9.1 C
New York
30/10/2020
Aktual Ekonomi Internasional

Taiwan Expo 2020 Online di Indonesia Siap Dimulai

JAKARTA (Pos Sore) — Taiwan Expo 2020 Online di Indonesia ditayangkan Rabu (14/10/2020), setelah Taiwan Expo 2020 Online di Vietnam menetapkan tonggak baru dalam pameran online pada minggu lalu. Pameran tersebut menjawab rencana pembangunan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan 100 kota pintar (Smart City).

Pemerintah Indonesia juga berencana membangun poros samudera dan melengkapi Industri 4.0 dan industry perdagangan, industri kesehatan, industry e-commerce, lifestyle, halal Taiwan, pariwisata dan budaya sebagai enam tema utama dalam pameran ini.

Dengan total 132 peserta pameran dan lebih dari 300 buyer yang melakukan Online face-to-face dengan perusahaan Taiwan, bertujuan untuk meningkatkan peluang bisnis industri dan pasar permintaan domestik yang besar di Indonesia.

Grand Opening Pameran Taiwan Expo 2020 Online di Indonesia menghadirkan pembicara dari Taiwan dan Indonesia untuk membahas praktik transformasi digital dan peluang bisnis yang dihadapi perusahaan di era pasca-epidemi.

Pembicara yang berpartisipasi dalam dialog tersebut adalah Chairman of Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) – James Huang, Gubernur Jawa Barat – Ridwan Kamil, Pendiri EZTABLE – Alex Chen, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) – Soegiharto Santoso dan pembicara lainnya.

James Huang menyebutkan meskipun wabah Covid-19 telah membawa dampak negatif pada perekonomian, namun juga membawa peluang industri baru. Industri seperti smart applications, data berkapasitas besar, artificial intelligence, cloud computing dan 5G mulai berkembang di era epidemi.

Chairman of Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) – James Huang

“Pembangunan dan transformasi digital bukan hanya sebuah pilihan tetapi juga suatu keharusan bagi perusahaan. Namun, perusahaan harus terlebih dahulu mempertimbangkan bagaimana berintegrasi dengan produk dan layanan yang ada selama transformasi digital dan mencari solusi baru melalui transformasi digital untuk meningkatkan nilai tambah,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Soegiharto Santoso selaku Ketua Umum APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional) mengatakan smart city membutuhkan artificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan, dan Taiwan terkenal karena mengembangkan AI ke dalam aplikasi smart city mereka.

Sebagaimana diketahui, di beberapa kota telah menerapkan CCTV dan sebagian telah memanfaatkan AI dan IoT untuk pengenalan serta mendeteksi wajah maupun kendaraan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Pihaknya melihat peluang di desa, tentang bagaimana kita dapat menerapkan pertanian menggunakan AI dan IOT untuk mendukung pembangunan ekonomi di desa.

“Saya memiliki database para pemilik lahan pertanian yang terbuka untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan terkait dengan smart agriculture sehingga dapat memberdayakan pengembangan pertanian di desa, tentu saja hal ini merupakan peluang besar dan akan berjalan dengan sukses, jika kita bisa berkolaborasi,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Soegiharto Santoso juga menambahkan APTIKNAS mempunyai 2000 anggota di 29 daerah, dari Aceh hingga Papua. Karenanya, APTIKNAS membuka peluang kerjasama ataupun berkolaborasi dalam bisnis TIK sebab Indonesia mempunyai pasar yang sangat besar dan ini merupakan peluang yang baik untuk para pengusaha dari Taiwan.

Baru-baru ini, pemerintah Indonesia sangat antusias untuk mempromosikan proyek smart city dan industri 4.0. Solusi digital serta komponen utama yang digunakan dalam proyek tersebut merupakan salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh Taiwan. Itu juga merupakan ekspor terbesar dari Taiwan ke Indonesia.

“Karena itu, Taiwan dan Indonesia harus menjalin hubungan kerja sama yang lebih erat untuk saling membantu hubungan bisnis antara kedua negara,” ujarnya.

Taiwan Expo 2020 merupakan mahakarya transformasi digital dari TAITRA. Melalui teknologi digital, TAITRA dapat membuat layanan marketing berbasis cloud. Selain mengurangi waktu, biaya dan pengeluaran perusahaan untuk perjalanan pameran, itu juga mengurangi pengeluaran dalam promosi penjualan.

Kesulitan dari situasi ini telah menguntungkan lebih banyak usaha kecil dan menengah Taiwan. Dalam situasi Covid-19 yang parah saat ini, mereka dapat terus melayani keperluan bisnis dalam negeri.

Taiwan Expo diselenggarakan oleh Bureau of Foreign Trade (BOFT) dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), serta didukung oleh Biro Pariwisata Kementerian Perhubungan (Tourism Bureau, M.O.T.C.), Asosiasi Kebudayaan Cina (The General Assembly of Chinese Culture), Kadin Indonesia Komite Taiwan.

Selain itu, Indonesia Taiwan Chambers of Commerce, Taiwan Business Club Bandung, Jakarta Overseas Chinese Committe, Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), GAKESLAB, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia, Asosiasi Makanan&Minuman Indonesia (GAPMMI) dan Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (APERLINDO). (tety)

Related posts

UI Kembangkan Peta Sebaran COVID-19

Tety Polmasari

PKB Bakal Jadi Penentu Koalisi Pilpres

Tety Polmasari

CT Resmikan Transmart Carrefour Yasmin, Bogor

Tety Polmasari

Leave a Comment