UKM Berorientasi Ekspor Mitra LPDB-KUMKM Raih Penghargaan

BATAM (Pos Sore) — Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) memberikan penghargaan kepada mitra binaan LPDB- KUMKM yang hasil produknya mampu menembus pasar global atau berorientasi ekspor.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan, di sela-sela acara Sosialisasi dan Bimtek Dana Bergulir LPDB KUMKM, di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (14/11/2019).

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri menargetkan untuk menciptakan 5.000 UMKM berorientasi ekspor hingga tahun 2024 mendatang. Dan, LPDB KUMKM akan memberikan pembiayaan dana bergulir bagi UKM berorientasi ekspor.

“Untuk itu, kita akan meningkatkan kerjasama dengan berbagai stakeholder, seperti Dinas Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia, Kadin, Hipmi, dan sebagainya,” kata Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo.

Braman mengakui, untuk menciptakan UKM ekspor, pihaknya bekerjasama dengan banyak komunitas atau ekosistem bisnis. Misalnya, dengan komunitas perajin jaket kulit di Garut, produk alas kaki Cibaduyut dan masih banyak lagi tersebar di seluruh Indonesia.

“Itu yang akan menjadi prioritas kami ke depan. Dan lebih bagus lagi bila komunitas-komunitas itu sudah berbentuk koperasi. Kita akan biayai koperasi tersebut untuk membantu permodalan UKM yang menjadi anggota koperasi,” tukas Braman.

Selain target menciptakan UMKM ekspor, lanjut Braman, pihaknya juga akan membantu mewujudkan target UMKM naik kelas. Dari usaha mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, dan seterusnya. “Targetnya, minimal 2% dari total jumlah UMKM sampai dengan 2024,” ucap Braman.

Braman menambahkan, target Kemenkop UKM dalam mendorong koperasi melalui modernisasi koperasi juga akan menjadi bagian langkah kerja LPDB-KUMKM. Saat ini, masih banyak koperasi yang belum menggunakan teknologi informasi atau digital dalam operasionalnya.

“Ke depan, itu akan menjadi salah satu syarat bagi koperasi yang akan mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM. Artinya, koperasi yang mendapat dana bergulir harus sudah menggunakan teknologi digital,” papar Braman.

Adapun mitra LPDB yang meraih penghargaan di antaranya, UD Nagata Tuna (asal Provinsi Banda Aceh, yang melakukan ekspor ikan tuna ke Jepang, Singapura, dan Malaysia), PD Syukestex (asal Pekalongan, Jawa Tengah, pengekspor batik ke Malaysia dan Afrika), CV Rajawali Perkasa Furniture (asal Pati Jateng, yang ekspor produk mebel ke Australia, Selandia Baru, dan Eropa).

Selain itu, CV Dharma Siadja asal Gianyar Provinsi Bali pengekspor produk handicraft ke Amerika, CV Kipas Srikandi (Pakalongan, Jateng, ekspor kipas ke Italia), Koperasi Qiradh Baburrayyan (Aceh Tengah, ekspor kopi ke Amerika), KSU ‘Sara Ate’ (Aceh Tengah, ekspor kopi), dan Perusahaan Tenun Kusuma Tex (Solo, Jateng, ekspor batik). (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!