12 C
New York
19/09/2020
Aktual Kesra

Kuliah Online Holland Alumni Lecture Angkat Pentingnya Tata Kelola Air

JAKARTA (Pos Sore) — Holland Alumni Network Indonesia kembali menyelenggarakan acara kuliah online bertajuk ‘Holland Alumni Lecture: Urban Water Management – Scope and Challenges for Community’, Rabu (16/9/2020). Kuliah online ini diisi oleh anggota tim urban water specialist di Badan Perencananan Pembangunan Nasional (Bappenas) Erbi Setiawan, MSc menjadi pembicara.

Erbi yang juga salah satu alumni Belanda telah menyelesaikan studi master di bidang urban environmental management dari Wageningen University and Research. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Mata Garuda LPDP (asosiasi alumni LPDP di Indonesia).

Tema yang diangkat pada kuliah online kali ini berkenaan dengan tata kelola air. Erbi mempunyai tujuan dari pemaparan tema ini agar masyarakat Indonesia dapat belajar dan mengenal lebih lanjut tantangan tata kelola air di sejumlah kota padat penduduk di Indonesia.

“Selain itu, juga mengenal bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah Belanda untuk menghadapi persoalan yang sama tersebut,” tuturnya dalam kuliah online yang dimoderatori Atina Rosydiana, satu satu anggota aktif Holland Alumni Network Indonesia yang juga penerima beasiwa StuNed di Wageningen University and Research.

Di awal presentasi, Erbi menjelaskan, banyak kota besar di dunia menghadapi tekanan dan persoalan serius yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk, perubahan iklim dan kerusakan sistem infrastruktur perkotaan. Berdasarkan persoalan tersebut, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan air terus meningkat dan mengharapkan tata kelola air yang efektif dan efisien.

Erbi menyoroti dua tantangan utama dalam pengelolan air di perkotaan. Pertama, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi serta. Kedua, meningkatnya bencana yang berkaitan dengan air seperti banjir dan kekeringan.

Lebih jauh Erbi menegaskan permasalahan yang ada dalam lingkup perkotaan sangat kompleks, terlebih permasalahan yang berkaitan erat dengan sumber daya pendukung aktivitas manusia. Untuk itu, diperlukan sudut pandang yang luas dan lebih holistik dalam menghadirkan solusi terhadap setiap permasalahan yang ada.

Salah satu gagasan yang ditawarkan untuk meminimalisir persoalan tata kelola air di perkotaan adalah memaksimalkan konsep urban metabolism. Secara singkat, pendekatan urban metabolism ini adalah sebuah platform multidisipliner dan terintegrasi yang mengkaji aliran material dan energi di kota.

“Pendekatan ini pada dasarnya menghitung seberapa banyak sumber daya yang diperlukan oleh masyarakat, baik berupa energi, material, air, makanan,” terangnya seraya menyimpulkan urban metabolism adalah konsep yang dapat digunakan untuk memetakan potensi solusi apa yang bisa dihadirkan untuk permasalahan sumberdaya yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Acara ini sendiri diawali dengan sesi perkenalan Nuffic Neso Indonesia yang disampaikan oleh Emi Fumita Sari, student counsellor Nuffic Neso Indonesia. Katanya, program Holland Alumni Lecture adalah salah satu wadah bagi alumni Belanda di Indonesia untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat seputar informasi dan pengalaman yang didapat selama menempuh studi di Belanda. (tety)

Related posts

BMKG: Siang dan Malam Jabodetabek Diguyur Hujan

Tety Polmasari

Rampas Motor, 3 Polisi Gadungan Diamankan

Tety Polmasari

200 Mitra LLP-KUKM Siap Pasarkan Produk UKM di Busan, Korea Selatan

Tety Polmasari

Leave a Comment