9.1 C
New York
30/10/2020
Aktual Ekonomi

Kemitraan dengan Usaha Besar, Koperasi Nelayan Bisa Lebih Efisien dan Ekonomis

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong langkah kemitraan antara usaha besar (sebagai offtaker) dengan koperasi nelayan terus ditingkatkan, agar ikan hasil tangkapan nelayan bisa diserap pasar. Dengan konsep kemitraan tersebut, diharapkan sektor kelautan yang 96% didominasi pelaku UMKM bisa lebih efisien, ekonomis, dan produktif.

Usai meninjau salah satu offtaker produk nelayan dan pengolahan ikan di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (31/8/2020), Teten melanjutkan, dengan kemitraan, ada kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan di seluruh Indonesia. Karena itu, ia menginginkan agar usaha di sektor kelautan tidak dilakukan secara individu, melainkan tergabung dalam wadah koperasi.

Dengan berkoperasi, seluruh proses usaha sektor kelautan (nelayan) bisa masuk skala keekonomian. Terlebih produk sektor kelautan menjadi salah satu keunggulan yang harus dikembangkan dan diperluas sisi pemasarannya.

Meski pasar ekspor tengah menurun tajam di tengah pandemi Covid-19, Teten mendorong untuk memperkuat pasar domestik yang juga tak kalah besar dengan potensi 260 juta penduduk Indonesia. Rantai ekonomi sektor kelautan yang terlalu panjang, harus lebih disederhanakan dan diperpendek. Sehingga, nelayan dan koperasi dapat lebih menikmati keuntungannya.

Terlebih lagi, menurut Teten, sektor kelautan merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, dari hulu hingga hilir. Dengan kemitraan dengan para offtaker juga memudahkan koperasi untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menjelaskan, ada dua potensi pasar yang besar bagi produk perikanan dan kelautan asal Indonesia yang harus terus ditingkatkan. Untuk pasar ekspor, Indonesia ada perjanjian kerjasama dengan Australia. Begitu juga dengan pasar China yang pertumbuhan ekonominya mulai kembali positif.


Di samping itu, kata Enggar, pasar Jepang dan Eropa bisa juga menjadi sasaran untuk perluasan pasar produk kelautan dari Indonesia. “Pokoknya, sektor unggulan kita ini harus membuka potensi pasar seluas-luasnya,” imbuh Enggar.

Sementara untuk pasar domestik, Enggar berharap pelaku UMKM sektor kelautan mampu memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produknya. “Dalam penjualan secara digital online itu, kualitas produk harus benar-benar dijaga. Pengusaha dan nelayan harus sama-sama menjaga kualitas produknya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Cahaya Bahari Jakarta Then Herry Yulianto mengatakan, sebagai offtaker ikan dari hasil tangkapan nelayan, pihaknya mampu mengolah dan memproduksi produk ikan olahan hingga 6000 ton perbulan. “Kami mampu menampung berapa pun besarnya hasil tangkapan ikan dari nelayan di seluruh Indonesia,” pungkas Herry. (tety)

Related posts

Lomba Tembak TNI 2014 Ajang Tingkatkan Prestasi dan Skill

Tety Polmasari

Pesta Sabu, Penyanyi Dangdut Caca Duo Molek Diamankan

marolop possore

Sepenggal Surat Kepada Sahabat Anisa di Ciamis, Kuningan dan Banjar

Akhir Tanjung

Leave a Comment