12 C
New York
01/12/2020
Aktual Ekonomi Gaya Hidup

Wajib atau Sukarela, Miyako: SNI untuk Lindungi Konsumen dan Tingkatkan Daya Saing di Pasar Global

Bagi Miyako, SNI sangat penting diterapkan karena dengan ber-SNI segi keamanan dan keselamatan dari suatu produk terhadap standarnya sudah terpenuhi. Sementara, SNI sukarela menjadi nilai lebih terhadap produk bagi konsumen yang telah memahami pentingnya SNI untuk menjamin keselamatan. SNI juga penting untuk memperluas pemasaran hingga ke pasar regional maupun global.

JAKARTA (Pos Sore) — Pandemi Covid-19 hampir 1 tahun ini melanda Indonesia. Musibah ini jika disikapi dengan lebih bijak maka Covid-19 maka akan memunculkan peluang-peluang baru. Bagi mereka yang berpikiran terbuka, musibah ini justeru menjadi pendorong untuk berinovasi, kreatif, dan produktif. Ya, tentu saja dengan tetap menjalani hidup sehat dan beradaptasi dengan cara hidup yang baru dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sebut saja PT Kencana Gemilang atau biasa kita kenal dengan Miyako yang berusaha menerapkan SNI pada produk-produknya. Bagi perusahaan ini, di situasi pandemi Covid-19 justeru standardisasi dan penilaian kesesuaian untuk menjadikan hidup lebih sehat dan produktif. Dengan berpandangan seperti ini akan memunculkan optimistik bahwa badai akan segera berlalu.

Bagi Miyako — berdiri sejak 7 Februari 1987, standardisasi menjadi instrumen bisnis yang sangat penting dalam perdagangan global. Karenanya, instrumen ini harusnya juga dimiliki setiap industri agar mampu bersaing di era global. Untuk memenangkan persaingan di era perdagangan global saat ini salah satunya dengan menghasilkan produk (barang dan jasa) yang berkualitas. Sebagai produk lokal, maka SNI (Standarisasi Nasional Indonesia) harus diterapkan.

Karena begitu komitmennya Miyako dalam menerapkan SNI, Miyako pun masuk dalam komite teknis perumusan standar untuk sejumlah produk elektronik rumah tangga dari unsur badan usaha. Di mata Badan Standarisasi Nasional (BSN) keaktifan Miyako dalam penyusunan standar SNI ini diharapkan memberikan inspirasi bagi perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama.

Harapan ini wajar saja terbersit mengingat SNI disusun dengan cara yang Pancasilais. Mengapa dikatakan demikian karena azas musyawarah dan mufakat antar pengambil keputusan mulai dari pelaku usaha, perwakilan pemerintah, akademisi, masyarakat dan unsur lainnya dalam menyusun parameter SNI benar-benar dikedepankan.

Keaktifan Miyako dalam penyusunan standar SNI ini memberikan inspirasi bagi perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama. Setidaknya, berdasarkan data BSN jumlah SNI sampai September 2020 mencapai 13308. Dari jumlah ini untuk SNI elektronik, teknologi informasi dan komunikasi tercatat naik menjadi 534, yang tahun sebelumnya “hanya” sebanyak 480 atau naik 20 persen, sementara SNI untuk produk lain juga meningkat sebagaimana terlihat di tabel.

BSN melihat penggunaan barang-barang primer yang sering dipergunakan masyarakat seperti peralatan rumah tangga sangat penting untuk memiliki jaminan akan keamanan dan keselamatan atas risiko penggunaannya. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan informasi, tuntutan akan keamanan dan keselamatan atas risiko penggunaan peralatan rumah tangga pun semakin meningkat.

Lembaga itu menyakini dengan menerapkan SNI pada peralatan rumah tangga, kepercayaan konsumen akan produk, diyakini semakin meningkat. Tanda SNI adalah tanda sertifikasi untuk menyatakan telah terpenuhinya persyaratan SNI. Dengan demikian, tanda SNI pada produk rumah tangga akan memberikan jaminan bahwa produk tersebut lulus uji dan sertifikasi sesuai dengan SNI yang diterapkan.

Miyako memang selayaknya dinobatkan sebagai perusahaan yang menginspirasi mengingat dalam menerapkan SNI untuk produk-produknya dilakukannya secara sukarela. Tanpa ada paksaan. Semua karena kesadaran diri betapa pentingnya SNI bagi keamanan dan keselamatan konsumen, terutama yang memakai produk-produk Miyako.

Seperti diketahui, Miyako telah menerapkan 12 SNI secara sukarela dari 22 produk yang dihasilkan, sisanya kategori SNI wajib. Di antara produk mengantongi SNI sukarela yaitu dispenser, mixer, rice cooker, blendee, rice box, hair dryer, pemanggang roti, pembuat kopi, dan penanak lambat. Sementara itu, produk Miyako yang sudah mengantongi SNI wajib di antaranya kompor gas dua tungku, regulator teknologi tinggi, selang gas TPE, kompor gas satu tungku, selang karet regulator, dan setrika listrik.

Mengapa penting penerapan SNI di produk kelistrikan rumah tangga? Karena dari sisi ketahanan produk, produsen dapat menjamin produknya lebih awet dibanding produk sejenis yang tidak ber-SNI. Kemudian dari sisi kelistrikan dapat meminimalisir resiko konslet yang selama ini menjadi faktor dominan terjadinya kebakaran.

Bisa jadi karena itulah Miyako sangat dikenal. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Membeli produk Miyako sudah menjadi jaminan mutu kalau produk-produknya berkualitas. Adanya SNI yang disematkan di sejumlah produk Miyako, membuat produk itu kian laris. Padahal Miyako adalah industri asli Indonesia.

Selain semua produk sudah menerapkan SNI, perusahaan ini juga telah tersertifikasi dan secara kontinu menerapkan ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu sejak tahun 2009 guna menjamin stabilitas mutu produk yang dihasilkan. Sertifikasi lainnya di antaranya, TISI (Thailand) dan SASO untuk penanak nasi, serta SIRIM (Malaysia) untuk kipas angin.

Hebatnya, perusahaan tersebut sudah menerapkan SNI sejak awal produk diluncurkan. Karena berdasarkan kebijakan manajemen, setiap produk yang dibuat Miyako harus bersertifikat SNI Wajib ataupun sukarela. Hal ini membuktikan perusahaan betul-betul aware mengenai standar, keselamatan dan keamanan konsumen. Petinggi di perusahaan itulah yang selalu mengingatkan agar produk Miyako harus ber-SNI demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat saat menggunakan produk Miyako.

Teguh Kusriyanto, Quality Assurance Manager PT Kencana Gemilang, yang juga Ketua Divisi Selang Gas APKOGI (Asosiasi Produsen Kompor, Regulator, dan Selang) dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan, PT Kencana Gemilang menerapkan SNI untuk produk-produknya sebagai komitmen melindungi keamanan, keselamatan, dan kesehatan konsumen. Selain tentu saja sebagai bukti kepatuhan terhadap aturan pemerintah.

Penerapan SNI, menurut Teguh, lebih menyakinkan konsumen dan dapat dijadikan strategi marketing dengan menampilkan keunggulan produk ber-SNI. SNI sangat penting untuk memeriksa pemenuhan segi keamanan dan keselamatan dari suatu produk terhadap standarnya. SNI sukarela menjadi nilai lebih terhadap produk bagi konsumen yang telah memahami pentingnya SNI untuk menjamin keselamatan. Selain itu, SNI penting untuk memperluas pemasaran hingga ke pasar regional maupun global.

Teguh mengatakan, dengan menerapkan SNI pada peralatan rumah tangga, kepercayaan konsumen pada produk semakin meningkat. Karena tanda SNI pada produk rumah tangga akan memberikan jaminan produk tersebut lulus uji dan sertifikasi sesuai dengan SNI yang diterapkan.

Produk-produk Miyako telah lulus dalam pengujian yang dilakukan di laboratorium pemerintah sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam SNI. Di Laboratorium internal PT. Kencana Gemilang juga dilakukan pengujian di luar parameter SNI.

Kita tentu tidak ingin kasus kecelakaan terjadi hanya gara-gara tergiur membeli produk murah yang tidak ber-SNI. Terlebih setelah dihitung-hitung harga antara produk ber-SNI dan tidak ber-SNI beda tipis. Hanya karena ingin “irit” Rp5000 misalnya tapi membahayakan keselamatan kita. Kalau kecelakaan akibat produk yang tidak ber-SNI itu terjadi berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk pengobatan? Saya pastikan itu lebih dari Rp5000. Jadi, rela mengorbankan jiwa hanya karena produk yang tidak jelas keamanannya?

Miyako hadir dengan memberikan berbagai pilihan produk yang beragam untuk memudahkan dan melengkapi kebutuhan konsumen akan peralatan rumah tangga yang berkualitas. Didukung pula dengan suku cadang yang bermutu dan service centre yang tersebar di seluruh Indonesia yang siap membantu konsumen setia Miyako. Dengan layanan purna jual yang tersebar di 74 kota di seluruh propinsi Indonesia, memberikan kemudahan penyediaan suku cadang dalam merawat produk-produk Miyako yang sudah dimiliki.

SNI sendiri merupakan dokumen standar teknis yang disusun oleh perwakilan produsen, konsumen, regulator, akademisi, praktisi, asosiasi, dan lain-lain yang diwadahi dalam suatu Komite Teknis, sehingga standar ini dapat digunakan untuk menilai dan menguji suatu produk yang dimiliki oleh pelaku usaha atau pemilik merek dagang. (tety)

Related posts

Tanaman Obat: Bunga Matahari Sebagai Pengobatan Alternatif

Tety Polmasari

RSPB Bentuk Premier Scoliosis Club

Tety Polmasari

Agun: Masyarakat Perlu Pilah dan Pilih Partai Kontestan Pemilu

Akhir Tanjung

Leave a Comment