20.2 C
New York
03/06/2020
Ekonomi

Inovasi Bisnis di Saat Krisis Covid-19?

JAKARTA (Pos Sore) — Harus diakui di tengah pandemi Covid-19 dunia usaha terhempas, lesu, seperti mati suri. Himbauan di rumah saja juga membuat mobilitas masyarakat pun terbatas. Tentu saja berdampak pada dunia bisnis, dari skala besar hingga kelas mikro.

Apakah dalam kondisi seperti ini tidak ada kegiatan bisnis yang bisa dilakukan? Apakah kita tak bisa berdamai dengan keadaan? Business Innovation Consultant, Indrawan Nugroho, dalam diskusi bertajuk ‘Inovasi Bisnis di Saat Krisis’, di Nina Nugroho Solution Live on Instagram, Sabtu (16/5/2020), mengatakan pilihan terbaik untuk tetap bertahan di masa krisis adalah dengan selalu kreatif dan inovatif.

“Tidak hanya dalam produksi tetapi juga dalam mekanisme pemasaran. Sesuatu yang menggunakan kreativitas dan berinovasi, sebetulnya akan memunculkan peluang usaha atau bisnis baru, yang menguntungkan,” tuturnya dalam diskusi yang dipandu Nina Septiana itu.

Meski virus corona belum juga mati, Indra pun mengajak masyarakat untuk tetap produktif. Caranya dengan menyesuaikan kehidupan dengan kondisi saat ini alias hidup normal dengan cara baru atau new normal. 

“Bagi yang terdampak covid-19, ini yang harus disikapi bagaimana satu keluarga dapat menghasilkan di tengah krisis,” ujar Indr yang tidak menampik pandemi telah memukul semua sektor kehidupan masyarakat.

Perekonomian pun diprediksi terpuruk lebih dalam dibandingkan krisis-krisis sebelumnya. Terlebih krisis saat ini berbeda dan lebih unik dibandingkan krisis-krisis ekonomi sebelumnya.

Selain penanganannya berbeda, pandemi ini juga mempengaruhi perilaku dan pola aktivitas ekonomi, usaha, serta peluang bisnis. Karena itu, untuk bertahan dalam situasi krisis seperti sekarang ini di antaranya buka usaha sendiri.

“Tetapi bagaimana buka usaha yang pada waktu normal saja susah, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini, tentu harus melalui kajian dan cermat melihat peluang,” ulasnya. Ia pun membocorkan solusinya yaitu dengan mempertimbangkan produk yang dihasilkan, memperhatikan market, serta cannel.

“Jika mau memulai usaha, maka pilihlah produk atau layanan yang akan dijual tersebut memang demandnya tinggi, seperti barang kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi seperti ini kita sebenarnya bisa lihat peluang. Misalnya banyak yang butuh makan, kita bisa memulai usaha kuliner,” paparnya.

Indra menambahkan, peluang juga dapat dilihat pada produk-produk terkait dengan kesehatan. Saat ini saja misalnya masyarakat sangat membutuhkan perlindungan kesehatan, seperti butuh masker, handsanitizer, alat pelindung diri, dan hal-hal yang terkait dengan Covid-19.

Bisa juga properti yang terkait dengan personal care seperti kebutuhan kaum wanita atau pria yang digunakan selama stay at home. Produk terkait dengan produksi, misalnya peralatan untuk menghasilkan produk seperti peralatan untuk membuat kue juga bisa menjadi peluang tersendiri.

“Tentu ini semua dapat dilakukan secara online atau medsos lainnya. Target atau segmen juga harus diperhatikan, misalnya produk yang dihasilkan untuk segmen siapa, apakah untuk ibu-ibu atau kalangan milenial. Jika ini dicermati dengan benar, maka upaya membuka usaha baru diyakini akan berhasil,” tandas Indra.

Indra menegaskan jangan terpaku dengan pemikiran tidak punya “bakat dagang” sehingga enggan memulai usaha. Ia mencontohkan dirinya yang tidak memiliki bakat dagang tapi nyatanya bisa juga berjualan. Tinggal bagaimana kita mengasah potensi diri dan melihat peluang yang disesuaikan dengan kebutuhan.

“Harus diingat berjualan itu tak harus bertemu secara fisik, terlebih di saat adanya social distancing, nah kita bisa memanfaatkan media sosial untuk berjualan. Apalagi kan tidak perlu menyewa tempat, dan tidak dipusingkan dengan biaya promosi.” (tety)

Related posts

Saat Krisis Industri Elektronika Dan Otomotif Tetap Tumbuh Walaupun Kecil

Tety Polmasari

Kemenkop Kembali Adakan Gerakan Kewirausahaan Nasional

Tety Polmasari

Kemenperin Tengah Rampungkan Skema Aturan Investasi Perangkat Ponsel

Tety Polmasari

Leave a Comment