ANRI & PERPUSNAS RI Sinergi dalam Penyelenggaraan Kearsipan dan Literasi

JAKARTA (Pos Sore) — Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) Muhammad Syarif Bando, melaksanakan kunjungan kerja ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Senin (11/11). Kunjungan Kerja tersebut diterima langsung oleh Plt. Kepala ANRI, M. Taufik beserta jajaran di Kantor ANRI, Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk membangun sinergi dan keselarasan dalam penyelenggaraan kearsipan dan literasi. ANRI dan PNRI memiliki peranan yang strategis dalam membangun peradaban melalui sinergi kedua instansi tersebut.

“Ke depan, kita akan menjadi sebuah pesawat yang harus berfungsi bersama, terus terbang bersama untuk membangun peradaban Indonesia di masa yang akan datang,” tutur Syarif Bando.

Sementara itu, Plt. Kepala ANRI, M. Taufik menambahkan pentingnya sinergi guna mencapai cita-cita Indonesia maju. Dengan tema ini kedua pihak akan selalu bersinergi, berelaborasi, berkolaborasi sehingga akan mencapai Indonesia maju sesuai harapan Presiden.

Kunjungan Syarif Bando ke ANRI juga berkaitan erat dengan kegiatan Serah Terima Arsip Statis bersamaan dengan Serah Terima Hasil Pengawasan Kearsipan, dan Serah Terima Pekerjaan Jasa Kearsipan.

Tiga rangkaian acara tersebut dilakukan secara bersamaan agar totalitas pengelolaan kearsipan di lingkungan PNRI terwujud dan terjadi percepatan perubahan penyelenggaraan kearsipan ke arah yang lebih baik. Percepatan ini sengaja dilakukan agar PNRI yang serumpun dengan ANRI dapat segera bangkit pengelolaan kearsipannya dalam kondisi atau tingkat yang ideal.

“Percepatan ini akan menjadi model kepada binaan kita, terutama di kearsipan bagaimana akselerasi pertumbuhan kearsipan, harus ditumbuhkembangkan,” terang M. Taufik.

Sedangkan khusus untuk Serah Terima Arsip Statis PNRI, hal ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam upaya ikut berperan serta melestarikan dan memanfaatkan arsip statis sebagai memori kolektif bangsa. Serah terima arsip statis ini merupakan momentum yang sangat berharga karena mewariskan jejak sejarah bangsa Indonesia.

Arsip statis PNRI yang diserahkan ke ANRI terdiri dari Peraturan Kepala PNRI, LAKIP, dan MoU dan lasin-lain sebanyak 51 nomor (7 boks/0,7 Meter Linier). Arsip tersebut merupakan memori yang sangat penting bagi masyarakat saat ini dan generasi mendatang karena menggambarkan sejarah bangsa.

Dengan diserahkannya arsip statis, PNRI telah mewariskan informasi yang sangat berharga untuk proses pembelajaran di masa mendatang. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!