10.1 C
New York
01/12/2020
Aktual Internasional Kesra Pendidikan

WINNER 2020, Moment Bersejarah Kerjasama Penelitian dan Pendidikan Indonesia – Belanda

Acara WINNER ini terbuka untuk umum dan memberi kesempatan kepada siapa saja untuk mempresentasikan hasil penelitian atau kegiatan pendidikannya kepada peserta WINNER di sesi Networking. Melalui platform zoom, disediakan 30 ruangan secara parallel (breakout rooms) dan siapa saja boleh reservasi ruangan ini untuk berekpresi ataupun membangun relasi.

JAKARTA (Pos Sore) — Pekan Kerjasama Pendidikan dan Riset Indonesia-Belanda atau Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2020 akan berlangsung pada 24-26 November 2020. WINNER 2020 dihelat secara daring oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dewan Riset Belanda (NWO), Nuffic Neso Indonesia, dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid Katharina van Engelshoven, dijadwalkan akan membuka kegiatan ini secara resmi. Kedua menteri juga akan menyempatkan untuk diskusi bersama para peserta yang akan dipandu oleh pasangan moderator Andini Effendi dan Dirk Jan Koch.

Untuk edisi pertama WINNER ini tema yang diangkat adalah “Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan – Dari Pengetahuan ke Praktik”. Kegiatan ini sendiri untuk merefleksikan sejarah panjang kolaborasi dalam penelitian dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda. Selain itu, mengidentifikasi prioritas kedua negara dan memperdalam serta membentuk kolaborasi baru.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, dalam media briefing virtual, Kamis (19/11/2020), menyampaikan rasa senangnya melihat banyak alumni Belanda yang ikut aktif dalam acara ini. Keterlibatan alumni Belanda dalam berbagai bidang, mulai dari Green Education sampai Public Heath, menjadi bukti nyata kontribusi mereka dalam riset dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Yang secara tidak langsung juga berkontribusi dalam percepatan pencapaian 17 tujuan pembangun berkelanjutan (SDGs).

Misalnya, jaringan alumni Belanda dalam program Holland Alumni Connect akan membuka ruangan di sesi networking ini untuk alumi yang aktif membuat start up dan pengembangan komunitas (community development). Begitu pula Tim Stuned dari Nuffic Neso Indonesia akan membuka ruangan untuk memberikan berbagai informasi tentang beasiswa stuned, kiprah alumni stuned dan juga membuka peluang kerjasama co funding bagi institusi.

Pada hari kedua WINNER 2020, para akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa dan profesional dari kedua negara diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan membahas bagaimana kolaborasi dalam penelitian dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda dapat berkontribusi untuk mencapai 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Adapun topik-topik aktual yang dibahas meliputi keanekaragaman hayati, tata kelola perubahan iklim, energi terbarukan, urbanisasi dan perencanaan wilayah, kesehatan, pariwisata, identitas dan budaya serta kolaborasi penelitian dan pendidikan interdisipliner.

Sementara itu, Inaya Rakhmani dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), yang juga hadir dalam media briefing menyampaikan masa pandemi menjadi momen penting untuk mengangkat isu tentang bagaimana sains dapat memperkaya proses pembuatan kebijakan dan medorong perubahan perspektif pada masyarakat mengenai biodiversitas dan perubahan iklim.

Karenanya, ALMI ikut berpartisipasi dalam kegiatan WINNER 2020 untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan perubahan iklim yang mempengaruhi kedua negara dan seluruh dunia. Dalam kesempatan ini, para ilmuwan ALMI memainkan peran aktif dalam memperkaya diskusi panel mengenai biodiversitas dan perubahan iklim.

“ALMI turut mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan nasional dan lokal, pengusaha sosial, organisasi masyarakat sipil, dan jurnalis sains untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana sains menjadi landasan dalam proses pembuatan kebijakan, advokasi dan inovasi, serta bagaimana sains dikomunikasikan ke publik dalam talk show mengenai perubahan iklim,” ujarnya.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga akan turut berpartisipasi WINNER 2020. Para peneliti LIPI telah memiliki kerja sama dan kolaborasi dengan para peneliti di Belanda, khususnya di bidang hayati dan teknik (TI dan elektro). LIPI mendorong kolaborasi riset global khususnya yang melibatkan mitra dengan Belanda.

“Ke depan LIPI ingin memperkuat kolaborasi dengan Belanda yang berfokus pada big data, hal ini terkait mulai dilaksanakannya program RIN (Repositori Ilmiah Nasional),” ungkap Agus Haryono Deputi IPT LIPI dalam kesempatan yang sama.

LIPI sebagai pemegang kewenangan ilmiah dalam bidang keanekaragaman hayati sesuai Keputusan Presiden nomor 103 Tahun 2001 akan berkontribusi pada sesi diskusi panel mengenai keanekaragaman hayati. Peneliti-peneliti LIPI akan hadir dalam lima talkshow pararel terkait sains, pendidikan, kerjasama dan kebijakan yaitu Dr. Ocky Karna Radjasa, Dr. Agus Haryono, Dr. Dudi Hidayat, dan Dr. Puspita Lisdiyanti.

Mengingat sejarah panjang kerja sama penelitian dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda, Pekan Pendidikan dan Riset Indonesia-Belanda diharapkan akan menjadi tanda bersejarah dalam kerja sama penelitian dan pendidikan antara kedua negara.

Dalam kegiatan WINNER ini sebanyak 152 narasumber yang terdiri dari menteri, professor, dosen dan peneliti dari kedua negara akan turut berpatisipasi. Akan hadir pula dua pembicara kunci yakni Prof. Bernard Lucas Feringa, University of Groningen (penerima Nobel di bidang kimia 2016) dan Prof. Daniel Murdiyaso, IPB-Bogor, yang juga ilmuwan utama di Center for International Forestry Research (CIFOR) yang akan membahas perubahan iklim.

Di penghujung acara WINNER 2020, akan dilangsungkan wawancara bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim, B.A, M.B.A. dengan topik From Knowledge to Practice: How to achieve effective public-private collaboration?

Rangkaian seminar, talkshow, workshop dan networking ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, juga memberikan e-certificate pada peserta yang mendaftar sebelum 20 November 2020 melalui www.winner.or.id. (tety)

Related posts

Pemda Diminta Perkuat Dayasaing Koperasi dan UKM

Tety Polmasari

Willoughby Messenger Bag: Tas Selempang yang Nyaman Bagi Perempuan

Tety Polmasari

Pasar Belanja Online 2015 Naik Dua Kali Lipat

Tety Polmasari

Leave a Comment