25.5 C
New York
09/07/2020
Aktual

Hasil Audit Laporan Keuangan Jamsyar: Opini Wajar Tanpa Modifikasian

JAKARTA (Pos Sore) — Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace, Karunawan (HGK) pada 27 Januari 2020 telah mengaudit laporan keuangan PT. Jamkrindo Syariah tahun buku 2019. Hasilnya pun cukup membanggakan: opini wajar tanpa modifikasian atau wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan ini sebenarnya sudah dirilis pada 8 Januari lalu, dan hasilnya tak jauh berbeda.

“Hasil audit ini sudah cukup memenuhi unsur transparansi sehingga menghasilkan kinerja tetap istimewa di tahun 2019. Rencana anggaran tercapai dengan baik. Ini semuanya berkat upaya bersama keluarga besar Jamkrindo Syariah,” kata Direktur Keuangan Jamkrindo Syariah Gatot Suprabowo, saat menyampaikan hasil laporan keuangan yang sudah diaudit, di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Gatot menyebutkan, pada 2019, aset Jamsyar tumbuh 41,92% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya setoran modal dari pemegang saham yang terealisasi di tahun 2019 sebesar Rp 175 milyar dan penerimaan Imbal Jasa Kafalah sebesar Rp 295,32 milyar. Penambahan tersebut mengakibatkan pertumbuhan dana kelolaan Jamsyar.

“Ini menandakan semakin meningkatnya kepercayaan pemegang saham dan masyarakat kepada Jamsyar sehingga membuat kami juga semakin percaya diri dalam bersaing dengan kompetitor di segmen yang sama. Kinerja keuangan Jamsyar yang cukup cemerlang ini menambah optimisme untuk meraih sukses yang lebih gemilang di tahun 2020,” katanya.

Direktur Keuangan, SDM dan Umum Endang Sri Winarni, menambahkan, bisnis Jamsyar tumbuh luar biasa karena juga pada periode tersebut instrumen investasi berupa deposito dan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). Nilai deposito dan SBSN di akhir tahun 2019 masing-masing sebesar Rp 495,24 milyar dan Rp 163,65 milyar. Komposisi tersebut ditetapkan untuk mencapai target pendapatan investasi dan memenuhi kebutuhan likuiditas terkait pembayaran kewajiban perusahaan.

Di samping itu, komponen asset lain yang cukup signifikan adalah Biaya Dibayar di Muka dan Aset Lain-Lain. Biaya Dibayar di Muka tersebut sebagian besar merupakan biaya penjaminan ulang/re-asuransi atas penjaminan yang belum jatuh tempo dan belum diakui sebagai biaya pada komponen laba (rugi).

Di sisi liabilitas, komponen liabilitas terbesar adalah Pendapatan Ditangguhkan, yaitu sebesar Rp 448, 83 milyar. Pendapatan Ditangguhkan tersebut tumbuh sebesar 24,14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bisnis penjaminan Jamsyar di tahun 2019 mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya dan terdapat penjaminan berjangka waktu lebih dari satu tahun.

Di samping itu, cadangan klaim juga meningkat sebesar 32,92% dari tahun sebelumnya. Cadangan klaim tersebut ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan biaya klaim di masa yang akan datang. Adapun di sisi ekuitas terjadi pertumbuhan sebesar 63,80% dari tahun sebelumnya. Selain karena adanya penambahan modal, pertumbuhan ekuitas juga disebabkan oleh adanya kenaikan cadangan umum dan saldo laba dari laba tahun 2019.

Laba tahun berjalan Jamsyar pada tahun buku 2019 adalah sebesar Rp 36,57 milyar atau tumbuh sebesar 62,25% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan penjaminan dan pendapatan investasi masing-masing sebesar 42,93% dan 82,54%. Terdapat pula pendapatan subrogasi yang cukup signifikan, sehingga meskipun beban klaim cukup besar, namun penjaminan bersih tetap tumbuh dengan baik.

Berikut hasil laporan keuangan PT Jamkrindo Syariah yang telah diaudit:


(tety)

Related posts

Ekonomi Kerakyatan Atasi Kemiskinan dan Pengangguran

Tety Polmasari

Kurikulum 2013: 245 Juta Buku Gratis Dibagikan ke Seluruh Sekolah

Tety Polmasari

Kebijakan Kesehatan Harus Berbasis Bukti dan Hasil Penelitian

Tety Polmasari

Leave a Comment