17.1 C
New York
20/09/2020
Aktual Ekonomi

Kemendag Manfaatkan Medsos Promosikan Metrologi Legal ke Masyarakat

POSSORE Pemerintah melalui Kementerian Perdangan akan terus melakukan sosialisasi sekaligus memperkenalkan metrologi legal kepada masyarakat sebagai alat ukur. Salah satu yang kini tengah ditempuh Direktorat Metrologi adalah menemui langsung tokoh-tokoh agama di daerah dan memanfaatkan media dakwah guna menumbuhkan  budaya tertib ukur.

Menurut Direktur Metrologi Kemendag Dr Rusmin Amin pihaknya kini tengah mempromosikan metrologi kepada masyarakat luas melalui media-media sosial dengan konten-konten kreatif sebagai salah satu langkah Direktorat Metrologi membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan tertib ukur di daerah.

“Dengan pembekalan yang diberikan diharapkan Unit Metrologi Legal Kabupoaten/Kota berani untuk berkreasi dan memunculkan ide-ide kreatif dalam memperkenalkan pelayanan metrologi legal di daerah dan mempromosikan metrologi,” kata Rusmin Amin dalam Webinar “Bedah Komunikasi Visual METizen” Kamis (10/9).

Media sosial merupakan salah satu sarana yang potensial untuk memperkenalkan metrologi kepada masyarakat secara luas dengan berbagai karakteristik …

Webinar yang diikuti 709 peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, dosen, widyaiswara, dan pegawai di lingkungan Kementerian Perdagangan dari Unit Metrologi Legal ini banyak memberikan ide-ide kreatif dan inovatif dalam memproduksi konten-konten material publikasi baik itu dalam media cetak maupun dalam media sosial.

“Memperkenalkan metrologi kepada masyarakat merupakan tantangan besar bagi Direktorat Metrologi dan Unit Metrologi Legal mengingat istilah metrologi sendiri masih belum familiar di telinga masyarakat. Jadi perlu strategi yang jitu untuk menciptakan hal-hal kreatif yang menarik dan mudah diingat oleh masyarakat, ” tutur Rusmin Amin.

Rusmin menambahkan, media sosial merupakan salah satu sarana yang potensial untuk memperkenalkan metrologi kepada masyarakat secara luas dengan berbagai karakteristik. METizen atau Metrologi Citizen adalah satu satu komunitas yang dibangun dalam rangka mencitrakan metrologi dalam upaya mewujudkan tertib ukur itu sendiri.

Membangun jiwa kreatif, inovatif dan komunikatif, tutur Rusmin, menjadi agenda Direktorat Metrologi ke depan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di bidang metrologi legal. Diharapkan dengan semakin banyak masyarakat yang mengenal metrologi, target terwujudnya tertib ukur dapat terlaksana.

“Semakin banyak ide kreatif yang muncul termasuk dari seluruh Unit Metrologi Legal Kabupaten/Kota tentunya akan memberikan nilai positif dalam meningkatkan citra atau branding metrologi.” kata Rusmin Amin.

Salah satu narasumber webinar yang juga Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Bandung, Banung Grahita, mengatakan untuk membuat konten yang menarik harus dapat menghadirkan informasi dan emosi, sehingga dapat menghadirkan aspek rasa dan dapat memberikan stimulus secara visual.

“Memperkenalkan metrologi melalui media komunikasi visual perlu dilakukan dengan memproduksi konten-konten yang kreatif sehingga dapat mengemas suatu permasalahan secara holistic, dilihat dari berbagai sudut pandang. Hal ini menarik dan perlu disesuaikan dengan target audiens, pesan yang ingin disampaikan dan media yang digunakan,” katanya.

Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi Unpad, Wenny Widyawati, menambahkan bahwa unsur-unsur dalam komunikasi adalah berawal dari siapa sumbernya, apa pesannya, saluran mana yang digunakan, siapa penerimanya, apa efeknya, dan apa umpan balik yang diharapkan. “Komunikasi publik dapat dimulai melalui hal-hal yang sederhana, dengan membuat beberapa analogi untuk lebih memudahkan,” tutur Wenny.  (aryo)

Related posts

Masjid Akan Dijadikan Pusat Pemberdayaan

Tety Polmasari

BPKN Peradi Bergandengan Bela Hak Konsumen

Tety Polmasari

Bebaskan Pemerkosa Anak, Fahira Sesalkan Hakim PN Cibinong

Akhir Tanjung

Leave a Comment