6 C
New York
31/03/2020
Aktual

LAPAN: Jumlah Profesor Riset di Indonesia Masih Langka

JAKARTA (Pos Sore) — Jumlah profesor riset di Indonesia tergolong langka. Jumlahnya hanya sedikit. Hanya menempati 6 persen dari total peneliti nasional. Adanya empat profesor riset yang dikukuhkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Kamis (14/11/2019), membuat jumlah profesor riset bertambah, tetap saja langka.

Kepala LAPAN Prof Thomas Djamaluddin, M.Sc menjelaskan, ke-4 profesor riset yang dikukuhkan itu bagian dari 8 persen profesor riset dari total jumlah peneliti yang ada di lembaga itu. Hingga kini, LAPAN memiliki 22 profesor riset dari total 284 peneliti yang ada di instansi itu. 

“Sedangkan, secara nasional dengan pengukuhan 4 profesor riset ini, maka ada 539 profesor riset dari total 8.704 peneliti di Indonesia,” tegasnya, usai Orasi Pengukuhan Profesor Riset, di Balai Pertemuan Dirgantara Kantor LAPAN Pusat.

Pengukuhan profesor riset dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Eddy Hermawan, M. Sc selaku Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset. Dan dalam sejarahnya, pengukuhan profesor riset yang dilengkapi dengan orasi ilmiah para profesor, ini baru pertama kali dilakukan oleh LAPAN.

Adapun yang dikukuhkan yakni Dr. Wikanti Asriningrum, M. Si dari bidang teknologi pengolahan data penginderaan jauh, Dr. Buldan Muslim, M. Si dari bidang fisika magnetosfer dan ionosfer, Dr. Ninong Komala, M. Sc bidang lingkungan atmosfer dan aplikasinya, serta Dr. Ir. Dony Kushardono, M.Eng bidang teknologi penginderaan jauh.

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Wikanti Asriningrum, M. Si menyampaikan mengenai penginderaan jauh geomorfologi untuk pemodelan sumber daya dan bencana alam nasional. Adapun Dr. Buldan Muslim, M. Si fokus pada pemodelan dan pemantauan ionosfer real-time dengan menggunakan GNSS (Global Navigation Satellite System).

Sementara itu, orasi ilmiah Dr. Ninong Komalam M. Sc mengangkat tema pemantauan ozon berbasis data satelit dan in situ untuk mendeteksi penipisan lapisan ozon di Indonesia. Dan, Dr. Ir. Dony Kushardono, M.Eng  menyoroti bagaimana klasifikasi digital data penginderaan jauh mendukung percepatan penyediaan informasi geospasial.

Thomas pun berharap dengan jabatan dan gelar profesor riset tersebut para profesor bisa berkiprah lebih baik lagi. Diharapkan pula, dengan bertambahnya profesor riset, mampu meningkatkan riset dan penelitian, khususnya di bidang penerbangan dan antariksa. 

“Sehingga visi kami sebagai pusat unggulan penerbangan dan antariksa untuk mewujudkan indonesia yang maju dan mandiri bisa segera terwujud,” tandasnya. (tety)

Related posts

Korban Banjir Rela Antri Demi Bantuan

Tety Polmasari

Setarakan Profesi Dokter dengan Tenaga Vokasi, UU Tenaga Kesehatan Digugat IDI

Tety Polmasari

Diluncurkan Jaringan WIFI Sinyal Kuat D-Link 11 AC Series

Tety Polmasari

Leave a Comment