1.1 C
New York
27/01/2021
Aktual Ekonomi Internasional

Produk Ramah Lingkungan, 4 Perusahaan Ini Raih Taiwan Excellence

Setiap tahun, dilakukan pemilihan produk yang memiliki nilai inovatif melalui mekanisme yang ketat berdasarkan 4 subyek profesional utama yaitu R&D, desain,kualitas, dan pemasaran, juga kriteria “made in Taiwan”.

JAKARTA (Pos Sore) — Empat pemenang penghargaan Taiwan Excellence — Taiwan Lung Meng Advanced Composite Materials, Ju-Tian Cleantech Co., Ltd., Jun Yoo Ltd., dan Kai Suh Suh Enterprise Co., Ltd. dihadirkan dalam “Taiwan Excellence Eco-friendly Lifestyle Virtual Press Conference”.

Dalam kegiatan yang diadakan TAITRA (Taiwan External Trade Development Council), Selasa (8/12/2020), juga dipamerkan produk-produk para pemenang yang dinilai ramah lingkungan dan inovatif.

Taiwan Excellence adalah penghargaan yang ditetapkan oleh Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan sejak 1993. Setiap tahun, dilakukan pemilihan produk yang memiliki nilai inovatif melalui mekanisme yang ketat berdasarkan 4 subyek profesional utama yaitu R&D, desain,kualitas, dan pemasaran, juga kriteria “made in Taiwan”.

Director of Taiwan Trade Center Jakarta, Tony Lin dalam siaran persnya, Selasa (8/12/2020) mengatakan Pemerintah Taiwan mengangkat “ekonomi melingkar, memurnikan udara, meningkatkan kualitas air, dan merawat bumi” sebagai poin utama pemerintahan.

Kemudian pemerintah mengintegrasikannya melalui daur ulang dan penggunaan kembali, dengan harapan mencapai tujuan keberlanjutan dan tanpa limbah. Menurut Tony, perusahaan Taiwan juga dengan cepat mengembangkan produk yang memenuhi standar lingkungan saat ini.

Dalam kesempatan itu disampaikan, Lung Meng berhasil mengembangkan teknologi untuk menghasilkan “Kertas Ramah Lingkungan Berbahan Komposit Lung Meng” yang memiliki fungsi serupa dengan kertas bubur kayu, menggunakan bubuk mineral anorganik (bubuk batu) dalam jumlah besar dan sedikit resin.

Teknologi ini telah memperoleh paten penemuan di lebih dari 40 negara di seluruh dunia, serta dapat digunakan secara luas dalam percetakan, pengemasan makanan, maupun kehidupan sehari-hari, karena proses pembuatan yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya, serta karakteristik produk yang tahan air, anti beku, tidak mudah sobek, lembut, dan tidak mudah pecah atau rusak oleh serangga.

Sementara itu, pada 2017, Ju-Tian meluncurkan “Sedotan Ampas Tebu” pertama yang terbuat dari bahan yang dapat diberbaharui kembali. Keberhasilannya ini sebagai titik awal pemanfaatan kembali limbah pertanian.

Ia pun terus mengembangkan sejumlah serat limbah tanaman terbarukan seperti ampas kopi, bubuk bambu, ampas teh, sekam padi, bahkan anggur pomace dari pembuatan anggur yang digunakan kembali menjadi sedotan dan digunakan kembali di kehidupan sehari-hari masyarakat.

Adapun Jun Yoo mengembangkan produk “Wadah Kertas 100% Biodegradable” yang berkualitas tinggi dan stabil. Produk ini menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan, serta telah menerima sertifikasi biodegradable dari US BPI dan EU DIN CERTCO.

Kertasnya mempertahankan warna asli kertas food-grade, tanpa polusi kimia dan menghindari pemutihan buatan, dikombinasikan dengan penggunaan tinta cetak berbasis air yang ramah lingkungan dan teknologi pencetakan tinta Flexo.

Sedangkan Kai Suh Suh menghadirkan terobosan berupa “Pengencang Kait dan Loop” yang digunakan dalam pengikat zip dan secara inovatif menggabungkan pengikat zip dengan pengait yang dapat berputar 360 derajat, melampaui struktur dan aplikasi pengikat zip tradisional.

Dengan struktur kepala tambahan yang dapat ditarik, sehingga dapat digunakan kembali, menciptakan aplikasi yang lebih fleksibel. Produk ini menggunakan bahan yang memenuhi syarat UL, tidak mengandung logam berat dan plasticizer, dan memenuhi standar makanan FDA, sehingga sangat aman untuk kontak manusia.

Untuk diketahui, statistik menunjukkan sekitar 370 miliar sedotan plastik telah digunakan di berbagai penjuru dunia setiap tahunnya. Sementara itu, sampah plastik dapat dikatakan sebagai salah satu pencemaran lingkungan yang paling serius.

Karenanya, banyak konsumen yang khawatir, apakah produk yang mereka beli ramah lingkungan? Apakah mereka turut menjadi bagian dari perusakan lingkungan saat membeli produk tersebut? Tidak heran, penggunaan bahan kimia alami, tidak beracun, bahan biodegradable, dan bahan daur ulang telah menjadi tren produk rumah tangga sehari-hari.

Menurut laporan Kantar Consumer Index (Who Cares, Who Does), lebih dari separuh konsumen peduli terhadap keberlanjutan atau sudah mulai aktif mengurangi sampah dengan berbagai cara. Laporan The Purpose in Asia juga menunjukkan 75% konsumen percaya tanggung jawab sosial perusahaan akan mempengaruhi keinginan mereka untuk membeli.

Tren yang dulunya disebut ramah lingkungan kini berangsur-angsur berubah menjadi gaya hidup ramah lingkungan. (tety)

Related posts

”Presiden” Jokowi: Marilah Kembali ke Indonesia Raya

Tety Polmasari

The reason why Asian Snail mail Order Birdes-to-be Are Far too Popular the country

Tety Polmasari

How to begin A Home Based Affiliate Organization On The Net

Tety Polmasari

Leave a Comment