kesempatan itu juga dikatakan, sektor ekonomi kreatif berkembang pesat di Indonesia sehingga memudahkan terjadinya interaksi secara lebih cepat dan luas dengan mitra-mitra dari luar.
Kendala terbesar dalam perdagangan bilateral adalah pelaku usaha kedua negara tidak saling mengetahui tentang potensi dan peluang-peluang yang ada. “Karena itu, kita perlu mengidentifikasi lahan baru untuk bisa bekerjasama secara lebih massif lagi, mulai dari investasi sampai perdagangan,” kata Sultan.

Menanggapi pernyataan itu, Jorge mengatakan, yang sekarang dipikirkan Meksiko adalah bagaimana caranya agar kami bisa berdagang tanpa harus bepergian. Sebab itu, perlu rutin mengadakan forum teleconference yang melibatkan pelaku usaha dari kedua negara. “Mungkin awalnya masing-masing pihak hadirkan 30 pengusaha secara live di layar untuk berinteraksi.”

Kepada delegasi DPD RI didampingi Duta Besar RI untuk Meksiko Cheppy T Wartono itu Jorge menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar meningkatkasn ekspornya ke Meksiko, khususnya untuk ikan laut dan air tawar sebab setiap tahun. Soalnya, Meksiko menghabiskan miliaran dollar untuk mengimpor ikan karena konsumsi dalam negeri terus meningkat dan jauh melebihi pasokan.

“Kami masih membutuhkan lebih banyak lagi ikan air tawar dan ikan laut. Pasarnya sangat besar di sini dan Anda akan heran melihat keuntungannya karena kami menghabiskan miliaran dolar setiap tahun untuk membeli ikan. Bahkan permintaan akan ikan mujair dan ikan air tawar lainnya sangat besar di negeri kami, tetapi pasokannya tidak cukup,” kata Jorge.

Untuk ikan mujair saja setiap tahun negara ini membutuhkan minimal 50.000 ton, belum lagi ikan air tawar lainnya dan ikan laut. Sementara itu permintaan akan ikan tuna sangatlah besar tetapi pasokan masih minim.

Bukan hanya ekspor produk perikanan Indonesia punya peluang menguasai pasar Meksiko. Bahkan Meksiko tidak memiliki perusahaan ekspedisi muatan kapal laut.
“Kami tak punya kapal. Pernah ada satu kapal feri untuk angkut penumpang tetapi sudah rusak. Kini hanya ada satu kapal feri untuk angkut barang tetapi itu terlalu kecil, akibatnya kami tidak bisa berdagang melalui laut,” kata Jorge.

Lebih jauh dikatakan, kalau saja ada kapal untuk angkut barang melalui Laut Karibia, pastilah ini menjadi sumber keuntungan yang luar biasa. “Dan saya sangat yakin, peluang-peluang bisnis ini sangat besar untuk anda. Sebab di bidang ini Anda tidak akan punya pesaing di sini.

Pada kesempatan itu, Michel menambahkan, Meksiko angat membutuhkan fasilitas transportasi laut semacam ini untuk menunjang perekonomiannya. “Dan kami bisa menyediakan mitra lokal bila ada pengusaha Indonesia yang mau masuk ke sini.”

Sementara itu, Dubes Cheppy menjelaskan, Kadin Indonesia Komite Meksiko akan segera menunjuk ketuanya yang akan berkunjung ke Meksiko akhir November untuk menjalin kerjasama yang lebih erat lagi.

Menanggapi itu, Michel menjelaskan, pihak Kadin Meksiko akan sangat senang bila terjalin kerjasama yang lebih luas lagi.
Dubes Cheppy juga sudah merencanakan mengadakan pameran Indonesia di Meksiko 2020 demi mempromosikan keunggulan dan peluang sektor pariwisata, investasi, budaya dan perdagangan Indonesia di Meksiko.

Selain membutuhkan produk perikanan dan fasilitas muatan kapal laut dari Indonesia, Meksiko juga sangat membutuhkan berbagai jenis bumbu masak dan rempah-rempah lainnya dari negeri kita, baik untuk industri kuliner maupun untuk industri kosmetika.

Selama ini Meksiko mengimpor rempah-rempah dari AS. Namun, sekarang dia ingin melakukan diversifikasi. “Di sini pelaku UMKM dari Indonesia dapat berpartisipasi, sebab industri aromatik di sini sangat besar dan membutuhkan suplai bahan baku dalam jumlah sangat besar pula.”

Selama ini, beberapa komoditas yang dijual Indonesia ke Meksiko adalah minyak kelapa sawit dan karet. Sebaliknya, Meksiko melihat sektor kesehatan sebagai salah satu sektor yang potensial di Indonesia, seperti peralatan medis dan farmasi karena tingginya permintaan dari Indonesia di sektor ini. (decha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!