24.2 C
New York
04/06/2020
Aktual

RS Kanker Dharmais Luncurkan Metode Baru Pencegahan Kanker Serviks

JAKARTA (Pos Sore) — Rumah Sakit Kanker Dharmais meluncurkan penggunaan metode terbaru pencegahan kanker serviks: HybridCapture 2 DNA HPV atau HPV DNA HC2. Metode skrining tersebut yang diklaim memiliki akurasi yang sangat tinggi mencapai 96 persen dalam mendeteksi adanya kanker serviks.

“Dengan metode terbaru skrining HybridCapture 2 DNA HPV ini maka dapat mendeteksi adanya DNA Human Papiloma Virus yang menjadi penyebab kanker serviks bahkan sebelum terjadinya kanker,” kata Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp THT – KL (K), MARS, di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, tes HPV DNA telah terbukti dapat menurunkan angka insiden
kanker serviks secara signifikan dibandingkan IVA dan Papsmear. Metode HPV DNA HC2 yang memiliki akurasi sangat tinggi sampai 96% ini juga ternyata
biayanya jauh lebih ekonomis dalam penggunaan per lima tahun dibandingkan metode lama papsmear yang akurasinya hanya 60% – 80% dan dilakukan setiap tahun.

Dikatakan, metode terbaru itu sebagai bentuk dukungan RS Kanker Dharmais terhadap program pemerintah dalam mencegah resiko terjadinya kanker serviks dan menurunkan angka insiden akibat kanker serviks. Dengan demikian akan menurunkan angka kejadian kanker serviks dan menurunkan biaya pengobatan.

Dengan diluncurkannya HPV DNA Test, diharapkan angka kejadian dan angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia bisa diturunkan. Karena ternyata meski pemerintah telah melakukan berbagai program untuk deteksi dini kanker serviks, tetapi masih banyak ditemukan pasien datang dalam stadium lanjut.

“Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan suatu metode yang dapat mendeteksi dini infeksi virus HPV sebelum berkembang menjadi kanker dan metode terbaik adalah HPV DNA Test Hybrid capture 2,” terangnya.

WHO sendiri merekomendasikan tes HPV DNA di atas skrining dengan IVA dan papsmear. Untuk memperkenalkan metode terbaru tersebut RS Kanker Dharmais bekerja sama dengan PT. UBC Medical Indonesia melakukan 250 tes HPV DNA secara gratis. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia.

Metode tersebut “lahir” karena dilatarbelakangi adanya fakta yang mengungkapkan setiap tahun sekitar 14.000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks dan lebih dari 7.000 perempuan meninggal akibat kanker serviks di Indonesia. Dan, itu berarti dalam setiap 1 jam terdapat 1 orang wanita di Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks.

“Semua wanita yang sudah berhubungan seksual memiliki resiko terkena kanker serviks, tapi setiap wanita tersebut juga dapat mencegahnya dengan melakukan skrining kanker serviks,” tuturnya seraya menyarankan agar wanita usia 30 tahun – 50 tahun melakukan skrining kanker serviks secara berkala supaya terhindar dari kanker serviks.

Di RS Kanker Dharmais sendiri, kasus kanker serviks menduduki urutan kedua jenis kanker terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara. Umumnya pasien datang ke rumah sakit sudah dalam stadium lanjut.

Ia menyarankan setiap perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual untuk melakukan deteksi dini kanker seviks melalui skrining baik melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), pemeriksaan sitology konvensional (Papsmear), Liquid Based Cytology (LBC) maupun HPV DNA Test.

Selain RS Kanker Dharmais, metode skrining dengan HPV DNA test ini sudah bisa diperoleh di Yayasan Kanker Indonesia (YKI). (tety)

Related posts

Politisi Senior PKS Kritisi Jokowi Soal Penanganan Wabah Covid-19

Akhir Tanjung

Agar Kian Berintegritas, BG Perkuat Peran BIN

Tety Polmasari

BATAN Luncurkan Aplikasi Pengurusan Administrasi Pengolahan Limbah Radioaktif

Tety Polmasari

Leave a Comment