9.1 C
New York
30/10/2020
Aktual Nasional

Indonesia Healthcare Innovation Awards-IV 2020, Ajang Pentas Inovasi Kesehatan Karya Anak Bangsa

JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) kembali menggelar ajang pentas inovasi karya anak bangsa di bidang kesehatan. Di tahun 2020 ini, acara yang sebelumnya bernama IndoHCF Innovation Awards tersebut berganti menjadi Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA).

IndoHCF sebagai Corporate Social Responsibilty (CSR) PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia), pertama kali menyelenggarakan ajang tahunan yang bergengsi ini pada 2017. Acara ini bentuk apresiasi kepada instansi/pemda, individu/kelompok perorangan, akademisi dan berbagai pihak lainnya yang telah berhasil melakukan inovasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia.

M Ata Ur Rahim, Senior Manager Business Development & Intelligence IDSMed, menyampaikan Indonesia Healthcare Innovation Awards 2020 sebagai kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia) yang tahun ini untuk ke-4 kalinya diadakan.

Tahap pendaftaran/penjaringan peserta IHIA IV-2020 telah dimulai sejak Januari hingga 30 September 2020. Tahap seleksi 10 besar berlangsung mulai 1 Oktober ini sampai dengan 10 Oktober 2020. Sebanyak 10 peserta terbaik dari masing-masing kategori akan diumumkan pada pertengahan Oktober.

Babak final dan penyerahan penghargaan akan diselenggarakan pada akhir Oktober/awal November 2020, dalam rangkaian acara yang dikemas secara khusus untuk memeriahkan Hari Kesehatan Nasional ke-56.

Indonesia Healthcare Innovation Awards IV-2020 (IHIA IV-2020) memberikan penghargaan dalam lima kategori inovasi yaitu: Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Alat Kesehatan, dan Information And Communication Technology (ICT) Bidang Kesehatan.

Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS

Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, mengatakan, walau Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19, IndoHCF tetap mempunyai komitmen tinggi untuk menyelenggarakan ajang pentas inovasi kesehatan secara virtual.

Diadakannya IHIA IV-2020, kata Supriyantoro, juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia, mengingat saat ini seluruh dunia tengah berlomba menciptakan berbagai inovasi produk kesehatan yang bisa menjawab kebutuhan di saat pandemi Covid-19.

“Harapan kami, apresiasi ini dapat memacu stakeholder dan inovator di bidang kesehatan untuk terus menciptakan lebih banyak lagi inovasi dan teknologi yang berkelanjutan guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.”

Supriyantoro menambahkan, IHIA IV-2020 dapat menjadi media penghubung antara para inovator, investor, pelaku bisnis dan industri kesehatan dalam upaya melakukan hilirisasi dan pemanfaatannya di masyarakat. Hasil inovasi tersebut, nantinya dapat mengurangi ketergantungan akan produk impor di bidang kesehatan.

“Pandemi ini memberi peluang inovasi karya anak bangsa untuk bisa dan mampu bersaing dengan produk luar negeri. Saya optimistis Indonesia bisa segera lepas dari situasi ini dengan berbagai produk dan inovasi dalam negeri,” tuturnya.

Adapun dewan juri yang terlibat dalam IHAI IV-2020 berasal dari instansi dan asosiasi kesehatan antara lain: Kementerian Kesehatan, Kemenristek/BRIN, LIPI, Akademisi dan berbagai perwakilan organisasi di bidang kesehatan.

President idsMED Indonesia, Rufi Susanto

Sementara itu, President idsMED Indonesia, Rufi Susanto mengatakan sebagai salah satu pendukung utama IHIA IV-2020, ia berharap para inovator Indonesia dapat menorehkan nama mereka di level global melalui platform ini. Menurutnya, menjadi satu kebanggaan bagi idsMED dapat turut berperan dalam perjalanan sejarah Indonesia dalam meningkatkan ketahanan kesehatan nasional.

Award ini tidak difokuskan pada temuan atau inovasi yang terkait Covid-19 mengingat saat pendaftaran dibuka pada Januari, pandemi Covid-19 belum mewabah. Kalau dipaksakan inovasi harus terkait Covid-19, nanti akan membebani peserta dan tidak adil buat mereka. Waktu yang singkat dan segala aktifitas yang dibatasi tidak cukup memungkinkan bagi peserta untuk menciptakan temuan yang berkaitan dengan Covid-19.

“Semoga segala upaya yang kita lakukan bersama ini mampu mengeluarkan Indonesia dari situasi darurat akibat Covid-19 dan segera bangkit,” katanya. (tety)

Related posts

Protecting Your Site From Online Robbers – Component 3

Tety Polmasari

Perlunya SDM Pengelolaan Ikan Hias Berkelanjutan yang Tersertifikasi

Tety Polmasari

Pekan Depan Vivo V5 Diluncurkan: Foto Selfie Jadi Sempurna

Tety Polmasari

Leave a Comment