13 C
New York
19/04/2021
Aktual Ekonomi

Perum Bulog Lelang 20 Ribu Ton Beras Cadangan Pemerintah

POS SORE – Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso atau Buwas mengungkapkan pihaknya segera melelang 20.000 ton beras yang sudah turun mutu. Beras yang merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) ini jika ditahal lebih lama terancam busuk.

“Ya, mekanismenya akan dilelang. Terserah yang beli nanti mau dijadikan apa. pembeli nya diperkenankan untuk mengolah beras, misalnya menjadi tepung, pakan ternak, hingga etanol. Yang pasti, semua itu ditawarkan melalui lelang.” Kata Buwas di Kantor Bulog, Jakarta, Selasa, (3/12).

Buwas menyebut hasil lelang yang diterima Bulog akan dicatat dan dilaporkan kepada negara. Dari sana, ia akan meminta Kementerian Keuangan mengganti selisih harganya.

“Misalnya dilaporkan dari 20 ribu ton itu lakunya sekian, pengembaliannya dulu sekian, maka selisih harganya akan kami mintakan penggantian ke negara. Jadi walau dilelang Bulog tidak mengalami kerugian,” katnya.

Menurut Buwas, lelang itu akan dilaksanakan setelah ada pernyataan dari Kementerian Keuangan bahwa ada penggantian dari negara. Sejauh ini pihaknya masih menunggu hingga Bulog belum bisa melakukan apa-apa karena belum ada keputusan bahwa negara akan membayar selisihnya.

Buwas menjelaskan bahwa Perum Bulog melakukan pelepasan stok beras yang sudah mengalami setelah ada pemeriksaan laboratorium yang direkomendasi Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan BPOM.

“Jangan salah yang beras yang terancam busuk itu tidak dimusnahkan, karena beras tersebut masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan penukaran, penjualan di bawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 Tahun 2018 tentang pengelolaan Cadangan Beras Pemeritah,” kata Buwas.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menjelaskan, Bulog sendiri tidak mengalami kerugian dengan kondisi beras yang harus dimusnahkan,

karena menurut Buwas penyerapan gabah dan beras yang dilakukan Bulog dalam rangka penugasan pemerintah. Artinya sesuai UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, apabila ada potensi kerugian atas penugasan akan ada kompensasi. “Jadi Bulog tidak pernah minta-minta ganti rugi hanya berdasarkan regulasi saja,” tutur nya.

Buwas menambahkan beras yang masuk ke Gudang Bulog telah melalui proses pemeriksaan kualitas oleh surveyor independen, dan perawatan kualitas dalam gudang sesuai dengan SOP yang berlaku. Sehingga, ia menjamin beras selalu dalam kondisi segar dan baik.

Selain menjelaskan soal lelang beras yang turun mutunya, Dirut Bulog juga memaparkan kebijakan lembaganya untuk tahun 2020 yang akan lebih focus pada penguatan peran komersial, sejalan dengan berkurangnya penugasan dari pemerintah dalam penyediaan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kedepannya, Perum Bulog akan lebih meningkatkan kinerja komersial melalui penjualan komoditi pangan melalui online dan offline. Juga optimalisasi asset dan penguatan anak perusahaan serta unit bisnis,” kata Buwas.

Belakangan Perum Bulog terus melakukan sejumlah inovasi bisnis beberapa diantaranya yakni memodernisasi gudang beras yang dimiliki secara bertahap di seluruh Indonesia, memproduksi beras bervitamin (terfortifikasi) dan terakhir merambah bisnis e-commerce dengan meluncurkan toko pangan online “panganandotcom”.

Sejauh ini kerjasama bisnis terus dilakukan dengan berbagai BUMN dan pihak swasta lainnya telah dilakukan seperti penyediaan natura karyawan BNI dan BRI, penjualan sembako ke Grab Kios serta sinergi bersama asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) dalam memasok beras ke ritel modern. (aryo)

Related posts

Melongok Koperasi Pontren Al Ittifaq sebagai Pusat Inkubasi Agrobisnis

Tety Polmasari

Pekerja Unskill Dari Tiongkok Serbu Indonesia

Tety Polmasari

Balitbangtan Dukung Penuh Kemajuan Pertanian di Tanjung Jabung Timur

Tety Polmasari

Leave a Comment