17.1 C
New York
20/09/2020
Aktual Ekonomi

MenkopUKM Dorong Masyarakat Belanja Produk Lokal UMKM

INDRAMAYU (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan pertumbuhan perekonomian nasional di tengah krisis multidimensi yang disebabkan wabah Covid-19, akan bertumpu pada ekonomi domestik. Karena itu, ia mendorong masyarakat berbelanja produk lokal khususnya produk UMKM sehingga terjadi perputaran ekonomi di sektor UMKM.

Ia menjelaskan daya beli masyarakat saat ini sangat terbatas, tetapi jika belanja domestik fokus di sektor UMKM, nilai transaksi perdagangan tidak lari ke luar UMKM. “Penduduk Indonesia 260 juta jiwa, potensi pasar yang sangat besar. Kalau kesadaran masyarakat kita membeli produk UMKM kuat, kita masih bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19,” kata Menteri.

Ia menegaskan itu usai membuka Gelar Produk UMKM dalam rangka menyambut Haul ke-137 Habib Umar bin Toha bin Yahya, Kamis (10/9/2020) di Indramayu, Jawa Barat. Hadir pula Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik, Dirut LPDB-KUMKM Supomo dan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo.

Menurutnya, investasi masih akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, yang bisa diandalkan adalah ekonomi domestik. Sumber ekonomi domestik terbagi atas dua, yaitu belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat. Teten mengharapkan tumbuhnya rasa nasionalisme yang kuat di masyarakat untuk membeli produk UMKM.

Sementara itu, dari sisi pemerintah, sudah mengeluarkan regulasi bahwa belanja pemerintah dan BUMN memprioritaskan produk UMKM dengan total nilai anggaran mencapai Rp307 triliun. “Sekarang tinggal masyarakat, beli produk UMKM, produk tetangga, beli produk teman sehingga game of trade berputar di sektor UMKM,” tegasnya.

MenkopUKM juga mengapresiasi pelaksanaan gelar produk UMKM yang dinilainys sebagai salah satu cara mendukung kelangsungan UMKM. Menurutnya, kegiatan keagaamaan yang bisa mendatangkan ribuan orang efektif menjadi tempat berlangsungnya gelar produk UMKM.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya mengatakan masyarakat harus mencintai dan menggunakan produk UMKM dalam negeri dan tidak punya kefanatikan terhadap produk asing. Dia mengigatkan kuatnya ekonomi kerakyatan merupakan cermin dari ketahanan nasional.

Habib menegaskan produksi UMKM harus menguntungkan bagi masyarakat sekitar dan ekonomi dalam negeri. Jangan mendahulukan membawa produk tersebut ke luar negeri dan memberi keuntungan bagi negara lain. “Jangan produk UMKM itu dibawa ke luar negeri dan diberi label baru memiliki nilai, mestinya produk itu menguntungkan dalam negeri,” tegasnya.

Ekonomi kerakyatan sama halnya dengan pendidikan, sosial, keamanan bagian dari ketahanan nasional. “Barang siapa menghidupkan UMKM, ekonomi kerakyatan dari yang paling kecil harus kita ambil dari yang besarnya adalah untuk ketahanan nasional. Itulah inti dari NKRI,” tegas Habib Luthfi. (tety)

Related posts

Corby Masih Harus Wajib Lapor

Tety Polmasari

Importir Ponsel Wajib Bangun Pabrik di Indonesia

Tety Polmasari

Mentan Sambut Kapal ‘Berpenumpang’ 500 Ekor Sapi

Tety Polmasari

Leave a Comment