Moeldoko Bertemu Lulusan Vokasi P2TIM Teluk Bintuni, Papua Barat di Istana Merdeka

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 6 orang lulusan Vokasi Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) dari Teluk Bintuni, Papua Barat yaitu Barend Oscar Rumbrawer, Ali Kawager, John Albert Manibui, Marthen Rudamaga, Agustinus Maidepa dan Alex Siyoho, pada Rabu (14/11) bertemu Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Pertemuan ini bertujuan untuk audiensi perihal membangun SDM Papua untuk Indonesia yang lebih maju. Mereka menyampaikan pengalaman mereka dari sebelum bersekolah di P2TIM Teluk Bintuni hingga saat ini sudah berhasil mengubah hidup menjadi lebih baik
dengan bekerja di industri konstruksi.

Kedatangan lulusan vokasi P2TIM juga didampingi oleh Sarwono Pratomo Satrio, Presiden Direktur PT. Petrotekno, selaku operator dari P2TIM yang bekerjasama dengan Pemda Teluk Bintuni, Papua Barat. Petrotekno sendiri adalah penyedia Pelatihan Keterampilan Teknik Operasi, Pemeliharaan, dan Konstruksi terkemuka yang berbasis di Indonesia.

Sarwono menjelaskan pelatihan vokasi P2TIM telah meluluskan sekitar 400 lulusan di bidang konstruksi seperti rigger, welder, scaffolder, dan lainnya dengan persentasi hampir 100% lulusan telah bekerja di perusahaan yg tersebar di seluruh Indonesia.

Pelatihan dan Pendidikan di P2TIM gratis biaya dan akomodasi selama masa pendidikan 3,5 bulan, dengan dukungan sepenuhnya dari Pemda Teluk Bintuni.

Petrotekno sebagai operator P2TIM menyiapkan infrastruktur dan tenaga ahli yang memberikan pelatihan dan Pendidikan
bersertifikasi nasional dan internasional seperti ECITB, BNSP dan lainnya sehingga memastikan lulusan P2TIM layak bersaing di perusahaan-perusahan yang sesuai dengan bidang Pendidikan yang diambil.

Audiensi ditutup dengan pesan Moeldoko kepada lulusan vokasi P2TIM, untuk tetap
semangat bekerja dan bisa menjadi motivator yang baik buat keluarga dan sekeliling mereka yang mau mengubah nasib menjadi lebih baik lagi. Bahwa pendidikan yang baik adalah salah
satu kuncinya.

“Dan negara akan selalu hadir untuk anak-anak bangsa bukan hanya dari Papua, tapi juga seluruh negeri. Seperti halnya visi misi Presiden Jokowi yang ingin fokus dalam membangun SDM,” katanya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!