20.3 C
New York
01/06/2020
Aktual

Tingkatkan Jumlah Penerap SNI, BSN Gandeng Industri Bina UMKM

JAKARTA (Pos Sore) — Dalam 5 tahun terakhir, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah melakukan pembinaan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada UMKM. Pembinaan penerapan SNI bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM tersebut agar mampu bersaing di pasar dalam negeri dan juga menembus pasar Internasional.

“Kami mengajak perusahaan/BUMN untuk bersinergi dalam memberdayakan UMKM ke arah sertifikasi SNI,” Kepala BSN Bambang Prasetya, saat membuka talkshow Sharing experience program pemberdayaan UMKM dalam sertifikasi SNI, di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Hingga 2020, sebanyak 707 UMKM di 24 propinsi yang sudah dibina oleh BSN dalam penerapan dan fasilitasi sertifikasi SNI. Kegiatan pembinaan UMKM tersebut dilakukan melalui sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas dan juga perusahaan.

Semangat pemerintah sekarang adalah kolaborasi. Bekerja bersama untuk meningkatkan daya saing produk UMKM sehingga bisa meningkatkan akses pasarnya untuk kesejaheraaan ekonomi masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian Indonesia.

“BSN telah bersinergi dengan beberapa perusahaan dalam pemberdayaan UMKM. Contohnya dengan PT Pupuk Kaltim yang telah meraih SNI Award Grand Platinum tahun 2018 yang telah membina 2 UMKM. Salah satu UMKM binaan PT Pupuk Kaltim sudah ber-SNI,” sebutnya.


Seperti kita ketahui, telah banyak perusahaan dan BUMN yang menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menjangkau dan memberikan manfaat bagi masyarakat. CSR diterapkan oleh perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara tanggungjawab ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Dalam memberdayakan UMKM, perusahaan tidak hanya menerapkan CSR, namun juga menerapkan program Creating Shared Value (CSV). Dalam konsep CSV, perusahaan tidak hanya sekedar mempunyai tanggung jawab sosial kepada masyarakat, tetapi mempunyai pola untuk menciptakan nilai bersama yang akan meningkatkan pertumbuhan produktivitas dalam ekonomi masyarakat.

“Konsep menciptakan nilai bersama yang berfokus pada hubungan antara masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional memiliki kekuatan yang lebih besar karena bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara global,” tandas Bambang.

Saat ini, katanya, permintaan UMKM untuk diberikan fasilitasi sertifikasi SNI semakin meningkat. Maka, selain dengan PT Pupuk kaltim, BSN juga bersinergi dengan PT. Petrokimia Gresik, peraih SNI Award Kategori Grand Platinum tahun 2019, serta PT Pupuk Sriwijaya, peraih SNI Award Kategori Emas tahun 2019.

“Kami berterima kasih kepada para perusahaan yang telah menerapkan CSR dan CSV yang berfokus pada pemberdayaan UMKM,” ujar Bambang. Ia pun berharap, dengan semangat penerapan program CSR dan CSV, perusahaan dapat berfokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberdayakan UMKM. (tety)

Related posts

Posdaya Berbasis Masjid Akan Jadi Gerakan Nasional

Tety Polmasari

Kemenkop UKM Gandeng 3 Perguruan Tinggi Susun Strategi Nasional Pengembangan UMKM Indonesia

Tety Polmasari

Tingkatkan Layanan Publik, BIG Perbaharui Situs Web dan JDIH

Tety Polmasari

Leave a Comment