25.6 C
New York
12/08/2020
Aktual

Penyelidikan Dugaan Korupsi Pejabat UNJ Dihentikan

JAKARTA (Pos Sore) — Tidak cukup bukti untuk tahap penyelidikan, penyidik Subdit  Korupsi Ditreskrisus Polda Metro Jaya menghentikan kasus perkara limpahan OTT KPK di lingkungan Kemendikbud  Republik Indonesia, 21 Mei 2020 lalu.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs Yusri Yunus, penyelidikan dihentikan karena tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana korupsi sebagaimana dituduhkan.

“Dengan tidak ditemukannya tindak pidana korupsi dalam suatu peristiwa  perkara, maka penyidik harus menghentikan penyelidikan untuk kepastian hukum terhadap suatu perkara,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020).

Dikatakannya, kesimpulan  itu diambil berdasarkan hasil gelar perkara dan pemeriksaan 44 saksi dan keterangan saksi ahli yang dilakukan bersama-sama  dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri.

“Ini hasil gelar perkara terakhir  yang dilakukan untuk mencari konstruksi perkara dari 44 saksi yang kita lakukan pemeriksaan. Dalam gelar perkara dinyatakan  peristiwa tersebut tidak memenuhi unsur yang ada. Makanya dihentikan penyelidikan dalam rangka kepastian hukum,“ ungkapnya.

Seperti diketahui  Polda Metro Jaya menerima pelimpahan kasus dugaan korupsi pejabat UNJ dari KPK. Kasusnya ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.  Saat itu KPK menangkap Kepala Bagian Kepegawaian UNJ bernama Dwi  Achmad Noor dalam operasi OTT (Operasi Tangkap Tangan) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI).

Dwi ditangkap dituduh memberikan sejumlah uang kepada pejabat di lingkungan Kemendikbud RI. Uang itu dibagikan dalam rangka THR (Tunjangan Hari Raya).  Deputi Penindakan, Karyoto menyebut  uang THR itu baru dibagikan kepada sebagian pejabat Kemendikbud.  Mereka yang menerima Karo SDM sebesar Rp5 juta. Analis  Kepegawaian Biro SDM, Rp2,5 juta serta Parjo dan Tuti (staf SDM Kemendikbud) masing-masing Rp 1 juta.

“THR tersebut rencananya  akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud,” tutur Karyoto saat dikonfirmasi (22/5) lalu.

Informasi pemberian uang  THR itu disebut-sebut atas perintah Rektor UNJ, Komarudin. Dia perintahkan Dwi kumpulkan uang  dengan cara memalak Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ masing-masing Rp5 juta. Semunya terkumpul Rp55 juta dari 8 Fakultas, 2 Lembaga Penelitian dan Pascasarjana. (marolop)

 

Related posts

Karyawati Cafe Membunuh Bayinya Diamankan Polisi

Tety Polmasari

Pengamat: Terlambat, Pemilih Beralih ke Calon Lain

Tety Polmasari

Jayapura Terendam Banjir Dan Longsor

Tety Polmasari

Leave a Comment