18.4 C
New York
21/04/2021
Aktual Ekonomi Kesra

Kowani Ajak Perempuan Indonesia Bangga Gunakan Produk Buatan Dalam Negeri

JAKARTA (Pos Sore) — Negara Indonesia kaya akan seni dan budaya yang memiliki potensi ekonomi sangat tinggi. Potensi ini diyakini dapat memberikan sumbangan signifikan bagi perekonomian nasional. Karenanya, masyarakat harus bangga menggunakan produk buatan dalam negeri.

Guna menggali potensi seni dan budaya ini, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyelenggarakan webinar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Gebyar Kebudayaan Kowani Fair Online, Selasa (3/11/2020). Kegiatan ini diadakan dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-92 tahun 2020.

Ketua Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd menyampaikan seni dan budaya, memiliki hubungan yang sangat erat dengan ekonomi. Semakin kaya suatu bangsa akan seni dan budaya, maka akan semakin banyak potensi ekonomi yang bisa digarap.

Karena itu, Giwo meminta para perempuan ikut menjaga kelestarian seni dan budaya yang dimiliki Indonesia. Jangan sampai seni dan budaya yang kita miliki, tergerus dan terkikis oleh budaya asing, budaya yang datang dari luar.

“Budaya asing saat ini secara masif mempengaruhi budaya lokal Indonesia melalui berbagai cara. Karenanya, saya mengajak para perempuan untuk dapat menggali potensi ekonomi dari seni dan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Giwo mengatakan seni dan budaya menjadi kearifan lokal yang bisa digali sebagai sumber penghidupan masyarakat, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja. Ini tentu membutuhkan komitmen semua pihak untuk memiliki gerakan dan sikap serupa yakni bangga menggunakan produk dalam negeri.

Dikatakan, pandemi Covid-19 telah membuat pertumbuhan ekonomi nasional terkoreksi cukup tajam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020 sebesar minus 5,32 persen dibandingkan triwulan II-2019. Kondisi tersebut diprediksi masih belum banyak bisa diperbaiki mengingat hingga kini pandemi Covid-19 belum juga reda.

Meski pertumbuhan ekonomi nasional masih minus, Giwo mengimbau para perempuan untuk tidak menyerah. Upaya-upaya harus dilakukan bersama agar Indonesia segera pulih dari keterpurukan ekonomi. “Saatnya kita melaksanakan dharma bakti Kowani dengan tulus dan ikhlas terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi,” lanjut Giwo.

Ia mengatakan jalinan erat antara seni budaya dan ekonomi dapat menggerakkan perekonomian non korporasi. Potensi ini harus dioptimalkan mengingat perekonomian berbasis seni dan budaya berupa ekonomi kreatif ternyata memang merupakan bentuk usaha yang cukup tangguh dan mampu menopang perekonomian nasional.

“Indonesia sangat kaya akan seni dan budaya, semua daerah memiliki seni dan budaya dan ini merupakan kearifan lokal yang bisa digali potensi-potensi ekonominya. Kowani juga mengajak para perempuan Indonesia untuk bangga menggunakan produk buatan negeri sendiri,” tegasnya.

Setditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Fitra Arda

Sementara itu, Setditjen Kebudayaan Fitra Arda mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nadiem Anwar Makarim, dalam sambutannya mengatakan Kowani merupakan organisasi perempuan yang kiprahnya sangat penting dan strategis bagi negeri ini.

Salah satu kontribusi yang sangat penting adalah pemberdayaan ekonomi pelaku usaha UMKM dan pemajuan kebudayaan di masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Bentuk kegiatan Kowani yang sangat apresiatif adalah gerakan nasional bangga buatan Indonesia dan Kowani fair. Menurutnya, gerakan bangga buatan Indonesia menjadi gerakan penting untuk mengajak masyarakat luas menggunakan produk buatan dalam negeri.

“Jika ini dilakukan secara massif, maka akan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Saya juga apresiatif dengan Kowani Fair yang rutin digelar Kowani. Ini merupaj ruang bagi pelaku usaha untuk berkegiatan ekonomi,” tambah Fitra.

Ia mengatakan Indonesia sangat kaya dengan produk seni dan budaya. Per Juni 2020, terdapat total 9.770 warisan budaya yang dicatat dan 1.086 di antaranya telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Warisan budaya takbenda tersebut banyak dikerjakan oleh pelaku UMKM. Dan para penggeraknya sebagian besar adalah kaum perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Bintang Puspayoga

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Bintang Puspayoga menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya angka kemiskinan yang diakibatkan oleh Covid-19. Penyebabnya karena adanya pemutusan hubungan kerja, pemotongan gaji, dan penurunan nilai usaha.

Karenanya, ia mengapresiasi gerakan bangga menggunakan produk dalam negeri yang diinisiasi Kowani. Gerakan ini secara langsung ataupun tidak langsung dapat menggerakkan perekonomian para pelaku usaha mikro yang sebagian besar dikelola oleh perempuan.

“Ada hikmah di balik pandemi Covid-19 yang akan memunculkan potensi dan peluang, yang biasanya kaum perempuan jugalah yang mengambil peluang itu untuk mengembangkan usahanya dengan berbagai cara. Jangan takut untuk memulai usaha baru mengingat iklim bisnis di Indonesia sudah saat membantu para UKM,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan sesi foto bersama menggunakan masker sebagai bagian dari keikutsertaan Kowani dalam kampanye penggunaan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kowani sendiri terus berupaya melakukan edukasi dan kampanye gerakan menggunakan masker dalam berbagai kesempatan termasuk melalui media sosial. (tety)

Related posts

Tim Tiger Polres Jakut Dapat Bantuan Motor dari Warga Pluit

Tety Polmasari

ALI Desak KPK Periksa RJ Lino

Tety Polmasari

Tingkatkan Produksi Gula, Brij Sugar Dapat Suntikan Dana Linetrust

Tety Polmasari

Leave a Comment