24.1 C
New York
09/07/2020
Aktual

Cerdas Mengelola Stres dan Emosi

JAKARTA (Pos Sore) — Beberapa hari terakhir, masyarakat Indonesia diramaikan dengan tagar “Indonesia Terserah” di media sosial. Hal ini reaksi stres dan emosi yang diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang inkonsisten. Kebijakan yang diputuskan pemerintah menjadi berbeda dalam penerapannya di lapangan sehingga menyebabkan kritikkan bahkan sikap apatis khususnya tenaga kesehatan.

Psikolog, Dinuriza Lauzi, M.Psi dalam diskusi virtual “Cerdas Mengelola Stres dan Emosi” Jumat (19/6/2020) yang diselenggarakan oleh Literasi Sehat Indonesia (LiSan), Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi) dan Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menyampaikan akibat dari tidak konsistennya antara kebijakan pemerintah dan fakta yang terjadi dilapangan sehingga menimbulkan stres yang memicu munculnya tagar Indonesia Terserah sebagai respon terhadap kondisi yang terjadi.

“Tidak ada perhargaan dan apresiasi terhadap pengabdian dan upaya yang telah dilakukan oleh tenaga kesehatan sehingga memicu emosi dari para tenaga kesehatan,” kata Dinuriza yang juga seorang penulis dan conten creator, seraya menambahkan kejadian dan respon emosi bergantung pada apa yang kita butuhkan, apa skala prioritas kita, apa yang kita pikirkan dan berkaitan dengan kepribadian.

Ia melanjutkan, pada situasi dan kondisi covid 19, kebijakan pemerintah tergantung pada kepribadian yang dimilikinya. Ada yang memberikan respon emosi bahkan memicu kegaduhan dan ada yang menanggapi persoalan dengan tetap tenang.

Sebagai psikolog, Dinuriza menyarankan masyarakat agar terhindar dari stres dan emosi, untuk memilah media sosial atau berita-berita yang mampu mempengaruhi diri kita sehingga menghindarkan kita dari stress dan emosi, dan pentingnya kontrol emosi. Kita yang akan menentukan sikap apakah kita akan berdamai keadaan, atau melawan keadaan.

“Jika situasi sudah di luar kontrol, yang perlu kita lakukan adalah mengidentifikasi perasaan yang kita alami, menyehatkan jiwa kita dengan kembali pada dimensi agama bahwa kita pasrahkan semuanya pada Tuhan dan melakukan self terapi atau terapi dengan mengikhlasan segala sesuatunya,” tutur Dinuriza. (tety/sadargizi.com)

Related posts

Jokowi-JK Agar Lebih Perhatikan Nasib Pengusaha UKM Plaza Kenari Mas

Tety Polmasari

Stop Kucuran Dana APBN untuk Dekopin

Tety Polmasari

Gudang Diduga Tempat Narkoba Digerebek

Tety Polmasari

Leave a Comment