23.4 C
New York
09/08/2020
Aktual Kesra

Perkembangan Anak Usia Dini Sangat Penting bagi Orangtua

JAKARTA (Pos Sore) — Dalam diskusi daring dengan topik “Berinvestasi pada Anak Usia Balita”, Sabtu (11/7/2020), Wahyu Aulizalsini, M.Psi, menyampaikan, perkembangan anak usia dini sangat penting bagi orangtua dan guru pada umumnya. Karena, lingkungan yang paling dekat dengan anak adalah orang tua.

“Bonding emosi harus dibangun oleh orang tua sejak dini, baik ibu atau ayahnya.
Perkembangan harus distimulus dan harus berubah. Perkembangan awal menentukan perkembangan selanjutnya. Jika di awal tidak dilakukan maka perkembangan selanjutnya akan bermasalah,” tuturnya.

Psikolog dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta, ini mengatakan hal itu dalam diskusi yang diadakan Komunitas Literasi Gizi (Koalizi), Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Literasi Sehat Indonesia (LiSan), Dep. Kesehatan BPP. KKSS, Bakornas LKMI PB. HMI, dan www.sadargizi.com.

Lebih lanjut ia menyampaikan, orang tua terkadang membentuk label emosi dan ketakutan pada anak secara tidak langsung. Karena, jika anak diajar dengan celaan maka anak akan belajar mencaci maki. Stimulasi anak harus diatur oleh orang tua sehingga tidak memunculkan emosi pada anak. Orang tua perlu meminimalisir bahkan menghilangkan perkataan atau ucapan yang dapat mempengaruhi kondisi emosi anak.

“Jangan takut, kok segitu aja gak bisa” ini adalah contoh stimulasi yang salah dari orang tua yang dapat memicu emosi anak, sehingga emosi anak berpengaruh dan anak malah lebih takut untuk berbuat dan tidak berani mencoba.

Karenanya, penting bagi anak untuk diajari kemandirian sesuai usia. Misalnya 18-24 bulan anak sudah harus bisa makan sendiri. Perkembangan anak harus berjalan sesuai usianya. “Perkembangan emosi dan perkembangan kognitif harus sama-sama di stimulus, kita tidak bisa hanya memperhatikan perkembangan kognitif anak.”

Sementara itu, dr. Meita Dwi Utami, Ms.C, Sp.A (dosen FKK Univ Muhammadiyah Jakarta), lewat paparannya yang berjudul “Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita” dr. Meita Dwi Utami, Ms.C, Sp.A, menjelaskan diagram konsep mengenai proses tumbuh kembang. Komponen mikro, mini, meso, dan makro serta lingkungannya, merupakan hal penting untuk memenuhi kebutuhan dasar anak berupa asuh, asih dan asah.

“Pentingnya nutrisi untuk pertumbuhan otak dan organ tubuh sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Stimulasi perkembangan anak dapat dilakukan dengan memberi contoh setiap hari sambil bermain dengan kasih sayang, memberi pujian atau penghargaan dan melakukan intervensi khusus pada anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Orangtua juga harus melindungi atau mencegah infeksi, cedera, kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran pada anak dengan menjaga kebersihan (makanan, minuman, badan, pakaian, air, dan lingkungan), imunisasi (lengkap dan teratur) dan penerapan UU Perlindungan Anak.

Dikatakan, ciri khas tumbuh kembang anak, pertama adalah tumbuh, yaitu bertambahnya ukuran, jumah sel, jaringan interseluler, bertambah ukuran fisik, struktur tubuh dengan kata lain dapat dihitung kuantitatif. Ciri khas kedua, ada kembang, yaitu bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, sesuatu yang dinilai secara kualitatif.

“Kedua hal ini dapat terjadi baik sesuai tahapan jika mendapat stimulasi, deteksi, intervensi dini yang optimal,” katanya dalam Serial diskusi Hari Anak Nasional Tahun 2020 bertema “Gizi dan Sehat untuk Anak Indonesia”, itu. (tety)

Related posts

Era Digital, Saatnya Tingkatkan Kontribusi Ekonomi UMKM

Tety Polmasari

Kemenkop UKM Ajak Generasi Milineal Ikuti Program Wirausaha Pemula

Tety Polmasari

Puluhan Ribu Jamaah Pesta Nasi Kebuli

Tety Polmasari

Leave a Comment