25.1 C
New York
31/05/2020
Aktual Kesra

50 Anak Ikut Khitanan Massal, Meriahkan HUT Ke-2 RSIA Brawijaya Depok

BOJONG SARI (Pos Sore) — Tangis anak lelaki itu tak terbendung lagi di depan lobby RSIA Brawijaya (Brawijaya Hospital) Depok, Jumat (10/1/2020). Dalam pangkuan sang ayah, tangisnya tak kunjung berhenti sambil menyerukan kata sakit pada alat kelaminnya. Rupanya ia habis disunat. Itu terlihat dari sarung yang dikenakannya sengaja disingkap hingga memperlihatkan area kelamin yang disunat.

Si ibu yang juga ikut berjongkok mencoba membujuknya untuk tidak menangis lagi. wajah sang anak pun dibelai-belai seraya menyeka butiran-butiran keringat yang mengucur dari wajahnya yang begitu tegang dengan tissue kertas. Namun tetap tak menutupi warna wajahnya yang memerah akibat tangisannya.

Dia tak sendiri. Ada sekitar 50 anak yang tinggal di sekitar Bojongsari, Depok, mengikuti khitanan massal yang digelar RS Brawijaya Depok dalam rangka hari jadinya yang ke-2 tahun. Dari sekian anak itu, ada juga yang biasa-biasa saja, tidak menangis, dan seolah melupakan rasa sakit yang terhapus oleh rasa bahagia karena sudah disunat.

Khitanan massal yang berkolaborasi dengan OCBC NISP Syariah, ini tidak dipungut biaya alias gratis. Mereka ditangani para dokter RSIA Brawijaya yang tentu saja dilakukan penuh kehati-hatian dan kasih sayang. Para pesertanya, anak-anak kurang mampu dan anak panti asuhan yang berada di sekitar RS Brawajiwa. Anak-anak juga mendapatkan bingkisan dan uang santunan.

Direktur Brawijaya Hospital drg. Hestiningsih, SE, MARS, mengatakan, sunatan massal ini bentuk kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat. Ada sekitar 50 anak dari rentang usia 3 – 12 tahun ikut sunatan massal yang baru pertama kali diadakan sejak rumah sakit ini resmi beroperasi pada 11 Januari 2018.

“Sunatan massal ini sebagai salah satu bentuk kepedulian dan rasa terima kasih RSIA Brawijaya Depok kepada warga sekitar yang mendukung keberadan rumah sakit ini. Kami berharap, masyarakat dapat merasakan kegiatan positif yang digelar oleh RSIA Brawijaya Depok. Mudah-mudahan kegiatan ini, bisa menjadi  agenda rutin dan akan terus berlanjut tiap tahunnya,” katanya ditemui di sela kegiatan.

Hesti mengungkapkan, selama dua tahun keberadaannya di Kota Depok, RSIA Brawijaya sudah melakukan tindakan bedah sekitar 500 operasi, dan sudah menangani 40.000 pasien rawat jalan. Untuk tahun ini, ia berharap RSIA Brawijaya akan naik peringkat menjadi rumah sakit umum (RSU) seiring dengan bertambahnya jenis pelayanan di Brawijaya.

“Tentunya kami akan terus melakukan peningkatan pelayanan, sehingga nantinya Brawijaya Hospital Depok tidak hanya fokus menangani pasien ibu dan anak saja akan tetapi juga pasien yang terindifikasi penyakit lain. Saat ini pun kami juga sudah melayani beberapa kasus kecelakaan kerja,” papar Hesti.

Senior Vice President OCBC NISP Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan di Brawijaya Hospital Depok karena sejalan dengan visi perusahaan sebagai lembaga keuangan berbasis syariah. Ini menjadi salah satu wujud nyata dari Corporate Social Responsibility (CSR) OCBC NISP Syariah.

“Dengan mendukung kegiatan sunatan massal maka OCBC NISP juga ikut mendukung program pemerintah dalam menyehatkan masyarakat. Kalau di kami ada Dana Kebajikan yang disalurkan khusus seperti kegiatan semacam ini,” katanya.

Selain sunatan massal, RSIA Brawijaya juga telah menggelar senam bersama dan bincang kesehatan pada Sabtu (11/1/2020). Sementara untuk jalan sehat gratis akan dilakukan pada 19 Januari 2020 yang ternyata sudah ada sekitar 1000 orang yang mendaftar. Bagi RSIA Brawijaya, event ini bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu. Bersama OCBC NISP Syariah, RSIA Brawijaya juga telah memberikan santunan berupa makanan dan obat-obatan bagi korban banjir di Kecamatan Pasir Putih Pengasinan Sawangan Depok. Brawijaya Hospital Depok juga siap membuka posko pelayanan kesehatan masyarakat di lokasi banjir. Bagi korban banjir yang terkena dampak penyakit seperti gatal atau gangguan pernafasan bisa datang berobat ke sini. Tak perlu khawatir, bagi korban banjir tidak dikenakan biaya berobat. (tety)

Related posts

Bill Gates Tawarkan Dana Untuk Teliti Vaksin Covid-19, Mulyanto Ingatkan Hati-Hati

Akhir Tanjung

5 Pelaku Pencurian Modus Ganjal ATM Diamankan

Tety Polmasari

Jika Tidak Inovasi Teknologi, Koperasi Bakal Tertinggal

Tety Polmasari

Leave a Comment