1.6 C
New York
29/02/2020
Aktual

Rakornas Citra Satelit Penginderaan Jauh 2020 LAPAN, Ini Arahan Menristek

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro didampingi Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Prof Dr Thomas Djamaluddin, membuka Rapat Koordinasi Nasional Citra Satelit Penginderaan Jauh 2020 bertema Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh Cerdas dan Inovatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Rakornas ini bertujuan untuk mencari solusi permasalahan dalam pemanfaatan data atau informasi satelit penginderaan jauh serta implementasi sinergitas dalam program riset nasional. Presentasi utama dalam rakornas ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinasi Perekonomian Wahyu Utama.

Dalam pengarahannya, menristek meminta
LAPAN memprioritaskan pengembangan satelit dan penguasaan teknologi pemantauan. Selain untuk penguatan sistem komunikasi, juga untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara serta komersial. Satelit ini nantinya punya kapasitas besar yang tidak hanya digunakan misalkan keperluan pertahanan keamanan tapi juga untuk kepentingan komersial lain.

Menristek mengakui saat ini satelit masih menjadi suatu kemewahan, dan masih ada pihak yang bergantung pada pemilik satelit yang umumnya berasal dari luar. Bangsa Indonesia harus terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan lokal atau domestik di dalam menyediakan citra satelit tersebut sehingga tidak bergantung pada pihak luar.

“Kemandirian bangsa untuk pemanfaatan satelit harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meskipun saat ini sudah menjadi penyedia tunggal citra satelit di Indonesia tapi saya harapkan adalah ada penguasaan teknologi dan transfer teknologi sehingga LAPAN bisa berkonsentrasi dalam bidang satelit,” tandasnya.

Dengan melihat perkembangan zaman dan teknologi informasi yang semakin canggih, LAPAN harus memberikan perhatian lebih atau prioritas kepada pengembangan satelit. “Bisa dimulai dengan satelit skala mikro, satelit orbit rendah sampai kemudian tentunya kita berupaya berharap suatu saat Indonesia itu punya presence atau kehadiran di angkasa luar,” ujarnya.

Atas arahan menristek tersebut, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menuturkan, LAPAN fokus pada teknologi keantariksaan pengembangan satelit didukung dengan pengembangan pesawat tanpa awak karena baik satelit maupun pesawat tanpa awak satu bagian yang integral untuk sistem pemantauan

LAPAN menjadi koordinator dalam program pengembangan satelit dalam Prioritas Riset Nasional 2020-2024, yakni membuat satelit komunikasi orbit rendah konstelasi. Yang nanti di dalamnya tentunya bukan hanya untuk komunikasi, tapi satelit untuk penginderaan jauh juga menjadi program yang terus dilanjutkan.

Menurut Thomas, citra satelit saat ini menjadi kebutuhan yang harus ada untuk rencana detil tata ruang, pembangunan, deteksi awal kebencanaan dan kerusakan lingkungan termasuk tanggap darurat ketika terjadi bencana. LAPAN bisa memberikan citra satelit dan bagaimana pemanfaatannya bisa dikoordinasikan.

Terkait kebencanaan, LAPAN bisa berikan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dengan menyediakan aplikasi LAPAN fire hotspot. Ini adalah sistem informasi pemantauan kebakaran hutan atau lahan yang memberi koordinat panas yang bisa menjadi penyebab kebakaran hutan berbasis website dan aplikasi mobile yang dilengkapi dengan informasi posisi dan lokasi titik panas (hot spot), jenis satelit yang digunakan, sumber perolehan data, serta statistik yang dapat lebih mudah digunakan dan dimengerti oleh pemangku kepentingan dan pengguna.

Cukup dengan menggunakan smartphone berbasis android, pihak kementerian dan lembaga daerah bisa mengidentifikasi hotspot. LAPAN pun menggunakan citra satelit yang resolusinya lebih baik agar diharapkan koordinat yang diperoleh oleh informasi tersebut akurat dan dapat memperbesar persentase pencegahan kebakaran hutan.

“Kami juga mengembangkan aplikasi lain. LAPAN ingin meningkatkan layanan,” kata Thomas seraya menambahkan LAPAN juga tengah mengembangkan aplikasi dan platform lain. Salah satunya Program Riset Nasional PLATYPUS LAPAN. Diharapkan perkembangan riset dan inovasi dari LAPAN bisa memberikan dampak yang signifikan untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Dalam kesempatan ini LAPAN menyerahkan data dan mosaik data satelit penginderaan jauh berbagai resolusi hasil akuisisi tahun 2019 serta dua e-book berjudul “Informasi Spasial Tematik Klasifikasi Tanaman Sawit Berdasarkan Umur” dan “Informasi Potensi Lokasi Budaya Kerapu dan Rumput Laut Berbasis Data Satelit”. (tety)

Related posts

Jambore Peternakan Nasional 2017: Presiden Berharap Ada Korporasi Peternakan Milik Rakyat

Tety Polmasari

Perkuat UMKM Naik Kelas dengan Menjaring Kemitraan

Tety Polmasari

Ini Capaian Kinerja Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM

Tety Polmasari

Leave a Comment