24.2 C
New York
06/08/2020
Aktual

202 Kendaraan Tanpa Trayek Dijaring Ditlantas PMJ

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 202 kendaraan pengangkut penumpang tanpa memiliki izin trayek dan travel gelap dijaring aparat Ditlantas Polda Metro Jaya (PMJ) dan Polres jajarannya dalam Operasi Ketupat  yang dilaksanakan di jalan tol dan jalan arteri lainnya selama 3 hari  (8-10 Mei 2020).

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes  Pol Drs Sambodo  mengatakan pelaksanaan kegiatan operasi. dilakukan secara hunting system, selama  3 hari. Pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan ini hingga adanya  cabutan larangan mudik dari pemerintah.

“Adapun kenderaan yang dijaring sebanyak 202 rinciannya 11 bus, 112 minibus, 79 mobil pribadi dilakukan pemeriksaan. Selain itu, petugas juga mencegah 1.389 orang agar tidak  mudik,” ujar Sambodo di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (11/5/2020).

Dikatakannya, sejak dilaksanakan operasi ketupat larangan mudik yang dimulai 24 April 2020, jajaran Polda Metro Jaya telah menjaring 228 kenderaan. “Semua  kenderaan yang dilarang mengangkut penumpang mudik dijaring dari jalan tol, arteri dan berbagai jalan tikus yang sudah dimapping,” jelasnya.

Modus operandinya, para sopir menawarkan kepada penumpang melalui media sosial dan iklan dari mulut ke mulut. “Untuk harga tiket yang ditawarkan cukup mahal dari harga normal. Contohnya ke Cirebon normalnya Rp 100.000 naik menjadi Rp 300.000, ke Brebes normal Rp 150.000 menjadi Rp 500.000,” ungkapnya.

Tindakan yang diberikan kepada para sopir yakni tilang dan dikenakan  sesuai 308 UU No 22 tahun 2009, karena tidak memiliki izin menyelenggarakan pengangkutan orang sesuai trayek dengan ancaman pidana kurungan 2 bulan  atau denda paling banyak Rp 500.000. (marolop)

Related posts

Haryono: Saya Hanya Minta Ditambah Umur 1 Hari Lagi.

Tety Polmasari

137.005 Siswa Lolos SNMPTN 2015

Tety Polmasari

Harganas XXII Momentum Revolusi Mental dalam Keluarga

Tety Polmasari

Leave a Comment