11.1 C
New York
03/04/2020
Aktual

Menkop UKM Siapkan Stimulus UMKM di tengah Pandemi COVID-19

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat untuk membantu UMKM tetap berproduksi sebagai sektor yang menumpu sektor riil level terbawah di Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

“Pelaku UMKM terutama yang sektor mikro ada 64 juta unit usaha. Ini bukan persoalan kecil, persoalan besar jadi memang bukan tanggung jawab pemerintah saja tapi swasta dan masyarakat,” kata Teten Masduki dalam acara Talkshow Selamat Pagi Indonesia, dengan tema Hadapi Covid-19, UMKM Bangkit! yang disiarkan secara langsung dari Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Tiga narasumber yang hadir berada di tempatnya masing-masing dan memberikan komentar melalui video conference atau virtual. Pada kesempatan tersebut, narasumber yang memberikan pandangan adalah CEO Tokopedia William Tanuwijaya
yang akan membantu UMKM untuk memasarkan produknya dengan “fair price” atau dengan harga yang adil, dan CEO BenihBaik.com Andy Flores Noya yang akan memetakan dan mendata UMKM yang terdampak COVID-19.

Teten mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus khusus untuk menjaga daya beli terhadap produk UMKM. Kementerian telah menyiapkan dua stimulus khusus sebagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM di tengah wabah COVID-19.

“Untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat COVID-19, Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyiapkan beberapa program. Salah satunya memberikan stimulus bagi peningkatan daya beli UMKM dan disetujui oleh Presiden dengan anggaran Rp2 triliun,” kata Teten.

Teten mengharapkan stimulus tersebut mampu mendongkrak penjualan produk-produk UMKM dan dengan anggaran Rp2 triliun dan diskon 25 persen untuk konsumen 2 juta orang diharapkan akan memberikan stimulus terhadap daya beli UMKM sebesar Rp10 triliun.

Kemudian stimulus yang kedua, kata Teten, dalam bentuk bantuan tunai, untuk sektor mikro. “Teknisnya ada beberapa model yang sedang kami persiapkan. Kami sedang memberikan stimulus bagi jasa antar termasuk tukang ojek online,” kata Teten.

Untuk itu, ia menegaskan, pemerintah perlu kerja sama dengan e-commerce. “Untuk mengefektifkan social distancing, harus dicarikan solusinya agar social distancing ini produktif,” katanya.

Stimulus bantuan tunai dicontohkan berupa dana Rp3 juta untuk usaha mikro/ultra mikro yang sudah terdampak COVID-19 dari data yang diusulkan dinas di daerah. Ada juga bantuan sebesar Rp2 juta kepada individu yang memiliki usaha mikro. Lalu skema bantuan Rp4 juta bekerja sama dengan BUMN pangan seperti Bulog.

“Selain itu, dalam bentuk subsidi biaya pengantaran usaha mikro yang belum masuk ke platform digital. Koperasi di daerah yang terdampak. “Kami sudah berkoordinasi dengan BUMN pangan yang siap menjadi off taker untuk mendistribusikan produk pangan ke warung-warung tradisional,” katanya.

Sementara CEO BenihBaik.com Andy Flores Noya mengatakan krisis yang saat ini sedang terjadi karena wabah corona berbeda dengan krisis pada 1998. “Kalau pada 1998 yang terpukul perbankan, saat ini sektor UMKM yang paling rentan, krisis karena wabah yang membuat lumpuh perdagangan di level bawah,” katanya.

Pihaknya bersama Tokopedia kemudian sepakat merancang program khusus yang membuka donasi masyarakat untuk para pelaku usaha di sektor mikro. “Saat ini sudah terkumpul hampir Rp1 miliar, semoga bisa menjadi sumbangsih masyarakat untuk membantu UMKM,” katanya. (tety)

Related posts

Kunjungan Deltomed ke Sekolah Peserta Program Creative Green School

Tety Polmasari

Menteri Puspayoga Berikan Penghargaan Bagi Insan Koperasi

Tety Polmasari

Menteri Siti Hadiri Holland Alumni Reception 2018

Tety Polmasari

Leave a Comment