24.1 C
New York
09/07/2020
Aktual Kesra

Pelayanan Melalui WA Mengecewakan Masyarakat

TANGERANG (Pos Sore) — Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi pandemik corona dan diberlakukannya PSBB di wilayah Kabupaten Tangerang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) membuka layanan dengan cara Direct Line Whatsapp (WA).

Tujuannya untuk mempercepat layanan urusan identitas kependudukan seperti : Cetak  E-KTP, Kartu Keluarga (KK), permohonan surat pindah keluar dan pelaporan pindah masuk, pengajuan penerbitan akte lahir, akte kematian dan lain-lain. Masyarakat tidak harus datang ke kantor Dukcapil, cukup hanya menggunakan jaringan  whatsapp.

Sepintas layanan tersebut terlihat sangat memberi kemudahan bagi masyarakat, namun dalam prakteknya pelayanan tersebut banyak dikeluhkan masyarakat, karena kebutuhannya tidak terakomodir dengan baik.

Seperti dikeluhkan beberapa  masyarakat yang hendak mengajukan cetak E-KTP dan KK. Menunggu hingga satu bulan dan bahkan ada yang dua bulan lamanya mereka telah mengirimkan pengajuan sesuai yang dianjurkan, akan tetapi tidak ada respon dan realisasi. Padahal dijanjikan urusan selesai dalam kurun waktu dua minggu sejak pengajuan  permohonan surat-surat  dan dikirimkan ke kantor kecamatan sesuai domisili masing-masing untuk diambil.

Penasaran pengajuan tidak direspon dan terealisasi, masyarakat lantas mendatangi kantor Dinas Kependudukan, namun loket pelayanan ditutup, masyarakat hanya dilayani di depan pintu dan jendela kantor tanpa ditunggu oleh petugas  loket layanan.

Ketika dikonfirmasi terkait keluhan tersebut, salah seorang pegawai yang tidak bersedia disebut namanya menjelaskan beberapa penyebabnya, untuk satu nomor telepon hanya dilayani satu jenis pengajuan saja, jika lebih tidak dilayani.  Selain itu kemungkinan pengajuan tidak terkirim atau terbaca dan pennyebab lainnya salah format serta nomor  NIK/KK salah ketik.

Keluhan serupa juga terjadi pada pengajuan akte lahir. Persyaratan mengharuskan melampirkan kartu identitas dua orang saksi pihak ketiga dan keempat yang di luar keluarga satu KK. Pengajuan juga diharuskan memakai nomor telepon orangtua sendiri tidak boleh diwakilkan serta sementara waktu tidak melayani pendaftaran langsung dan harus via whatsapp.

Ironisnya pelayanan di atas masyarakat juga mengeluhkan lambannya pelayanan mengakibatkan banyak waktu tersita dan biaya pun besar.  Ditambah lagi ribetnya birokrasi sehingga terkesan dipersulit.  Permasalahan ini mengakibatkan timbulnya keengganan masyarakat mengurus identitas kependudukan serta mendorong  masyarakat untuk meminta bantuan orang lain.

Dinas Kependudukan terkait dirasa perlu bijaksana dalam menetapkan sistem pelayanan terhadap masyarakat serta perlu memperhatikan keterbatasan-keterbatasan yang ada di masyarakat baik itu dari segi fasilitas, sarana maupun waktu, sebab setiap masyarakat memiliki tingkat kemampuan  yang berdeda-beda. (pandapotan)

Related posts

DRN Dorong Pembangunan Inovasi Berbasis Biodiversitas

Tety Polmasari

Bank BTN Gelar Akat KPR 8.500 Debitur

bambang tri

Menteri Susi Ajak Masyarakat Datang ke Sail Tomini

Tety Polmasari

Leave a Comment