6 C
New York
01/04/2020
Aktual

KSU Talenta, Mitra Repeater LPDB yang Diharapkan Jadi Pengentas Rentenir di NTT

KUPANG (Pos Sore) — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mengunjungi Koperasi Serba Usaha (KSU) Talenta yang beralamat di Jalan Polisi Militer Kota Kupang saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (27/2/2020).

Kedatangan Braman bersama rombongan disambut Ketua Badan Pengurus KSU Talenta, Paulus Rate Tadung, dan beberapa pengurus lainnya antara lain Semus Baitanu sebagai Sekretaris KSU Talenta, Maureen Djaranjo sebagai Bendahara dan Daenderst Pila Padji sebagai General Manager.

Sejak berdiri tahun 1996 hingga saat ini, KSU Talenta telah menyalurkan pinjaman untuk modal usaha anggotanya sebesar Rp 1 triliun. Anggota KSU Talenta yang sudah berjumlah 12 ribu anggota itu sebagian besar bergerak di sektor perdagangan yang orientasi usahanya di pasar-pasar tradisional.

“Saya lihat dari sisi anggota luar biasa. Ini perlu dicontoh simpanan wajib dan pokok sudah disampaikan sebelum menjadi anggota. Sehingga bagi mereka yang mau masuk ke koperasi terdorong mau gabung karena akan mendapatkan keuntungan besar,” kata Braman.

Braman memuji eksistensi KSU Talenta dalam membangun jejaring di pasar di tengah fenomena bisnis peminjaman uang dengan bunga sangat tinggi atau praktik rentenir masih marak terjadi di sejumlah pasar tradisional di NTT. Banyak pedagang yang terbelit utang lantaran sulit mengembalikan pinjaman ke rentenir.

“Saya kira KSU Talenta pernah dapat penghargaan menjadi salah satu koperasi teladan di Provinsi NTT. Sejalan dengan program Kementerian Koperasi dan UKM, Teten Masduki selaku Menkop berpesan bagaimana peran serta KSP bisa mengurangi ruang gerak rentenir,” ujarnya.

Braman berharap KSU Talenta menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai tentenir. Caranya dengan melakukan jemput bola dengan menawarkan program pinjaman modal usaha kepada para pedagang. Apalagi KSU Talenta memiliki program kredit yang membidik sasaran utama para pedagang pasar tradisional.

“Pak Menteri mengajak seluruh KSP nanti bisa mengurangi rentenir yang mencekik pedagang pasar yang notabene anggota koperasi. Kami juga berharap KSP benar-benar membantu mengurangi jeratan rentenir kepada pedagang pasar,” imbuh Braman.

Tidak hanya dengan KSP, Braman mengatakan pihaknya akan menggandeng Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) dalam memerangi rentenir. Inkoppas akan diberikan bantuan pinjaman/ pembiayaan dana bergulir untuk kemudian disalurkan sebagai modal usaha pedagang yang menjadi anggota Inkoppas.

Ketua Badan Pengurus KSU Talenta, Paulus Rate Tadung, mengatakan untuk memerangi rentenir salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan melakukan intervensi berupa pemberian dukungan permodalan guna mendukungan keberlangsungan usaha para pedagangan pasar tradisonal.

“Rentenir masih banyak terutama di pasar-pasar. Karena itu, mesti harus intervensi tidak hanya modal tp juga komitmen bersama. Karena rentenir itu masuk ke pedagang gampang, gak perlu pakai jaminan,” ungkap Paulus.

KSU Talenta merupakan mitra LPDB-KUMKM yang sudah beberapa kali mengakses pinjaman dana bergulir. Pada tahun ini KSU Talenta mengajukan permohonan pinjaman dana bergulir sebesar Rp 2 miliar untuk memenuhi kebutuhan modal usaha anggotanya yang sebagian besar merupakan pedagang tradisional.

“Kita masih membutuhkan tambahan modal untuk kita salurkan kepada anggota yang membutuhkan. Karena kalau kita andalkan deposito itu bunganya tinggi maka kita berusaha supaya dapat pinjaman dengan bunga yang murah dari LPDB,” pungkas dia.

Paulus menegaskan pihaknya selalu tepat waktu dalam mengembalikan pinjaman kepada LPDB-KUMKM. Pertama kali KSU Talenta mengakses pinjaman dana bergulir tahun 2010-2012 sebesar Rp 3 miliar, dan 2013-2015 sebesar 5 miliar.

Dari perputaran dana bergulir tersebut ditambah modal anggota yang berasal dari simpanan wajib, dan simpanan pokok, bisa menghasilkan omzet setiap tahun mencapai Rp 100 miliar. Sedangkan total aset yang berhasil dibukukan hingga 2020 sebesar Rp 71 miliar.

Awal berdirinya KSU Talenta adalah dari Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) melihat Jemaat yang punya usaha kecil (Papalele dan mamalele) yang susah untuk mendapatkan modal usaha dari Bank karna persyaratan yang sangat memberatkan.

Berdasarkan dasar pemikiran ini maka didirikanlah KSU Talenta pada tanggal, 28 Juni 1996 di Kupang. Dengan Visi Menyatakan syalom Allah bagi sesama manusia dan Missi Memberdayakan perekonomian Masyarakat Nusa Tenggara Timur Untuk mandiri dan sejahtera. 

Kegiatan usaha KSU Talenta terdiri dari unit simpan pinjam; unit persewaan tenda, kursi dan lampu; usaha properti/ perumahan, kontraktor dan percetakan batako. Sedangkan produk simpanannya antara lain berjangka, sukarela dan khusus. (tety)

Related posts

Serap Jagung Petani, Kementan Gandeng GPMT

Tety Polmasari

Presiden Jokowi Minta Pasar Tradisional Diurus yang Betul

Tety Polmasari

Jennifer Dunn dalam Waktu Dekat akan Disidangkan

Tety Polmasari

Leave a Comment