17.1 C
New York
20/09/2020
Aktual

Peringati Hari Anak 2020, Hetifah Sorot Permasalahan Pendidikan Anak Usia Dini

JAKARTA, Possore.com– Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang setiap tahunnya jatuh 23 Juli, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengadakan webinar bertajuk ‘Anak Terlindungi Indonesia Maju’, Selasa (4/8).

Webinar ini bertujuan meningkatkan kerjasama antar stakeholder, termasuk didalamnya orangtua dan guru untuk mewujudkan anak yang gembira di rumah. Webinar ini dihadiri lebih 1000 partisipan dan ditayangkan secara langsung melalui kanal youtube Kowani.

Kegiatan ini dibuka Ketua Umum Kowani, Giwo R Wiyogo.Tampil sebagai pembicara kunci Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhdajir Effendy dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Narasumber diisi Jumeri selaki Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr Hj Hetifah Sjaifudian dan Fasli Jalal selaku rektor Universitas Yarsi.

Dalam paparannya, Hetifah menekankan peran berbagai stakeholder dalam mewujudkan hak-hak anak yang tercantum dalam Konvensi PBB. “Terdapat 41 pasal yang tercantum dalam konvensi tersebut, diantaranya ada hak anak untuk mendapatkan standar kehidupan yang baik, akses pendidikan berkualitas dan dilindungi dari kekerasan. Semua pihak wajib bersama-sama mewujudkan hal ini,” kata Hetifah.

Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Kalimantan Timur ini menekankan hak-hak anak penyandang disabilitas yang kerapkali terlupakan. “Setiap anak dengan disabilitas berhak atas pendidikan, pelatihan dan perlindungan khusus agar dapat menjalani kehidupan secara penuh. Pemerintah harus berperan dalam memenuhi hal ini, terutama di masa pandemi dimana mereka rentan sekali untuk dirugikan,” papar dia.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu di depan ratusan guru-guru PAUD yang menghadiri diskusi tersebut juga menyoroti beberapa permasalahan terkait Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di masa pandemi. “Banyak keluarga belum memahami urgensi belajar dari rumah sehingga tidak mendaftarkan Anak ke PAUD. Di sisi lain, banyak guru yang juga masih gamang dan tergagap menjalankan PAUD dari rumah. Akibatnya, pemantauan tumbuh kembang anak tidak optimal di masa covid,” jelas dia.

Sebagai solusi, Hetifah menyarankan perlu digalakkannya Gerakan Keluarga Mendaftarkan Anak ke PAUD. “Gerakan harus melibatkan seluruh stakeholder pendidikan. Adakan juga bimtek-bimtek kepada guru-guru PAUD mengenai pembelajaran dari rumah. Nantinya, diharapkan guru-guru ini bersama dengan kader PKK juga bisa berlaku sebagai konsultan keluarga.” demikian Dr Hj Hetifah Sjaifudian. (decha)


Related posts

MUI: Rekomendasi Muballigh Itu Bukan Keharusan

Tety Polmasari

Rp1,3 Triliun Untuk Jalur Pantura

Tety Polmasari

Jamsyar Serahkan Zakat Perusahaan Senilai Rp563,5 Juta

Tety Polmasari

Leave a Comment