24.8 C
New York
10/08/2020
Aktual Nasional

Dr. Anis: Dosen Harus Terus Kembangkan Keterampilan Digital

POS SORE – Departemen Tenaga Kerja AS (U.S. Department of Labor) memperkirakan, dalam waktu tak terlalu lama atau sekitar 5-6 tahun kedepan sekitar 65% murid sekolah dasar di dunia akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada di hari ini. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disarankan merespon isu-isu strategis  terkait Revolusi Industri 4.0, dimana digitalisasi menjadi kuncinya.

Hal tersebut dikemukakan dosen pascasarjana Universitas Brawijaya Surabaya, Dr Anis Byarwati, dalam seminar sehari Pendidikan di Era Revulusi Industri 4.0 di yang diselenggarakan di Aula Ponpes Putra Attaqwa Bekasi, Selasa (10/12) kemarin.

Seminar Pendidikan 4.0 yang digelar dalam rangkaian Milad 25 Tahun Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa Bekasi yang jatuh 14 November lalu itu selain Dr Anis Byarwati sebagai pemakalah utama, seminar ini juga menghadirkan Dr. Abdul Jabar Majid, MA, dengan judul makalah Integritas Guru.

Pada kesempatan ini Abdul Jabar Majid yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Jawa Barat IX ini menggunakan momen Seminar Pendidikan 4.0 ini untuk menjaring aspirasi masyarakat pada reses I tahun Sidang 2019-2010. Sementara Dr Ilyas mengupas secara mendalam dunia pendidikan dengan makalah Revolusi Industri dan Dampaknya Bagi Lingkungan (Menggagas Fiqh Al-Bi’ah).

Menurut Anis Byarwati, mulai sekarang guru harus sudah menguasai teknologi. Kalau guru tidak menguasai teknologi dia akan tergilas oleh zaman. “Sekarang murid bisa mengakses informasi dari banyak sumber internet. Kalau gurunya tidak mau belajar, ya nanti bisa kalah pintar dari muridnya,” katanya.

Anis mengingatkan, Revolusi Industri 4.0 yang sekarang tengah berproses itu tak bisa dicegah karena miliaran manusia telah dan akan terhubung dengan perangkat seluler (mobile devices) yang memiliki kemampuan dan kekuatan untuk memproses, menyimpan, dan mengakses pengetahuan melalui internet.

Lalu apa yang harus dilakukan guru  atau dosen di era revolusi 4.0? Menurut Anis minimal ada 5 hal yang harus dilakukan, pertama adalah adanya komitmen peningkatan investasi di pengembangan digital skills. Kedua seorang guru harus selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru, ketiga harus terus menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill.

Keempat yang harus dilakukan para pemangku pendidikan adalah melakukan kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan. Dan kelima adalah menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukan materi terkait human-digital skills.

Seminar yang dimoderatori Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Abdul Salam ini dibuka dengan wecome speech oleh Ketua STAI Attaqwa KH Dr Abid Marzuki, M. Ed. Dalam sambutannya Abid sempat mengutip pendapat penulis dan futurology AS terkenal Alvin Toffler tentang teori gelombang ketiga (The Third Wave).

Dalam bukunya tersebut Alvin Toffler menjelaskan bahwa terdapat 3 gelombang peradaban manusia. Gelombang pertama adalah gelombang agraris, gelombang kedua adalah industri dan gelombang ketiga adalah informasi. “Dan saat ini kita tengah berada ditengah-tengah gelombang peradaban informasi digital tersebut. Oleh karena itu apapun alasannya kita harus menguasai digital skill ini,” tegas Abid Marzuki. (aryo)

Related posts

71 Tahun RI, Perjuangan Sektor Pertanian Tingkatkan Dayasaing

Tety Polmasari

KOWANI Ditunjuk Sebagai Panitia Nasional PHI ke-87 Tahun 2015

Tety Polmasari

Selain pisang cavendish, Posdaya Flamboyan juga tanam Jerlem

Tety Polmasari

Leave a Comment