6.9 C
New York
26/02/2020
Aktual Kesra

Politeknik Negeri Media Kreatif Siap Jalankan Gagasan Kampus Merdeka

JAKARTA (Pos Sore) — Gagasan Kampus Merdeka yang digulirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dinilai Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif Dr. Purnomo Ananto, MM, sangat positif bagi kalangan perguruan tinggi. Salah satu yang digagas yaitu tidak ada keharusan perguruan tinggi menaikkan akreditasi program studi.

Perguruan tinggi benar-benar “merdeka” untuk menentukan “nasibnya sendiri” tanpa harus direpotkan dengan bertumpuk-tumpuknya berkas dan waktu yang lama. Misalnya program studi saat ini berakreditasi B, lalu tidak ingin naik akreditasi, tetap puas di akreditasi yang ada, tidak dilarang.

Jadi, mau menaikkan akreditasi atau tidak, perguruan tinggi diberi kebebasan. Namun, tetap ada pengawasan. Jika ada keluhan dari masyarakat mengenai suatu program studi atau tiba-tiba jumlah mahasiswa menurun, tim pengawas akan memberikan tindakan.

“Ini bagus, tidak merepotkan dosen untuk menyiapkan borang dan laboratorium. Merdeka Belajar telah membuat kampus benar-benar merdeka. Terutama dosen yang selama ini terlalu terbebani dengan tugas-tugas administratif,” katanya, di ruang kerjanya, Rabu (12/2/2020).

Sebelum gagasan Kampus Merdeka dilontarkan mendikbud, Polimedia sudah menjalanan gagasan tersebut, terutama dalam hal magang di BUMN dan industri. “Sekarang kita tinggal menguatkan saja. MoU dengan BUMN dan industri akan ditambah dan diperluas karena ini sangat bagus bagi kedua pihak.

Karena dalam program magang ini ada tiga hal yang dapat diperoleh kampus. Yakni keterlibatan industri untuk ikut menyusun kurikulum, kebersediaan industri menerima mahasiswa untuk magang, dan hasil dari magang tersebut direkrut oleh industri untuk menjadi pegawai atau karyawannya.

Ia mengakui program magang kerja yang diterapkan di Polimedia telah membuat lulusan Polimedia lebih siap terjun ke dunia kerja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pihaknya, ternyata 82,3 persen lulusan Polimedia terserap di dunia kerja. “Paling tinggi desain grafis, sebanyak 89 persen lulusan langsung bekerja. Ini luar biasa,” tambah Ananto.

Untuk mengimplementasikan gagasan magang kerja, Polimedia, membutuhkan lebih banyak lagi industri maupun BUMN sebagai tempat magang mahasiswa. Sebab dalam setahun rata-rata ada 1000 mahasiswa yang membutuhkan tempat magang.

Meski cukup besar kebutuhan tempat magang, Ananto mengakui tidak kesulitan mencari industri atau BUMN untuk magang mahasiswa Polimedia. Alasannya, program studi yang dibuka di Polimedia bukanlah jenis program studi yang juga dimiliki politeknik negeri lainnya yang memiliki kekhasan tersendiri. Artinya program studi tersebut masih langka, sehingga justeru menjadi rebutan BUMN maupun industri.

“Yang terjadi adalah industri berebut meminta mahasiswa kita magang. Habis itu mereka juga minta lulusan kita bekerja. Sudah banyak perusahaan telpon dan menanyakan kesediaan mahasiswa,” ungkapnya.

Kini untuk lebih optimal implementasi dari gagasan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Polimedia menunggu juknis dari 5 produk Permendikbud yang dijadikan sebagai payung hukum gagasan Merdeka Belajar. Jika juknis sudah terbit, maka Polimedia akan segera menyusun langkah lebih lanjut lagi guna memperkuat implementasi gagasan Kampus Merdeka. (tety)

Related posts

Modernisasi Koperasi Mutlak Diperlukan

Tety Polmasari

4 Tersangka Geng Rampok Diciduk

Tety Polmasari

Presiden Pastikan Pilgub DKI dalam Kondisi Aman

Tety Polmasari

Leave a Comment