22.3 C
New York
04/06/2020
Aktual

Hadapi Dampak Covid-19, Ini Seruan Anis Byarwati kepada Pemerintah

JAKARTA (Pos Sore) — Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati, mengatakan, dalam situasi darurat menghadapi pandemi Covid-19 perlu ada penambahan bantuan lain seperti sabun, alat kebersihan hingga pengadaan masker untuk masyarakat mengingat masker menjadi langka di lapangan.

“Pemerintah dapat meminta industri untuk memproduksi masker, sabun dan hand sanitizer sehingga masyarakat dapat memperoleh barang-baranģ tersebut dengan mudah dan murah. Karena untuk saat sekarang, barang-barang tersebut menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya, di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Anis berpendapat akan sangat baik jika pemerintah meminta industri memproduksi APD bagi parà dokter dan tenaga kesehatan. “Pengadaan APD ini menjadi tugas pemerintah. Jika sampai Rumah Sakit meminta donasi kepada masyarakat, artinya negara tidak memenuhi tanggung jawabnya,” tandasnya.

Di sisi lain, Anis menyadari pandemi Covid-19 membawa kondisi ekonomi yang tidak mudah bagi Indonesia. Meski belum lama ini, pemerintah mengeluarkan stimulus kebijakan fiskal jilid 1 dan jilid 2, faktanya, stimulus ini tidak mampu mendorong daya beli masyarakat.

“Pemerintah harus dapat mendorong daya beli masyarakat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi domestik di saat investasi menurun. Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya.

Terkait rencana menteri keuangan yang akan melakukan stimulus ekonomi dengan mengucurkan BLT, Anis menyatakan sepakat. Karena menurutnya, itu menjadi salah satu cara efektif dalam meningkatkan daya beli saat perekonomian sulit. “BLT bisa mendorong konsumsi,” katanya.

Anis menyarankan agar pemerintah menggunakan anggaran perjalanan dinas pemerintah. Sebab kegiatan dinas ke luar negeri atau antar daerah telah dihentikan sementara waktu. Berdasarkan data, anggaran perjalanan dinas dalam APBN 2020 mencapai Rp43 triliun. “Dana tersebut bisa dialihkan untuk program BLT,” katanya.

Untuk menaikkan daya beli masyarakat,
Anis juga mendorong pemerintah agar bisa memberikan bantuan bantuan pangan nontunai. Bisa dengan menambah jumlah beras yang diperoleh masyarakat. Pemerintah juga bisa menggratiskan listrik untuk peserta golongan 450 VA dan 900 VA selama beberapa bulan, dan membebaskan sementara pajak UMKM selama beberapa bulan.

Belum lama ini, pemerintah memutuskan memberikan subsidi pada bunga KUR. Bunga KUR saat ini telah turun dari 22 persen menjadi 12 persen. Namun, faktanya tidak ada daya beli masyarakat. “Itulah sebabnya pembebasan pajak untuk UMKM beberapa bulan ke depan, sangat diperlukan,” ungkapnya. (tety)

Related posts

Medical Stocking, Kaki Mulus Tanpa Varises

Tety Polmasari

3 Pelaku Begal Dibekuk Reskrim Polres Metro Jaktim

Tety Polmasari

Siloam Hospitals TB Simatupang Siap Sambut “New Normal”

Tety Polmasari

Leave a Comment