10.1 C
New York
01/12/2020
Aktual

Tes Molekuler Isotermal, Layanan Swab Terbaru Siloam Hospital, Hasilnya Cepat dan Akurat dalam 5 Menit

Metode tes molekuler isotermal ini menggunakan alat Abbott ID NOW™ yang telah terbukti secara global dalam penerapan uji Covid-19, khususnya dalam hal waktu proses pemeriksaan (lima menit untuk hasil positif dan 15 menit untuk hasil negatif).

JAKARTA (Pos Sore) — Siloam Hospitals Group menghadirkan tes molekuler isotermal di Indonesia. Tes molekuler isotermal ini metode terbaru deteksi Covid-19 dengan performa tinggi. Tes ini tidak beda jauh dengan tes swab atau usapan nasofaring.

Bedanya, metode tes molekuler isotermal menggunakan amplifikasi asam nukleat isotermal, yang dapat menghasilkan waktu proses pemeriksaan lebih singkat dengan sensitivitas hasil tes 95.0% dan spesifisitas 97.9%. Hasilnya bisa diketahui hanya dalam hitungan menit.

“Dengan tersedianya layanan tes molekuler isotermal di jaringan rumah sakit kami di seluruh Indonesia, masyarakat akan semakin mudah untuk mendapatkan akses terhadap tes Covid-19 dengan performa tinggi,” kata Caroline Riady, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, dalam jumpa pers virtual, Jumat (20/11/2020).

Dikatakan, Siloam Hospitals Group bersyukur dapat terus melayani dan memastikan terpenuhinya kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia melalui penyediaan tes Covid-19 yang komprehensif mulai dari tes antibodi (rapid dan serologi), antigen (swab antigen), hingga molekuler (RT-PCR dan isotermal).

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pilihan tes yang tersedia di jaringan rumah sakit kami untuk kesehatan dan keamanan bersama,” tambahnya.

Metode tes molekuler isotermal ini menggunakan alat Abbott ID NOW™ yang telah terbukti secara global dalam penerapan uji Covid-19, khususnya dalam hal waktu proses pemeriksaan (lima menit untuk hasil positif dan 15 menit untuk hasil negatif).

Keunggulan alat ini di antaranya mudah diakses dan diterapkan terutama sebagai penggunaan POCT (Point of Care Test), performa tinggi dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, dan kesalahan hasil tes yang minimal. Teknologi dari Amerika Serikat ini juga telah tersertifikasi FDA EUA, CLIA Waived, dan CE Eropa

Tes molekuler isotermal tersedia di seluruh rumah sakit Siloam Hospitals Group mulai dari Rp 999.000 (minimum 10 orang). Selain digunakan untuk pasien dengan onset gejala kurang dari tujuh hari, tes ini sangat sesuai digunakan untuk kasus gawat darurat di IGD, tindakan operasi yang harus segera dilakukan, serta rawat inap.

Dengan sifatnya yang portabel atau mudah dibawa, layanan tes molekuler isotermal
pun tidak terbatas hanya di lingkungan rumah sakit saja. Bagi masyarakat yang sudah mulai berkegiatan dengan jumlah peserta terbatas, misalnya acara resepsi pernikahan, pertemuan sosial atau kantor, layanan tes ini juga dapat digunakan. Siloam juga menyediakan layanan tes di rumah (home care).

Hingga saat ini, Siloam Hospitals telah melakukan lebih dari 1.000.000 tes Covid-19 atau berkontribusi hampir 5% terhadap pangsa nasional dan merawat lebih dari 9.000 kasus terkonfirmasi positif. Penyediaan tes dengan metode baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lagi untuk mengatasi pandemi, termasuk mengakhiri pola penyebaran Covid-19 seefektif mungkin.

Tes molekuler isotermal dari Siloam Hospitals Group ini hadir untuk semakin memudahkan penanganan Covid-19 di tanah air. Sebagaimana dengan rapid test dan tes swab, tes molekuler isotermal juga bisa dilakukam secara massal. Jadi, bisa menjadi pilihan jika ada pihak-pihak yang ingin melakukan pemeriksaan secara massal.

Masyarakat pun didorong untuk melakukan tes secara rutin, terutama dengan hasil yang cepat dan akurat demi keamanan dalam beraktivitas dan bermobilitas. Terlebih, memasuki bulan ke-9 pandemi, organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat 474.455 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia dengan angka kematian sebesar 15.393 dan 398.636 orang sembuh.

Ahli Patologi Prof. Siti Boedina Kresna yang hadir dalam jumpa pers virtual terkait layanan swab terbaru Siloam Hospitals Group

Ahli Patologi Prof. Siti Boedina Kresna berpendapat, diperlukan alat test Covid-19 yang hasilnya bisa diketahui lebih cepat. Masih tingginya angka Covid-19 di Indonesia tak lepas dari fakta di lapangan yaitu masih kurang meratanya fasilitas laboratorium untuk menguji semua kasus suspek.

Oxford University’s Our World in Data merilis data tes harian per 1.000 orang menunjukkan per 17 November 2020 Indonesia telah menguji 0.12 orang per 1.000 setiap harinya selama rata-rata 7 hari. Angka ini masih sangat kecil dibandingkan dengan negara lainnya di Asia, seperti Filipina 0.25 per 1.000, Malaysia 0.55 per 1.000, dan India 0.72 per 1.000.

“Untuk menjawab permasalahan tersebut dan mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, maka Siloam Hospitals pun berkontribusi dengan menghadirkan tes molekuler isotermal dengan harga yang cukup terjangkau,” katanya.

Menurutnya, tes yang dilakukan secara masif dan massal untuk seluruh lapisan masyarakat diyakini masih menjadi salah satu solusi efektif mengatasi pandemi. Semakin cepat pasien teridentifikasi dan tertangani, semakin cepat pula wabah virus corona dapat diatasi.

Masyarakat pun didorong untuk melakukan tes secara rutin, terutama dengan hasil yang cepat dan akurat demi keamanan pasti dalam beraktivitas dan bermobilitas. Terlebih pilihan tes yang ada saat ini pun sangat beragam.

Prof Siti menekankan, tes swab terbaru dari Siloam Hospitals Group ini bukan untuk mendeteksi sejak kapan seseorang positif terinfeksi Covid-19. Tes ini untuk menguji apakah seseorang positif atau tidak. Keunggulan dari tes ini hasilnya bisa diketahui lebih cepat yang hanya dalam hitungan menit.

“Dengan keunggulan ini diharapkan penelusuran riwayat kontak pasien positif dengan orang-orang yang ditemuinya menjadi lebih cepat pula sehingga penanganan Covid-19 juga lebih cepat tertangani,” katanya. (tety)

Related posts

Mardani Ali Sera Setuju Himbauan MUI Tidak Kampanye Politik di Masjid

Tety Polmasari

Di Depan Yasonna, Mahfus Sebut Tugas Penting Partai Gelora Jaga Indonesia

Akhir Tanjung

PT KA Tidak Tambah Rute Perjalanan

Tety Polmasari

Leave a Comment