20.1 C
New York
25/09/2020
Aktual Ekonomi

Hadiri Rapat Panja, PKS Komitmen Kawal RUU Omnibus Law Cipta Kerja

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Legislasi DPR RI menggelar rapat panitia kerja (Panja) RUU Cipta Kerja, secara virtual, Rabu (20/5/2020). Rapat dihadiri oleh perwakilan setiap partai di Gedung DPR RI, seluruh anggota panja, dan anggota panja dari Fraksi PKS DPR RI.

Anis Byarwati salah satu anggota panja dari PKS yang hadir, menjelaskan Fraksi PKS DPR RI, mengirimkan utusan sebagai anggota Panja RUU Omnibus Law Cipta Kerja. “Kehadiran PKS dalam rapat panja ini, seutuhnya sebagai partai oposisi. Sehingga dapat membawa kemaslahatan bagi rakyat dan kebaikan bagi bangsa,” katanya.

Sebagai wakil yang dipilih oleh rakyat, dirinya dan fraksi PKS akan mengawal pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja dengan sunggguh-sungguh sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat khususnya pemilih PKS. Dalam analisisnya bersama anggota panja FPKS yang lain, Anis menemukan banyak kejanggalan konten yang jelas-jelas tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Secara global RUU ini akan mengubah banyak sekali aturan penting yang telah tertuang pada 79 undang-undang lainnya dan tidak semuanya membawa manfaat untuk rakyat. Itulah pentingnya kita hadir dalam panja, agar kita bisa turut mengawal substansi sejak awal,” tandasnya.

Fraksi PKS, katanya, ingin memastikan RUU berpihak kepada kepentingan nasional, memprioritaskan pembukaan lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja Indonesia, bukan tenaga kerja asing, menjamin kedaulatan bangsa tidak tergadai dan memastikan RUU ini tidak melanggar Konstitusi.

Sebagaimana dijelaskan dalam sikap Fraksi PKS terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja, PKS meminta agar pembahasan ditunda hingga masalah pandemi Covid-19 usai. Agar seluruh sumberdaya termasuk anggota DPR RI dapat fokus membantu masyarakat dalam penanganan Covid-19. Namun, karena Baleg DPR terus melaju dengan agendanya, dengan menimbang kepentingan rakyat Fraksi PKS pun hadir dalam rapat panja ini.

Sebagai informasi, rapat kali ini melanjutkan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta yang membahas Daftar DIM di bagian konsideran, Bab I (Ketentuan Umum) dan Bab II (Maksud dan Tujuan). Kedua bab ini sangat penting karena kedua bab di awal ini akan sangat mewarnai arah/bunyi pasal-pasal pada 13 bab berikutnya.

Pimpinan Fraksi PKS telah memutuskan untuk terlibat sejak awal dalam pembahasan Daftar Inventarisir Masalah (DIM) di panja Baleg DPR RI dengan mengutus 3 anggota Baleg dari PKS sebagai anggota panja. Ketiganya adalah Bukhori Yusuf, Ledia Hanifah Amalia, dan Anis Byarwati. (tety)

Related posts

Terpapar Abu Kelud, Ribuan Warga Sakit

Tety Polmasari

Sinergi Perempuan dan Laki-laki Ciptakan Lingkungan Kondusif bagi Anak

Tety Polmasari

Ngabalin Minta Yorrys dkk Kosongkan DPP Partai Golkar

Tety Polmasari

Leave a Comment